Polesan tangan-tangan terampil dalam merias disuguhkan secara lengkap oleh mahasiswa tata rias jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga (PKK) FT Unesa ini. Dengan tema umum "Glam's of Culture" ingin menampilkan gaya mempesona yang disesuaikan dengan issue kebudayaan yang berkembang saat ini. Serangkaian acara Gelar Cipta Tata Rias 2011 ini (6-7/6) digelar di Centre Point Royal Plaza Surabaya. Mahasiswa Tata Rias angkatan 2007, 2008 dan 2009 ini berkompetisi dan memamerkan hasil karyanya berupa Rias Fantasi, Rias Pengantin Indonesia II serta Rias Pengantin Barat.
Riasan Fantasi yang disuguhkan mahasiswa angkatan 2007 ini, menggambarkan imajinasi dari seorang beautycian yang dituangkan dalam body painting pada model sesuai dengan tema khusus "Culture of The World". Setiap body painting menggambarkan kebudayaan dunia dari beberapa benua, diantaranya Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Serta mengikuti issue yang berkembang di beberapa negara, misalnya "Tragedy of WTC", "The Great Dancer of Thailand", "Petruk of Java", dan lainnya. Kategorinya pun terbagi tiga, yaitu Rias fantasi nasional, rias fantasi internasional, dan rias fatasi karakter. Dikemas dalam bentuk dua demensi dan tiga dimensi sesuai dengan kreatifitas masing-masing mahasiswa.
Mengusung tema Glam of Culture, sebanyak 37 mahasiswa beradu polesan merias pengantin Jawa diatas panggung selama 20 menit. Mahasiswa angkatan 2008 ini, tidak hanya menampilkan riasan pengantin dari Jawa Timur saja tapi juga Yogyakarta dan Solo. "Riasannya hanyalah berupa finishing saja, karena busana dan aksesorisnya sudah dipersiapkan terlebih dulu karena sudah pakem "tutur Sri Usodoningtyas,salah satu pembina sekaligus dosen di Unesa. Dari tampilan para pengantin di atas panggung terlihat perbedaan karakter riasan. Riasan pengantin dari Jawa Timur misalnya, perbedaan menonjol tampak dari pengantin Sidoarjo, Mojokerto, Banyuwangi, Bojonegoro, Lamongan, dan Malang. Riasan dari Mojokerto tampak dipengaruhi dengan kejayaan kerajaan Majapahit.
Sedangkan untuk riasan pengantin barat, biasanya dikenal dengan riasan modern dengan ciri khas gaun putih. Mengangkat tema "Glamorous of Bridal" kali ini mahasiswa tata rias angkatan 2009 ini ingin menyajikan riasan pengantin barat yang lebih menarik. Gaun yang dikenakan model memiliki warna dan model yang lebih bervariasi sehingga tata rias wajah dan rambut yang ditampilkan juga lebih bervariasi. Diharapkan acara ini, dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa tata rias di bidang kecantikan serta memamerkan hasil karya yang inovatif kepada masyarakat luas, khususnya pemerhati rias. [Putri Diyanti_Humas]
Riasan Fantasi yang disuguhkan mahasiswa angkatan 2007 ini, menggambarkan imajinasi dari seorang beautycian yang dituangkan dalam body painting pada model sesuai dengan tema khusus "Culture of The World". Setiap body painting menggambarkan kebudayaan dunia dari beberapa benua, diantaranya Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Serta mengikuti issue yang berkembang di beberapa negara, misalnya "Tragedy of WTC", "The Great Dancer of Thailand", "Petruk of Java", dan lainnya. Kategorinya pun terbagi tiga, yaitu Rias fantasi nasional, rias fantasi internasional, dan rias fatasi karakter. Dikemas dalam bentuk dua demensi dan tiga dimensi sesuai dengan kreatifitas masing-masing mahasiswa.
Mengusung tema Glam of Culture, sebanyak 37 mahasiswa beradu polesan merias pengantin Jawa diatas panggung selama 20 menit. Mahasiswa angkatan 2008 ini, tidak hanya menampilkan riasan pengantin dari Jawa Timur saja tapi juga Yogyakarta dan Solo. "Riasannya hanyalah berupa finishing saja, karena busana dan aksesorisnya sudah dipersiapkan terlebih dulu karena sudah pakem "tutur Sri Usodoningtyas,salah satu pembina sekaligus dosen di Unesa. Dari tampilan para pengantin di atas panggung terlihat perbedaan karakter riasan. Riasan pengantin dari Jawa Timur misalnya, perbedaan menonjol tampak dari pengantin Sidoarjo, Mojokerto, Banyuwangi, Bojonegoro, Lamongan, dan Malang. Riasan dari Mojokerto tampak dipengaruhi dengan kejayaan kerajaan Majapahit.
Sedangkan untuk riasan pengantin barat, biasanya dikenal dengan riasan modern dengan ciri khas gaun putih. Mengangkat tema "Glamorous of Bridal" kali ini mahasiswa tata rias angkatan 2009 ini ingin menyajikan riasan pengantin barat yang lebih menarik. Gaun yang dikenakan model memiliki warna dan model yang lebih bervariasi sehingga tata rias wajah dan rambut yang ditampilkan juga lebih bervariasi. Diharapkan acara ini, dijadikan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa tata rias di bidang kecantikan serta memamerkan hasil karya yang inovatif kepada masyarakat luas, khususnya pemerhati rias. [Putri Diyanti_Humas]
Share It On: