
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam acara Ramah Tamah Mitra Kerja Sama Ditjen PAUD Dikdasmen di Jakarta, pada 2 Juni 2025.
Penghargaan diserahkan langsung Gogot Suharwoto, Dirjen PAUD Dikdasmen kepada Unesa melalui Kepala Pusat Literasi, LPPM, Kisyani Laksono; bersama Koorprodi S-1 PG-PAUD, Kartika Rinakit Adhe; dan Kasubdit Kerja Sama, Farij Ibadil Maula.
Kepala Pusat Literasi, Kisyani Laksono menjelaskan bahwa, apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi Unesa dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di Indonesia.
Unesa mendukung program prioritas nasional bidang pendidikan melalui sejumlah program yang dilaksanakan seperti PKS dengan PDM 10 yang berada dalam lingkup Ditjen PAUD Dikdasmen untuk mendukung program “pemulihan pembelajaran” di Jawa Timur.
“Saat itu Unesa mendampingi para guru di Kota Surabaya dan para guru di Pamekasan,” beber guru besar Fakultas Ilmu Bahasa dan Seni (FBS) itu.
Selaini tu, Unesa juga mendukung pengembangan model Sekolah Ramah GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion atau Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial) yang selaras dengan dimensi profil lulusan dan KAIH.
Kontribusi strategis Unesa dengan berperan aktif dalam mendukung berbagai program prioritas nasional yang telah dicanangkan Ditjen PAUD Dikdasmen juga dilakukan Unesa melalui peran Prodi S-1 PG-PAUD.

www.unesa.ac.id
Kartika Rinakit Adhe, Koorprodi S-1 PG-PAUD Unesa menyatakan salah satu kontribusi yang dilakukan yaitu dalam bentuk penyusunan modul dan panduan pembelajaran kontekstual, pendampingan implementasi pembelajaran berbasis STEAM dan deep learning, serta dukungan terhadap peningkatan literasi anak usia dini.
Kampus ‘Growing with Character’ juga telah merancang tindak lanjut kerja sama strategis melalui berbagai inisiatif terintegrasi dengan program prioritas Ditjen PAUD Dikdasmen.
“Fokus Unesa tidak hanya mendukung program pemerintah melalui Ditjen PAUD, tetapi juga menghadirkan dampak dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan anak usia dini,” ucap Adhe.
Selain menerima penghargaan, pada kesempatan itu perwakilan Unesa mendapatkan penguatan seputar program prioritas pendidikan nasional sebagai penerjemahan Asta Cita. Ada 12 program yang dikembangkan.
Dari jumlah itu ada empat program prioritas yang disampaikan secara khusus, yakni pembelajaran mendalam, pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial, tes kemampuan akademik, dan penguatan pendidikan literasi, numerasi, sains dan teknologi.
Selain itu, terkait delapan dimensi profil lulusan yang meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi) serta 7-KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat).
KAIH terdiri dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Saat sesi diskusi Kisyani menyoroti istilah “tidur cepat” yang ambigu karena dapat bermakna ‘tidur dalam waktu singkat’ atau ‘tidur secara cepat dengan teknik tertentu’. Ia mengusulkan istilah “tidur awal” atau “tidur cukup” sebagai penggantinya. ][
***
Reporter: Muhammad Azhar Adi Mas’ud (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Dok Kepala Pusat Literasi Unesa
Share It On: