
Sujarwanto, Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa (depan kanan) dan jajaran pengurus dan guru bersama Ketut Purwantoro, Direktur Dejavato Foundation (depan kiri) dalam workshop “Penguatan Kelembagaan Labschool Unesa Menuju Sekolah Bertaraf Internasional”.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Dalam memperkuat langkah menuju sekolah bertaraf internasional, Labschool Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Workshop bertajuk “Penguatan Kelembagaan Labschool Unesa Menuju Sekolah Bertaraf Internasional” pada Selasa, 4 November 2025 di Auditorium Lantai 10, Gedung Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketut Purwantoro, Direktur Dejavato Foundation sebagai narasumber utama. Sujarwanto, Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa menjelaskan kegiatan ini dalam rangka internasionalisasi Labschool, yang tidak bisa dilakukan secara mandiri, melainkan perlu melibatkan berbagai stakeholders termasuk bekerja sama dengan Dejavato.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Karena ini sekolah yang akan menuju ke standar internasional, maka harus banyak melibatkan mitra internasional sebagai penguatan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Labschool Unesa terus memperkuat penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, bahkan Portugis sesuai arah kebijakan pemerintah. Kehadiran volunteer asing diharapkan dapat memberikan warna baru dalam pembelajaran dan memperluas wawasan global bagi siswa.

Sujarwanto, Kepala Badan Pengelola Labschool Unesa menegaskan bahwa kerja sama dengan Dejavato Foundation tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi berlanjut untuk penguatan program internasionalisasi sekolah.
Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) itu menjelaskan program ini juga menyasar peningkatan kompetensi guru.
“Guru-guru juga akan kami kirim untuk magang atau kursus di berbagai negara sesuai bidangnya. Jadi tidak hanya siswanya, gurunya juga kita libatkan dalam program pertukaran internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ima Widiyanah, Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Kerja Sama Labschool Unesa menegaskan bahwa kerja sama dengan Dejavato bukan tanpa alasan. Dejavato Foundation, yang berdiri sejak 2005, merupakan organisasi di bawah jaringan UNESCO dan Erasmus, berfokus pada pertukaran volunteer internasional (International Voluntary Service).
“Kami ingin memperkuat posisi Labschool sebagai sekolah yang benar-benar go international. Di Dejavato ini rumahnya para volunteer dari Eropa, Asia, Amerika, dan berbagai negara. Harapannya nanti ada native speaker yang bisa mengajar di Labschool dalam jangka panjang,” jelasnya.

www.unesa.ac.id
Ia menambahkan, melalui kerja sama ini, Labschool juga berpeluang mengikuti program outbound seperti pelatihan guru di luar negeri melalui beasiswa. Salah satunya adalah pelatihan dua minggu di Jerman yang menjadi bagian dari program Erasmus.
Dalam paparannya, Ketut Purwantoro memaparkan bahwa Dejavato Foundation telah bekerja sama dengan lebih dari 100 lembaga NGO di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika serta 289 mitra lokal di Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.
“Sekolah internasional bukan hanya tentang bahasa, tetapi juga membentuk karakter global. Itulah yang diperkuat melalui kerja sama ini. Para siswa harus disiapkan dari sisi personal, interpersonal, intercultural, dan global understanding,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Dejavato tidak hanya fokus mengirim relawan ke luar negeri, tetapi juga membawa relawan asing ke Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan edukatif dan berbudaya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar pertukaran, tapi pembentukan mental, fleksibilitas, dan toleransi agar siswa siap bersaing secara global.][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: