
Tim Robot FT Unesa mengibarkan bendera kampus ‘Rumah Para Juara’ di panggung awarding Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Dewo Robotic, tim robot Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa)kembali menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi nasional. Mereka memboyong 4 penghargaan sekaligus pada ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2025 yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, 16-20 Oktober 2025.
Keempat penghargaan yang berhasil diraih meliputi juara 2 Divisi Racing Plane (RP), juara 2 Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA), juara harapan 1 Divisi Fixed Wings (FW), dan penghargaan Unique Design Divisi Technology Development (TD).
Pada kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini, FT Unesa menurunkan 46 mahasiswa untuk berkompetisi di 5 divisi.
Tim terdiri dari mahasiswa prodi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Sipil, dan Pendidikan Teknologi Informasi. Perlombaan ini berlangsung di dua venue, yaitu Lanud Sutan Sjahrir dan kampus Universitas Andalas sebagai tuan rumah.
Muhammad Syariffuddien Zuhrie, koordinator pembina sekaligus salah satu pendiri Tim Robot FT-Unesa mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras selama kurang lebih satu tahun persiapan.

www.unesa.ac.id
"Sejak November 2024, kami menjalani berbagai tahapan mulai dari literature review, perencanaan di meja gambar, pembuatan prototipe, hingga uji coba keandalan wahana terbang," jelasnya.
Seluruh proses persiapan dan latihan dilakukan di Laboratorium Robotika Gedung A9 serta Lanud TNI AU Mulyono yang berlokasi di Raci, Pasuruan.
Menurutnya, kemenangan di KRTI 2025 membuktikan bahwa mahasiswa Unesa memiliki kualitas dan kemampuan yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Kemenangan ini bukan hanya monumental bagi Fakultas Teknik, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkembang," ujarnya.
Tim Robot FT Unesa kini menargetkan kompetisi internasional seperti Tubitak TechnoFest 2026. Kompetisi ini memerlukan dukungan penuh dari kampus dan berbagai pihak terkait, mengingat riset dan pengembangan membutuhkan waktu dan sumber daya.
"Riset merupakan agenda wajib Tim Dewo yang akan terus berlanjut. Kami sangat berharap dukungan dari semua pihak agar prestasi ini berkelanjutan, bukan hanya berhenti di sini," pungkasnya. ][
***
Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim robot FT Unesa
Share It On: