
Momen penutupan ini dikemas dalam bentuk pemaparan pengalaman, serta kesan peserta setelah menjalani program pertukaran di Unesa.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Summer Camp 2025 melalui upacara penutupan di Auditorium Utama (Auditum) Rektorat Kampus Unesa 2 Lidah Wetan pada Jumat, 12 September 2025.
Program yang berlangsung selama sepekan itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo menyampaikan bahwa Summer Camp menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus wadah pembelajaran yang memantik semangat kolaborasi lintas negara.
Menurutnya, partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari para peserta yang datang dari 22 negara itu menjadi bukti bahwa pengalaman yang ditawarkan Unesa memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan mendalam.
Tahun ini, Summer Camp diikuti 50 peserta dari 22 negara, dan beberapa benua, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Mereka dibagi dalam empat kelompok yang diberi nama berdasarkan wilayah di Surabaya.

Unesa juga memberikan apresiasi kepada peserta program pertukaran dalam berbagai kategori.
Selama tujuh hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang meliputi tur kampus, olahraga dan permainan tradisional, memasak kuliner khas Indonesia, pembelajaran tari tradisional, hingga city tour ke sejumlah ikon Kota Pahlawan.
Setiap momen dirancang agar peserta tidak hanya memahami Indonesia dari sisi akademik, tetapi juga merasakan langsung kehangatan budaya dan masyarakatnya.
Salah satu peserta asal Republik Guinea, Afrika Barat, Boubacar Demba Barry menyampaikan bahwa pengalaman di Summer Camp memberikan kesan yang sangat berharga. Ia belajar banyak tentang pentingnya usaha dalam mengorganisasi sebuah komunitas sekaligus merasakan kebersamaan yang menginspirasi.
Pada kesempatan ini, peserta mempresentasikan pengalaman paling berkesan yang mereka alami sepanjang program. Panitia juga memberikan penghargaan kepada kelompok dan individu terbaik dalam kategori presentasi, kreativitas, solidaritas, serta partisipasi.

Peserta menyampaikan bahwa banyak pengalaman dan kesan yang mendalam yang didapatkan selama di Unesa, dan itu menjadi bekal penting bagi perjalanan mereka ke depan.
Momen ini menegaskan bahwa Summer Camp bukan sekadar ajang belajar, tetapi juga ruang apresiasi bagi setiap proses kebersamaan yang terjalin.
Summer Camp 2025 selain menjadi ajang pertukaran budaya, juga sarana memperkuat jejaring pendidikan internasional. Unesa berkomitmen menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang memberi ruang bagi mahasiswa dunia untuk saling belajar, menghargai keberagaman, dan membangun kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan.
Melalui program ini, Unesa menegaskan kontribusinya dalam memperkuat hubungan baik antar-negara, sejalan dengan komitmen kampus mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG) ke-17: Partnerships for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. ][
***
Reporter: Dava Yessy Marshela (FBS) dan Erlina Dwi Hidayanti (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: