Bertempat di Auditorium PPs Unesa tanggal 30 dan 31 Juli hari Senin dan Selasa, telah diadakan ujian doktor dengan empat promovendus. Empat doktor baru ini merupakan lulusan Program Studi S3 Pendidikan Matematika PPs Unesa. Program Pascasarjana Unesa sampai saat ini telah meluluskan 32 doktor.

Pada hari pertama Dr. Nurdin, M.Pd, mempresentasikan disertasi dengan judul: 'Model Pembelajaran Matematika yang Menumbuhkan Kemampuan Metakognitif untuk Menguasai Bahan Ajar'. Pengembangan Model PKPM dilatar belakangi oleh perlunya pertumbuhan kemampuan meta kognitif siswa sebagai salah satu tujuan pembelajaran, secara berencana dalam pembelajaran matematika. ”Model PKPM ini dapat diimplementasikan secara luas oleh guru-guru matematika,” ujar doktor kelahiran Bima NTB dan sekarang jadi tenaga edukatif di FMIPA UNM Makasar.

Pada ujian yang kedua, Dr. Dwi Priyo Utomo, mengambil judul: 'Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Matematika yang Berorientasi Pada Kepribadian Siswa'. ”Model pembelajaran yang ada selama ini kurang memperhatikan karakteristik individual siswa,” kata Dwi panggilan akrabnya. Doktor yang dilahirkan di Blitar dan sebagai dosen FKIP Unmuh Malang ini berharap pembelajaran matematika hendaknya lebih memperhatikan kepribadian siswa. Beberapa aspek kepribadian siswa dapat ditingkatkan/diperkuat melalui pembelajaran matematika.

Dr. Tatag YES dengan disertasi: 'Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap Berpikir Kreatis Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika' tampil pada hari kedua. Pada ujian itu ia berhasil meraih predikat sangat memuaskan. ”Saya sangat bersyukur karena banyak diberi kemudahan dalam menyelesaikan disertasi ini,” ujarnya. Dia berupaya merumuskan penjejangan kemampuan berpikir kreatif siswa yang valid dan reliabel, sekaligus menemu kenali ciri-ciri tahap-tahap berpikir kreatif untuk tiap tingkat kemampuan. Doktor yang dilahirkan di Jember tahun 1971 merupakan dosen FMIPA Unesa yang produktif dalam pembuatan karya tulis. Dua buah karya tulisnya telah berhasil dipublikasikan di kancah internasional pada acara: International Conference of Pschology of Mathematic Educations.

'Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan masalah Berbasis Budaya Batak' merupakan disertasi yang dipresentasikan Dr. Bornok Sinaga pada ujian yang kedua. ”Matematika adalah produk budaya, hasil abstraksi pikiran manusia, dan alat pemecahan masalah, ” ucap pria kelahiran Medan tahun 1965. Doktor yang juga dosen di FMIPA Universitas Negeri Medan ini berharap dalam pembelajaran matematika di sekolah guru harus melibatkan siswa memikirkan kembali bagaimana terciptanya berbagai konsep dan prinsip matematika dan memanfaatkan aspek-aspek budaya agar siswa merasakan kegunaan matematika dalam kehidupan.

Selamat untuk empat doktor baru, semoga sukses mengembangkam matematika.

  • By Redaksi UNESA
  • 31 Juli 2007
  • 14098 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"