
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggencarkan langkah transformasi birokrasi melalui kegiatan pendampingan intensif implementasi Zona Integritas (ZI) secara daring pada Senin, 16 Maret 2026. Agenda strategis ini menjadi penguatan upaya menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Hadir sebagai narasumber utama, Inspektur I Kemendiktisaintek, Lindung Saud Maruli Sirait, beserta tim teknisnya. Dari pihak internal, jajaran pimpinan mulai dari wakil rektor, dekan, hingga direktur hadir untuk memastikan keselarasan administrasi dan kesiapan infrastruktur di setiap lini pelayanan.
Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menegaskan bahwa pencapaian Zona Integritas (ZI) merupakan bentuk tanggung jawab moral institusi dalam memberikan pelayanan publik yang transparan.
Saat ini, 13 fakultas di Unesa tengah melakukan percepatan revisi dokumen Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang ditargetkan tuntas pada 31 Maret mendatang. "Implementasi ZI bukan sekadar pemenuhan formalitas dokumen, melainkan langkah nyata reformasi birokrasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima dan bebas dari praktik KKN," tegasnya.

www.unesa.ac.id
Inspektur I Kemendiktisaintek, Lindung Saud Maruli Sirait menekankan bahwa status WBK kini telah menjadi kebutuhan organisasi yang berkolerasi langsung dengan penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan pembangunan ZI sangat bergantung pada sinkronisasi antara dokumen administratif dengan realitas di lapangan. Sebagai komitmen dukungan, tim Inspektorat dijadwalkan akan melakukan visitasi luring ke Surabaya pasca-Lebaran untuk meninjau langsung progres fisik di setiap unit kerja.
Dalam sesi teknis, tim Inspektorat memberikan catatan terkait detail instrumen pelayanan. Ibu Nani Handayani menyoroti pentingnya fasilitas ramah kelompok rentan, seperti jalur difabel, ruang laktasi, hingga standar keamanan gedung (APAR).
Sementara itu, Dian Nurmalasari memberikan pembekalan persiapan wawancara dengan Tim Penilai Nasional (TPN), di mana setiap fakultas didorong untuk menonjolkan inovasi unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui pendampingan intensif ini, Unesa optimistis dapat memetakan kendala teknis secara dini dan melakukan perbaikan menyeluruh. Sinergi antara komitmen pimpinan dan kedisiplinan administratif ini diharapkan mampu mewujudkan tata kelola kampus yang good governance, akuntabel, dan menjadi teladan integritas di tingkat nasional.][
***
Reporter: Azam Mudzaky (Internship), Dinda Aulia (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: