
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan penyegaran sekaligus rekrutmen reviewer internal untuk program penelitian dan PKM tahun 2026. Kegiatan bertajuk “Reviewer Unggul untuk Penelitian dan PKM Berkualitas dan Berdampak” ini berlangsung di Auditorium Lantai 11, Gedung Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Agenda ini diikuti jajaran reviewer internal senior serta para calon reviewer baru. Untuk memberikan wawasan mendalam, LPPM Unesa menghadirkan narasumber dosen sekaligus pakar Universitas Diponegoro (Undip), Jamari.
Kepala LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani menegaskan bahwa peran reviewer sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas riset dan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi.
Guru besar Unesa itu menyebut bahwa integritas dan kompetensi adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap penilai.

www.unesa.ac.id
“Reviewer bukan sekadar penilai administrasi, tetapi penjaga mutu substansi. Melalui penyegaran ini, kami ingin memastikan para reviewer internal memiliki pemahaman yang kuat terhadap standar dan etika penilaian,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas ini merupakan bagian dari komitmen Unesa untuk melahirkan karya penelitian yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo menekankan bahwa penguatan riset, publikasi dan pengabdian merupakan suatu keniscayaan dalam menghadirkan dampak di masyarakat. Riset menjadi tulang punggung inovasi dan pembangunan nasional.
“Untuk itulah, riset perlu terus kita perkuat untuk menjawab tantangan dan kebutuhan baik sekarang maupun yang akan datang. Jadi, arah riset Unesa yaitu memperhadirkan dampak, dan mendorong inovasi dan pembangunan,” ucapnya.

www.unesa.ac.id
Pada sesi materi, pakar Undip, Jamari menjelaskan bahwa sistem penilaian yang kuat adalah fondasi utama dari ekosistem riset nasional. Menurutnya, seorang reviewer memegang peran sentral dalam menentukan arah mutu penelitian sekaligus mendorong inovasi melalui umpan balik yang konstruktif kepada para peneliti.
“Reviewer menentukan kelayakan pendanaan sekaligus kualitas riset. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap kode etik menjadi kunci utama agar proses penilaian tetap objektif dan kredibel,” jelas Jamari.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan ‘kerahasiaan’ proposal, menghindari konflik kepentingan, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dalam proses penilaian.
Kolaborasi antara sistem penilaian di tingkat perguruan tinggi dan pusat dinilai sebagai langkah krusial untuk memperkuat ekosistem penelitian di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unesa berharap dapat mencetak barisan reviewer yang profesional dan berintegritas. Harapannya, hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dari Unesa ke depan semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional.][
***
Reporter: Azhar (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: