
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi dan Asistensi Persiapan Launching Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba (IKA) di Gedung Rektorat, Kampus II Unesa Lidah Wetan, pada Rabu—Kamis, 16–17 Oktober 2025.
Acara ini dihadiri perwakilan BNN RI, BNNP Jatim, Dinas Pendidikan, serta akademisi dari berbagai satuan pendidikan sebagai wujud sinergisitas memperkuat lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari narkoba.
Kepala Seksi Layanan dan Bimbingan Konseling Unesa, Retno Tri Hariastuti berharap bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan BNN merupakan langkah strategis untuk membangun lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari narkoba.
"Insya Allah asistensi Unesa selama empat tahun ini fasilitasnya lebih baik. Pesan harapan cukup untuk memastikan program kita menjadi lebih baik," ujar dosen kelahiran Madiun itu.

www.unesa.ac.id
Sejalan dengan itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN RI, Eva Fitri Yuanita menyampaikan bahwa integrasi kurikulum anti-narkoba di Jawa Timur merupakan langkah penting untuk mewujudkan satuan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
"BNN memiliki konten pencegahan, tetapi untuk menyusun kurikulum yang sesuai, kami perlu asistensi dari para akademisi dan instansi pendidikan. Karena itu, kami menggandeng dinas pendidikan, pengawas sekolah, serta kementerian terkait agar integrasinya berjalan berjenjang dan sesuai dengan sasaran pendidikan,” ujarnya.
Stafrine Jeanife, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Jatim menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang jauh dari pengaruh dan penyalahgunaan narkoba.
"Harapannya para peserta bisa memberikan sumbangsih, dan juga pengalaman-pengalaman yang telah diterapkan di sekolah masing-masing," ujarnya. ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: