
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Sosialisasi Program Bestari Saintek secara daring pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai persoalan sosial melalui hasil riset yang aplikatif.
“Perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi yang erat. Penelitian yang dilakukan harus berdampak nyata terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi berikutnya, Yogi Herdani, Project Management Officer (PMO) Program Kolaborasi LPDP Program Berdikari–Bestari, memaparkan materi bertajuk “Mendorong Partisipasi dalam Pengembangan Sains dan Teknologi di Indonesia: Dari Kolaborasi Menuju Dampak Nyata.”
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam setiap tahapan riset agar hasilnya benar-benar relevan dan bisa dimanfaatkan luas. Program Bestari Saintek sendiri dirancang untuk melibatkan mitra utama dan mitra pendukung.

www.unesa.ac.id
Mitra utama bertugas sebagai pengguna hasil riset, seperti industri, koperasi, pemerintah daerah, atau kelompok masyarakat yang siap mengadopsi inovasi.
Sementara itu, mitra pendukung berperan dalam proses pengujian, validasi, hingga diseminasi inovasi, yang dapat berasal dari lembaga non-pemerintah, media massa, atau dunia usaha.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui mekanisme iterasi, yakni proses berulang mulai dari perencanaan, analisis, desain, implementasi, validasi, hingga penyusunan hasil.
Setiap tahap dievaluasi melalui umpan balik untuk memastikan inovasi yang dihasilkan semakin efektif dan sesuai kebutuhan lapangan.
“Mekanisme ini menjadi pembeda utama antara Program Bestari dan skema pendanaan riset lain karena menekankan penerapan desain dalam konteks nyata, seperti test-bed kampus atau lingkungan pengguna,” ucapnya.
Luaran akhir program dibagi menjadi dua jenis, yaitu Traditional Research Output (TRO) dan Non-Traditional Research Output (NTRO). TRO meliputi hasil riset akademik seperti prototipe, paten, buku, dan artikel ilmiah. Sedangkan NTRO menekankan hasil yang kreatif dan berdampak sosial, seperti karya seni, film dokumenter, model pemberdayaan, hingga pameran hasil inovasi. ][
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: