
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjajaki pengembangan program gelar ganda (double degree) bersama Nagoya University, Jepang. Penjajakan kerja sama ini menyasar tiga program studi, yakni S-2 Teknologi Pendidikan, S-2 Pendidikan Olahraga, dan S-1 Pendidikan Bahasa Jepang, sebagai langkah memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan berstandar internasional.
Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung pada 21 Oktober 2026 dalam kunjungan delegasi Nagoya University ke Unesa. Pertemuan ini menjadi kelanjutan hubungan akademik kedua perguruan tinggi yang telah terjalin melalui Nagoya University Program for Academic Exchange (NUPACE).
Melalui program pertukaran tersebut, mahasiswa Unesa telah memperoleh kesempatan belajar di Nagoya University secara rutin setiap tahun sejak 2002.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyatakan penjajakan ini diarahkan untuk membuka jalur pendidikan internasional yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
“Kami ingin mengembangkan kerja sama yang memberi mahasiswa kesempatan memperoleh pengalaman akademik lintas negara sekaligus memperkuat kompetensi mereka sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Pengembangan program double degree menjadi salah satu peluang yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Melalui skema ini, mahasiswa berpotensi menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi dan memperoleh gelar dari masing-masing institusi setelah memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan bersama.
Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan teknis sebelum dapat direalisasikan. Kedua pihak perlu menyelaraskan kurikulum, menentukan mekanisme transfer kredit, menghitung durasi studi, serta membahas dukungan pendanaan. Kesepakatan mengenai aspek-aspek tersebut akan menentukan kelayakan program dan jalur pelaksanaannya.
Selain penjajakan gelar ganda, kedua perguruan tinggi berpeluang memperluas kolaborasi melalui pertukaran mahasiswa dan dosen serta kegiatan akademik bersama.
Langkah tersebut dapat menjadi ruang untuk menguji kesesuaian bidang keilmuan, memperkuat jejaring peneliti, dan membangun pengalaman kerja sama sebelum program gelar ganda dirumuskan lebih lanjut.
Sebagai tambahan, dalam sesi diskusi ini dihadiri lima delegasi Nagoya University, termasuk Professor Yoshiyuki Suto selaku Vice President of International Affairs, Dr. Matthew Linley selaku Advisor to the Vice President of International Affairs, serta Professor Mina Hattori yang menjabat Dean of the Graduate School of Education and Human Development. Turut hadir Professor Miyachi Asako, anggota dewan sekaligus profesor di Graduate School of Humanities. [ ]
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Kerjasama Unesa






