
Unesa.ac.id, SURABAYA—Kemitraan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang yang terjalin sejak Agustus 2026 mulai diarahkan pada pengembangan program akademik konkret, mulai dari double degree hingga magang riset berbasis laboratorium.
Kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi Jepang sekaligus memperluas kesempatan kolaborasi ilmiah lintas negara.
Penjajakan program tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi Unesa dan NAIST di Laboratory of Human-AI Interaction, NAIST, Ikoma, Jepang, pada 23 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kedua institusi menerjemahkan kemitraan menjadi program mobilitas akademik dan kolaborasi riset yang dapat dikembangkan secara bertahap.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Unesa mempresentasikan proposal program double degree yang menyasar sejumlah program studi magister dan doktor.
Direktur Keuangan Unesa, Hariyati, menyampaikan bahwa penjajakan ini diarahkan untuk membangun skema pendidikan lintas institusi yang sesuai dengan bidang keilmuan, kurikulum, dan kebutuhan pengembangan akademik mahasiswa.
“Unesa mendorong agar kemitraan dengan NAIST dapat diwujudkan melalui program double degree, pertukaran mahasiswa, dan magang riset yang terstruktur sehingga memberikan pengalaman akademik internasional sekaligus memperkuat kapasitas penelitian mahasiswa,” ujarnya.

Program studi Unesa yang dijajaki untuk skema double degree meliputi Magister Pendidikan Sains, Pendidikan Fisika, Fisika, dan Teknik Elektro, serta Doktor Teknik Elektro Informatika dan Pendidikan Sains.
Adapun penentuan pasangan bidang akan mempertimbangkan kesesuaian kurikulum dan fokus keilmuan pada tiga divisi di NAIST, yakni Biological Science, Material Science, dan Information Science.
Selain program gelar bersama, kedua institusi membahas peluang magang riset berbasis laboratorium. Skema ini memungkinkan mahasiswa terlibat dalam kegiatan penelitian di NAIST, kemudian mengembangkan pengalaman dan hasil risetnya sebagai bahan skripsi atau tesis. Kolaborasi tersebut juga berpotensi menghasilkan publikasi ilmiah bersama.
Dalam diskusi, Assistant Professor Materials Science NAIST, Bermundo Juan Paolo Soria turut membahas kemungkinan pendanaan bagi peserta magang melalui sejumlah skema, termasuk J-PEAKS, Japan Student Services Organization (JASSO), dan Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) Jepang. Akses pendanaan menjadi salah satu aspek penting untuk memperluas kesempatan mahasiswa mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.
Melalui kemitraan ini, delegasi Unesa diikuti oleh Hariyati, Suroto, Fatkur Rohman, Asrori, dan Pradini Puspitaningayu. Sementara itu, delegasi NAIST diwakili Sakriani Sakti, Bermundo Juan Paolo Soria, dan Christopher Wiraatmaja. [ ]
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Dokumentasi: Tim Kerja Sama Unesa






