
Nanda Nini Anggalih, Koorprodi D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital (tengah), dan Mafrur Udhif Nofaizzi, UPM (kanan) dalam sesi tanya jawab prodi baru melalui program UNESA ON-AIR pada Selasa, 20 Januari 2026. Tayangan lengkapnya bisa dicek di kanal YouTube Official Unesa.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Dalam rangka menjawab kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan bidang rekayasa teknologi sekaligus memiliki pemahaman edukasi yang mumpuni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka program studi (prodi) sarjana terapan, D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital.
Prodi yang bernaung di Fakultas Vokasi (FV) itu hadir untuk menyiapkan generasi muda bangsa yang siap unjuk kerja dan berinovasi di bidang industri teknologi pendidikan atau EdTech Industry yang belakangan berkembang pesat.
Nanda Nini Anggalih, Koorprodi D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital merupakan prodi yang mengajarkan tentang cara kreatif merancang, membangun, atau membuat perangkat teknologi digital khususnya multimedia untuk kebutuhan pendidikan atau edukasi.
“Prodi baru ini menekankan pada pengembangan kompetensi atau keahlian yang dibutuhkan di dunia EdTech Industry. Mahasiswa akan diarahkan untuk merekayasa atau menghasilkan produk atau inovasi teknologi multimedia. Inovasinya bisa mencakup teknologinya (hardware atau software) atau media dan konten edukasinya,” ucapnya.
Ia menambahkan, prodi ini lebih banyak menekankan pada praktek. Ada awal semester mahasiswa akan mendapatkan pengenalan konsep rekayasa teknologi, multimedia, hingga edukasi. Lalu pada semester kedua mahasiswa fokus pada praktek dan pembuatan real project.
Mafrur Udhif Nofaizzi, Unit Penjaminan Mutu (UPM) menambahkan bahwa prodi yang pertama di Indonesia itu tidak hadir begitu saja, melainkan hasil dari studi dan diskusi panjang dengan mitra industri, yang menegaskan adanya kebutuhan kompetensi khusus rekayasa teknologi digital atau multimedia edukasi.
“Selama ini, banyak SDM yang hanya memiliki kemampuan teknologi di satu sisi, dan hanya memiliki kemampuan pendidikan atau edukasi di sisi lainnya. Prodi ini hadir untuk menghasilkan SDM yang memiliki kedua kompetensi itu,” bebernya.
Ia menambahkan, kurikulum dan sistem perkuliahan prodi baru tersebut dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri saat ini dan ke depan. Fakultas Vokasi bekerja sama dengan sejumlah mitra EdTech Industry sebagai penguatan keahlian atau kompetensi mahasiswa.
Karena sistem perkuliahan dan penekanan studinya tersebut, maka lulusan prodi sarjana terapan ini nantinya bisa bekerja atau berkarier di industri atau lembaga negeri maupun swasta, baik sebagai perancang atau pengembang teknologi digital, kreator konten edukasi digital, pengelola produk multimedia, hingga learning system analyst.
“Lulusannya nanti tidak hanya bisa berkarier atau bekerja di sektor industri, tetapi juga sangat berpeluang menjadi entrepreneur,” ucap Mafrur Udhif Nofaizzi.
Prodi D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital bisa dipilih calon mahasiswa baru baik pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun pada jalur seleksi mandiri Unesa. (Tim Humas Unesa)
***
ON-AIR Prodi D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital: YouTube Official Unesa
Tentang Fakultas Vokasi: Fakultas Vokasi | Universitas Negeri Surabaya
Share It On: