
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menyelenggarakan Unesa – Equity LPDP International Summer Course in SDGs and STEM pada 1–7 Februari 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 9 Fakultas Kedokteran, Kampus Lidah Wetan, program berskala internasional ini diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari delapan negara, mulai dari Rusia, Afghanistan, Nigeria, Malaysia, Pakistan, Yaman, hingga Vietnam.
Program ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Fokus utamanya adalah memperkuat kolaborasi global dalam merancang solusi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Selama sepekan, para peserta mendapatkan paparan materi dari sejumlah pakar internasional. Dalam sesi keynote secara hybrid, Olivia Maria dari Western Sydney University menekankan bahwa kesetaraan dalam pendidikan STEM adalah kunci masa depan. "Kesetaraan berarti menciptakan sistem di mana peluang tidak dibatasi oleh geografi, gender, atau latar belakang sosial ekonomi," ungkapnya.

www.unesa.ac.id
Sementara itu, dari sudut pandang praktisi, Midha Mulyaningrum selaku Regional Brand Director Opella membedah penerapan design thinking dalam inovasi kesehatan. Ia menegaskan bahwa inovasi yang berdampak harus dimulai dari empati terhadap kebutuhan masyarakat. Materi ini memperkuat integrasi poin SDGs di sektor kesehatan, inovasi, serta konsumsi yang bertanggung jawab.
Diskusi semakin kaya dengan kehadiran Kamaruzzaman Sopian dari Universiti Teknologi PETRONAS yang mengulas energi terbarukan, serta Mohd Haidzir Abd Manaf dari UiTM Malaysia yang menyoroti pentingnya aksesibilitas kesehatan digital yang inklusif.
Tak hanya di dalam kelas, peserta diajak terjun langsung ke lapangan untuk melihat praktik pembangunan berkelanjutan secara nyata. Di Kebun Teh Wonosari, peserta mempelajari sustainable agriculture, mulai dari konservasi tanah hingga agribisnis modern yang ramah lingkungan.

www.unesa.ac.id
Kontribusi terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui aksi bersih sampah dan penanaman mangrove di Hutan Mangrove Wonorejo sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Climate Action (SDG 13). Sebagai puncak program, para peserta yang terbagi dalam tujuh kelompok internasional ditantang merancang solusi berbasis STEM menggunakan pendekatan design thinking.
Program ditutup dengan kemeriahan cultural session dari berbagai negara dan pertunjukan megah Reog Ponorogo. Direktur Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran Unesa, Rooselyna Ekawati, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen universitas dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berpikiran global namun tetap memiliki tanggung jawab sosial.
Didukung oleh LPDP melalui Program Equity, peserta tidak hanya mendapatkan jejaring akademik global, tetapi juga sertifikat internasional yang setara dengan 3 SKS atau 5 ECTS. International Summer Course 2026 ini mempertegas peran pendidikan tinggi sebagai motor penggerak inovasi dan kolaborasi lintas batas menuju dunia yang lebih baik.][
***
Penulis: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: