
Tim peneliti bertemu dengan warga pesisir terkait penelitian pengembangan inovasi UMKM.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Dalam upaya mewujudkan visi Asta Cita, khususnya pada penguatan ekonomi produktif, pembangunan ekonomi hijau dan biru, serta transformasi digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggagas penelitian kolaboratif strategis bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Penelitian yang berfokus pada penguatan kewirausahaan dan UMKM di kawasan pesisir berbasis blue economy ini secara spesifik berupaya menguji pengembangan teori UTAUT terhadap innovative work behavior UMKM kawasan blue economy dengan faktor lingkungan kerja dan pembelajaran bisnis sebagai variabel kunci.
Proyek ini menjadi kontribusi konkret terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG-8 (decent work and economic growth), SDG-9 (industry, innovation, and infrastructure), dan SDG-14 (life below water).
Penelitian ini dipimpin Farij Ibadil Maula, dosen FEB Unesa, bersama tim akademisi dari Unesa dan Rizka Zakiah dari UNJ, serta melibatkan mahasiswa sebagai representasi peneliti muda. Penelitian ini lahir dari kegelisahan tim atas masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM di kawasan pesisir.
“Transformasi digital bukan sekadar kebutuhan, tapi keniscayaan untuk bertahan dan berkembang di era ekonomi biru. Penelitian ini membuktikan bahwa ketika teknologi dipahami dan didukung oleh lingkungan kerja yang suportif, maka inovasi dan kreativitas akan tumbuh secara signifikan,” ungkap Farij Ibadil Maula.

www.unesa.ac.id
Penelitian ini mencakup pelaku UMKM pesisir yang tersebar di enam wilayah Jawa Timur: Lamongan, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Sektor yang diteliti sangat beragam, meliputi kerajinan berbasis bahan laut, produksi makanan dan minuman laut, hingga usaha pendukung pariwisata seperti penginapan dan jasa wisata.
Raya Sulistyowati, tim peneliti menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap kemanfaatan dan kemudahan penggunaan teknologi digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kerja inovatif (Innovative Work Behavior) pelaku UMKM pesisir.
Temuan ini diperkuat keberadaan lingkungan kerja yang suportif, di mana kolaborasi, komunikasi, dan dukungan antarpekerja menjadi katalis bagi tumbuhnya ide-ide baru dan praktik inovatif.
Sementara itu, pembelajaran bisnis terbukti memperkuat hubungan antara lingkungan kerja dan perilaku inovatif, menjadikannya jembatan penting bagi pelaku UMKM untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan produktif.
Brillian Rosy, tim peneliti mengatakan, di Banyuwangi, Lamongan, dan Situbondo, banyak pelaku UMKM mulai memanfaatkan marketplace, TikTok Shop, dan katalog digital untuk memperluas pasar. Sementara di Pasuruan, Surabaya, dan Probolinggo, inovasi produk seperti kopi biji mangrove dan olahan laut berkelanjutan menunjukkan kreativitas lokal yang luar biasa.

www.unesa.ac.id
Menurut Eva Mufidah, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam strategi bisnis mikro agar efisiensi dan keberlanjutan berjalan seimbang. Angga Martha Mahendra juga menegaskan bahwa pembelajaran bisnis bukan hanya tentang teori, tetapi tentang membangun kepercayaan diri pelaku UMKM untuk berinovasi dan beradaptasi.
Rizka Zakiah dari UNJ menilai kolaborasi ini sebagai wujud sinergi antarperguruan tinggi dalam mendorong ekonomi pesisir berkelanjutan. "Kolaborasi seperti ini memperkaya keilmuan dan memperkuat jejaring riset nasional menuju riset berdaya saing global,” ujarnya. (Tim Peneliti)
Share It On: