Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Mahasiswa Disabilitas se-Surabaya Ikut Pelatihan Cloud Computing AWS dan Generative AI di Unesa

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membekali puluhan mahasiswa disabilitas se-Surabaya dengan keahlian cloud computing AWS dan Generative AI dalam pelatihan Terampil di Awan di Gedung O6 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa, Lidah Wetan, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Pelatihan yang diinisiasi Unesa Science Center ini diikuti sekitar 80 mahasiswa berkebutuhan khusus dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Pelatihan ini dirancang untuk membuka kesetaraan akses pengembangan kompetensi teknologi tingkat lanjut serta kesiapan kerja di era digital.

Direktur Unesa Science Center, Mochammad Purnomo, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi masa depan menjadi hak setiap mahasiswa tanpa terkecuali, sekaligus mendukung pencapaian SDGs ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

“Kami ingin memastikan mahasiswa berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan belajar yang setara, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi yang terus berkembang,” terangnya.

Staf Ahli Rektor Bidang Pendidikan Inklusif Unesa, Budiyanto, menambahkan bahwa pembekalan ini tidak sekadar memberikan akses pendidikan formal, tetapi menyiapkan keahlian praktis yang dapat diuji di dunia kerja.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan ini dibekali sertifikat kompetensi sebagai pengakuan resmi atas keahlian teknologi yang mereka kuasai.

“Melalui keahlian ini, mahasiswa penyandang disabilitas memiliki modal teknis untuk bersaing secara profesional sesuai kompetensi masing-masing,” ujar Budiyanto.

Salah satu peserta asal Jawa Tengah, Tabah Amanto, menyambut positif pembekalan keahlian digital ini. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa tersebut menilai adaptasi terhadap teknologi mutakhir sangat krusial bagi penyandang disabilitas.

“Penguasaan keterampilan masa depan seperti cloud dan AI penting agar kami mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing di tengah arus digitalisasi,” ungkapnya. ][

***

Reporter: Lina Lubabatul Karimah

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa