Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan sasaran dari kegiatan yang diberi nama "Kejuaraan Atletik Unesa VI Tahun 2011". Kejuaraan kali ini (7-8/5) bertempat di Lapangan Atletik Bima Lidah Wetan Unesa. Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah atletik lanjutan tersebut, memperebutkan 3 gelar pemenang untuk tiap kategori, diantaranya lomba lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, dan lomba lompat tinggi untuk putra-putri.
Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, kejuaraan tahun ini diberlakukan beberapa peraturan, di antaranya adalah pembatasan usia untuk para peserta yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya. Pemberlakuan batas usia itu disesuaikan dengan usia anak SD, SMP, dan SMA pada umumnya. Misalnya, 12 tahun untuk usia anak SD kelas VI. Menurut Drs. Suroto, MA., Ph.D., selaku pembina mata kuliah atletik lanjutan, hal tersebut perlu dilakukan agar anak dapat menjadi atlet-atlet yang handal dan profesional. Dengan begitu, kemampuan anak di bidang olahraga atletik dan akademik dapat semakin ditingkatkan karena selama ini muncul anggapan bahwa anak yang pintar dalam olahraga, rata-rata kemampuan di bidang akademiknya tidak begitu bagus. Dengan adanya pemberlakuan semacam ini, Suroto berharap dapat menghilangkan anggapan semacam itu. " Rencananya akan diberlakukan peraturan yang menyangkut tentang prestasi di bidang akademiknya, namun hal tersebut masih sebatas wacana saja," begitu imbuhnya. Dia juga berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, tidak hanya sebagai ajang pemenuhan nilai mata kuliah, tetapi juga dapat lebih membekali mahasiswa untuk melaksanakan kejuaraan yang lebih. Khususnya untuk olahraga atletik. Dengan kata lain, hasilnya dapat dimanfaatkan secara lebih aplikatif. [Rizka Amalia & Sigit_Humas]
Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, kejuaraan tahun ini diberlakukan beberapa peraturan, di antaranya adalah pembatasan usia untuk para peserta yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya. Pemberlakuan batas usia itu disesuaikan dengan usia anak SD, SMP, dan SMA pada umumnya. Misalnya, 12 tahun untuk usia anak SD kelas VI. Menurut Drs. Suroto, MA., Ph.D., selaku pembina mata kuliah atletik lanjutan, hal tersebut perlu dilakukan agar anak dapat menjadi atlet-atlet yang handal dan profesional. Dengan begitu, kemampuan anak di bidang olahraga atletik dan akademik dapat semakin ditingkatkan karena selama ini muncul anggapan bahwa anak yang pintar dalam olahraga, rata-rata kemampuan di bidang akademiknya tidak begitu bagus. Dengan adanya pemberlakuan semacam ini, Suroto berharap dapat menghilangkan anggapan semacam itu. " Rencananya akan diberlakukan peraturan yang menyangkut tentang prestasi di bidang akademiknya, namun hal tersebut masih sebatas wacana saja," begitu imbuhnya. Dia juga berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, tidak hanya sebagai ajang pemenuhan nilai mata kuliah, tetapi juga dapat lebih membekali mahasiswa untuk melaksanakan kejuaraan yang lebih. Khususnya untuk olahraga atletik. Dengan kata lain, hasilnya dapat dimanfaatkan secara lebih aplikatif. [Rizka Amalia & Sigit_Humas]
Share It On: