Peserta Temu Alumni benar-benar dimanjakan sejumlah makanan tradisional yang tersaji. Ada lontong balap, soto, semanggi, tahu lontong, batagor, degan, dan camilan. Mereka bebas memilih sepuasnya. "Ini benar-benar mengasyikkan," kata seorang peserta yang baru saja menjadi alumni. Makanan yang tersediah tidak kekurangan. "Kami menyiapkan lebih," ujar panitia.
Suasana Temu Alumni sangat meriah. Mereka saling berfoto untuk membangun kenangan ulang. "Bayangkan, kami tidak bertemu dengan kawan sekuliah sejak 20 tahun yang lalu," ujar Tito alumni Pendidikan Bahasa Indonesia, lulus tahun 1982. Acara diskusi wirausaha bahkan kurang terperhatikan karena peserta asyik ngbrol dengan kawan lamanya. Mereka saling tukar nomor HP, saling memberi kartu nama, dan saling lempar pertanyaan jumlah anak. (Tt/syt)
Suasana Temu Alumni sangat meriah. Mereka saling berfoto untuk membangun kenangan ulang. "Bayangkan, kami tidak bertemu dengan kawan sekuliah sejak 20 tahun yang lalu," ujar Tito alumni Pendidikan Bahasa Indonesia, lulus tahun 1982. Acara diskusi wirausaha bahkan kurang terperhatikan karena peserta asyik ngbrol dengan kawan lamanya. Mereka saling tukar nomor HP, saling memberi kartu nama, dan saling lempar pertanyaan jumlah anak. (Tt/syt)
Share It On: