
Untuk memastikan kualitas laporan kemajuan PKM, LPPM Unesa gandeng reviewer eksternal dalam Monev PKM tahap pertama tahun 2025.
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian yang bermakna dan berkelanjutan. Salah satu wujud nyata langkah tersebut adalah penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Batch 1 beserta kelengkapan dana DPPM Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 September 2025 di Ruang TU LPPM, Rektorat Unesa ini dimaksudkan untuk memastikan kualitas pelaksanaan program, sekaligus sebagai tindak lanjut atas arahan terkait batas waktu unggah laporan. Melalui mekanisme ini, Unesa menegaskan keseriusannya dalam menjadikan setiap aktivitas pengabdian sebagai bagian dari kontribusi nyata kampus kepada masyarakat.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Unesa menghadirkan reviewer eksternal dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Malang, serta satu reviewer internal dari Unesa.
Kolaborasi lintas kampus ini memperkuat kualitas evaluasi sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dalam mengembangkan model pengabdian yang adaptif dan inovatif.
Cakupan Monev tahun ini juga semakin luas. Tidak hanya dilaksanakan di Surabaya, kegiatan serupa digelar di beberapa daerah lain di Jawa Timur, seperti Bangkalan, Madiun, Mojokerto, Sidoarjo, Tulungagung, dan lokasi lainnya.

Dengan terus bertambahnya PKM yang didanai pusat, LPPM tancap gas untuk terus mendongkrak jumlah PKM ke depan.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah proposal pengabdian yang memperoleh pendanaan. Dari hampir 100 proposal yang lolos, sekitar 70 di antaranya telah direview pada tahap pertama, sementara tahap kedua akan dijadwalkan pada Oktober mendatang.
Ketua LPPM Unesa, M. Turhan Yani menekankan bahwa pencapaian tahun ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat pengabdian ke depan. Ia berharap, tahun depan jumlah pendanaan semakin bertambah seiring kebijakan Kemendiktisaintek yang menekankan bahwa pengabdian harus memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat maupun kampus.
“Hal ini akan menjadi kekuatan bagi perguruan tinggi dalam mencapai indikator kinerja utama,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Unesa akan menggelar workshop dan pendampingan pada Oktober 2025 untuk memperkuat kapasitas dosen dalam penyusunan proposal penelitian dan pengabdian.
Kegiatan ini akan menghadirkan reviewer nasional yang akan memberikan masukan langsung terhadap kelemahan dan potensi pengembangan proposal. Dengan demikian, para dosen tidak hanya terdorong untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas, tetapi juga semakin peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui rangkaian agenda ini, LPPM menegaskan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian yang berdampak, yang bukan sekadar kewajiban tridarma, melainkan komitmen institusional untuk menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mendorong kemajuan bangsa. []
***
Reporter: Zerlina Aurelia El Sahara (Fisipol)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: