Seiring dengan hiruk pikuk akan diselenggarakannya UN (Ujian Nasional) tahun 2011, soal UN akan dibuat 5 Paket. Pembuatan 5 Paket soal ini tidak mempersulit siswa dalam mengerjakan soal akan tetapi mengandung makna, pertama menuntun siswa membiasakan diri untuk mandiri dengan tidak menghiraukan berbagai issue yang dapat membuyarkan persiapan dirinya mengikuti UN; kedua, UN tahun 2011 diharapkan memberikan  pembelajaran bagi peserta UN sebagai generasi penerus untuk bertindak jujur; ketiga,  menghalau berbagai pihak yang memanfaatkan momen UN mencari keuntungan pribadi maupun merusak moral generasi muda; demikian beberapa hal yang disampaikan Prof.Dr. Muchlas Samani,M.Pd. jika ditarik suatu kesimpulan apa yang dikemukakannya. Oleh karena itu peserta UN minimal harus melakukan beberapa hal sebelum mengisi LJU yaitu; pertama melihat kode Soal, jika salah menulis kode A/B/C/D/E akan berakibat fatal karena kunci jawaban satu sama lain berbeda , kedua, memeriksa jumlah lembar soal, ketiga, meneliti soal jika ada kecacatan sesegera mungkin ditukarkan pada pengawas ruang.

Rektor Unesa selaku koordinator pengawas UN Jatim setelah penandatanganan "MoU" (nota kesepahaman) pengawas UN 2011 di Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada (23/3/2011). Penandatanganan itu dilakukan bersama dengan pimpinan sembilan PTN se-Jatim. Kesembilan PTN secara berurutan dimulai dari Unair, ITS, UB (Universitas Brawijaya), UNESA, UM (Universitas Negeri Malang), Universitas Jember, IAIN Sunan Ampel Surabaya, UIN (Universitas Islam Negeri) Malang, dan UTM (Universitas Trunojoyo Madura).

Pada kesempatan itu juga ditegaskan kembali bahwa kriteria kelulusan ditentukan dari nilai raport berbobot 40% dan nilai UN berbobot 60%, dengan demikian diharapkan perbandingan ini akan berkontribusi pada kecenderungan kelulusan siswa, jika siswa selama semester 1 5 belajar dengan baik. Oleh karena itu Prof. Muchlas mengajak kepada semua pihak untuk menghantar siswa peserta UN yang akan dilaksanakan pada 18-21 April 2011 berlaku jujur sehingga siswa-siswa ini akan mendapat legitimasi ijasah yang amanah dan barokah meniti masa depan yang lebih cerah.
 
Selanjutnya Prof. Muchlas juga mewanti-wanti kepada rekan-rekan sejawat khususnya dibidang pendidikan untuk tidak mempercayai berbagai info yang tidak bersumber dari panitia pelaksana UN 2011 terkait dengan berbagai hal yang dapat mengancam pelaksanaan UN. Apalagi terkait dengan issue beredarnya kunci jawaban tidak perlu ditanggapi, khususnya bagi orang tua siswa peserta UN. Prof. Muchlas juga menjamin "soal UN Insya Allah tidak bocor, karena dalam pengawasan ini juga dilibatkan dan dibackup penuh oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur. Masalah keamanan mulai dari penerimaan master soal dari BSNP pencetakan, pengiriman, distribusi sampai pada pemindaian dipercayakan sepenuhnya kepada kepolisian disamping unsur pengawas dari Unesa". Mengakhiri pembicaraan, Rektor Unesa mohon pada semua pihak berdo'a agar pelaksanaan UN 2011 lancar dan sukses menghantarkan siswa-siswa yang jujur, mandiri dan dapat dipersiapkan sebagai penerus perjuangan bangsa. Amin. [Ayu Masruroh_Humas]




Rektor UIN Malang sedang menerima naskah kesepahaman.



Rektor Unesa menandatangani naskah kesepahaman disaksikan Rektor Unej.

  • By Redaksi UNESA
  • 24 Maret 2011
  • 1460 Pembaca
  • Universitas Negeri Surabaya|State University of Surabaya
"GROWING WITH CHARACTER"