Dari Pati ke Surabaya, Dengan Keterbatasannya, Aliya Menapaki Mimpi Menjadi Pengacara di Unesa
Aliya Putri Azizah, seorang mahasiswa tunadaksa dari Pati, memulai pendidikan di Fakultas Hukum Unesa dengan cita-cita menjadi pengacara. Ia diterima melalui jalur mandiri disabilitas Unesa, yang memberikannya pembebasan UKT dan SPI selama delapan semester, sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya. Aliya berencana aktif di organisasi, UKM disabilitas, dan magang di LBH untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan karirnya. Unesa juga mendukungnya dengan program Teman Pendamping Disabilitas untuk adaptasi di kampus. Kisah Aliya menunjukkan tekadnya meraih pendidikan tinggi dan membangun kompetensi, sekaligus upaya Unesa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.
Read More






