
Unesa.ac.id, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu atau penipuan yang mengatasnamakan kampus dalam hal penerimaan mahasiswa baru. Himbauan ini disampaikan menyusul adanya indikasi modus penipuan yang kerap terjadi setiap tahun, terutama menjelang dan sesudah proses seleksi nasional.
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. menegaskan bahwa tidak ada jalur masuk Unesa yang dilakukan melalui pihak perorangan, perantara, atau yang menawarkan bantuan masuk melalui komunikasi personal. Semua jalur masuk hanya dilakukan melalui sistem resmi dan seleksi yang ketat berdasarkan prestasi maupun hasil tes.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Hasan itu menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah membuka jalur khusus atau memberikan perlakuan istimewa di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
“Kalau ada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan lembaga atau pimpinan yang menjanjikan atau menawarkan kemudahan masuk Unesa, itu dipastikan tidak benar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Unesa tidak membuka jalur seleksi lain di luar jalur nasional seperti SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), serta jalur mandiri resmi yang diumumkan secara terbuka oleh kampus. Semua jalur tersebut dilakukan melalui sistem seleksi yang transparan dan akuntabel.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan rektor atau pimpinan Unesa. Pastikan selalu mengecek informasi hanya dari kanal resmi,” lanjut Cak Hasan.
Saat ini, seluruh informasi terkait penerimaan mahasiswa baru Unesa disampaikan secara resmi melalui laman website www.unesa.ac.id, akun media sosial resmi Unesa, serta laman khusus admisi di admisi.unesa.ac.id. Semua informasi mengenai jalur seleksi, program studi, biaya pendidikan, dan jadwal pelaksanaan seleksi diumumkan secara terbuka di sana.
Unesa mengajak masyarakat, khususnya calon mahasiswa dan orang tua, untuk lebih cermat dalam menyaring informasi, serta tidak tergiur dengan iming-iming kelulusan atau kemudahan tanpa proses resmi. Dengan kewaspadaan dan informasi yang benar, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari praktik penipuan dan tetap mendukung prinsip pendidikan yang adil dan transparan. (Humas Unesa)
Share It On: