
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan resmi Konsul Kehormatan Jenderal India untuk membahas perluasan kerja sama akademik di Gedung Rektorat, Kampus II Lidah Wetan, pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam mempererat hubungan bilateral melalui sektor pendidikan dan kebudayaan.
Fokus diskusi diarahkan pada sejumlah poin kolaborasi konkret, mulai dari penawaran beasiswa, program mobilitas mahasiswa, pertunjukan seni budaya, hingga rencana mendatangkan pengajar bahasa Sanskerta dan ahli meditasi langsung dari India.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK, Dwi Cahya Kartiko menekankan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting bagi Unesa untuk memperluas jejaring internasional. Langkah ini diambil guna mendukung ambisi institusi bertransformasi menjadi World Class University (WCU).
“Kolaborasi dengan pemerintah India diharapkan mampu memperkuat wawasan internasional sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan Unesa di mata dunia,” papar guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.

www.unesa.ac.id
Senada dengan hal tersebut, Konsul Kehormatan Jenderal India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat, menyoroti masih minimnya jumlah tenaga profesional Indonesia yang berkarier di luar negeri. Ia menyatakan keinginan kuat untuk bermitra dengan Unesa guna mengerek kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara kompetitif di level global.
Dalam sesi diskusi, perwakilan bidang Pendidikan Sendratasik, Welly Suryandoko dan Tomy Agung Sugito, melihat adanya kemiripan pola antara teater tradisional India dengan Indonesia. Keduanya mengusulkan kerja sama berupa pertukaran pelajar dan pemanfaatan peluang beasiswa untuk melanjutkan studi seni ke India.
Saat ini, India memiliki jaringan sekitar 183 universitas yang terintegrasi dalam skema beasiswa ITEC dan ICCR. Manoj Bhat menegaskan bahwa dalam proses seleksi, ia mencari kandidat yang memiliki kemauan kuat, bukan sekadar unggul secara akademik.
"Salah satu syarat rekomendasi dari saya adalah penerima beasiswa wajib kembali ke tanah air untuk membangun Indonesia setelah menyelesaikan studinya," tegas Konsul Kehormatan Jenderal India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat.

www.unesa.ac.id
Menanggapi peluang tersebut, perwakilan Subdirektorat Mobilitas Akademik, Fasih Bintang Ilham, memohon dukungan fasilitas bagi mahasiswa Unesa yang akan menjalani program mobilitas di India. Ia juga berharap kuota mahasiswa India yang belajar di Unesa melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dapat terus bertambah.
Manoj berjanji akan merancang sistem informasi yang lebih efektif agar calon mahasiswa India melirik Indonesia, khususnya Unesa, sebagai tujuan studi. Selain itu, ia menyatakan kesiapannya untuk mempermudah pelaksanaan community service (pengabdian masyarakat) dan pertukaran pelajar antar-kedua negara.
Menutup rangkaian pertemuan, Manoj Bhat secara khusus mangapresiasi dedikasi Unesa dalam membangun bangsa. Ia berkomitmen membantu para dosen dan staf administrasi untuk mengakses beasiswa melalui program ITEC guna peningkatan kompetensi SDM di lingkungan kampus.][
***
Reporter: Ahmad Daffa F. (FT)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: