
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat peran PPG dalam menerapkan pendidikan nilai dalam penyelenggaraan Program PPG di Unesa.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peran PPG Unesa dalam Mengembangkan dan Menerapkan Pendidikan Nilai bagi Dosen, Guru, dan Tendik PPG Guru Tertentu Tahap 2, pada Kamis, 11 September 2025 di Wyndham Surabaya.
Kepala BPPG Unesa, Fatkhur Rohman Kafrawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kompetensi dosen, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan nilai ke dalam pembelajaran.
“PPG Unesa terus berkomitmen menghadirkan layanan terbaik bagi mahasiswa, sehingga mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Hasil akhirnya adalah lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan integritas sebagai pendidikan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan hingga saat ini jumlah peserta PPG Unesa yang telah lulus mencapai 11.352 orang dengan tingkat kelulusan 99%. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari kerja keras dosen dan tendik yang bekerja dengan ikhlas dan penuh dedikasi.
“Semoga capaian ini menjadi amal jariyah sekaligus kontribusi nyata Unesa bagi peningkatan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo menekankan bahwa pendidikan nilai merupakan fondasi penting dalam mencetak guru profesional.
“Keberhasilan bangsa bukan hanya ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga integritas dan karakter manusianya. Melalui PPG, Unesa tidak hanya menyiapkan guru-guru yang cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter kuat,” ungkapnya.

Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo memberikan penguatan dalam Bimtek yang dihadiri jajaran pimpinan, dekan, direktur, dan kepala unit kerja terkait, serta dosen selingkung Unesa.
Narasumber, Raden Roro Nanik Setyowati memaparkan materinya berjudul “Peran PPG Unesa dalam Mengembangkan dan Menerapkan Pendidikan Nilai Bagi Dosen, Guru, dan Tendik”. Ia menegaskan bahwa pendidikan nilai merupakan inti dari penyelenggaraan PPG.
Guru profesional dituntut menguasai aspek teknis mengajar dan harus memiliki dimensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat.
“Krisis moral, disrupsi teknologi, dan kompetisi global menjadi tantangan nyata. Karena itu, pendidikan nilai harus diinternalisasikan dalam setiap proses PPG, baik dosen, guru pamong, maupun tendik,” jelasnya.
Guru besar bidang sosiologi pendidikan Unesa itu, juga menjelaskan bahwa pendidikan nilai tidak berhenti pada teori atau hafalan, melainkan harus dihayati dan diwujudkan dalam perilaku nyata.
Hal itu diwujudkan melalui pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman makna, refleksi hingga transformasi pola perilaku. “Teaching about values harus bergerak ke teaching through values, agar nilai benar-benar hidup dalam diri pendidik,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menguraikan peran setiap unsur dalam ekosistem PPG. Dosen menjadi role model akademik yang mengintegrasikan nilai dalam pembelajaran, guru peserta PPG menanamkan nilai melalui RPP dan praktik mengajar kontekstual, sementara tendik memperkuatnya lewat layanan ramah, jujur, dan transparan.

BPPG Unesa siap melanjutkan implementasi program PPG yang unggul, inovatif, dan berbasis nilai.
Ia juga menampilkan sejumlah praktik baik (best practice) PPG Unesa, mulai dari microteaching berbasis refleksi nilai, praktik lapangan bersama guru pamong, hingga pengabdian masyarakat yang menumbuhkan kepedulian sosial.
Salah satu peserta bimtek, Ulhaq Zuhdi, dosen Prodi PGSD, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan praktik pembelajaran sehari-hari.
Ia menyebut, ketika mengajar mahasiswa, baik di masa PPG maupun S1, bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga transfer pendidikan nilai seperti tangguh, berkarakter, jujur, dan tidak mudah menyerah.
“Harapannya ke depan, semoga Indonesia bisa menyeimbangkan mempunyai guru yang hebat dan tangguh sehingga melahirkan generasi yang berkarakter unggul dalam iptek dan imtaq (iman dan taqwa),” tutupnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: