
Kegiatan PKKMB FMIPA Unesa.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggiatkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bertajuk Origamipa 2025. Rangkaian kegiatan Origamipa diisi dengan penuangan eco-enzim dan pemasangan name tag tumbuhan di sekitar gedung FMIPA, Kampus 1 Ketintang, pada Jumat, 22 Agustus 2025.
PKKMB yang diikuti 1.943 mahasiswa baru ini bukan sekadar orientasi, tetapi momentum untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kampus konservasi. Melalui aksi kolektif itu, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi penggunaan kertas, menekan sampah plastik, serta mengelola limbah secara ramah lingkungan.
Zaqi Surya Pradana, ketua pelaksana PKKMB FMIPA Unesa menyebutkan bahwa ada perbedaan kegiatan dibanding tahun lalu. Penuangan eco-enzim tahun lalu dilakukan perwakilan mahasiswa, sekarang lebih dari 1.000 mahasiswa ikut terlibat.
“Harapannya, keterlibatan ini membuat mahasiswa baru lebih dekat dengan lingkungan FMIPA, paham cara merawat alam, sekaligus mengetahui manfaat eco-enzim bagi ekosistem air,” ungkapnya.
Selain aksi lingkungan, kegiatan ini juga memberi edukasi praktis bagi mahasiswa baru, terutama yang tinggal di kos. Mereka diperkenalkan cara membuat eco-enzim dari limbah makanan yang difermentasi selama beberapa bulan.
Edukasi ini menunjukkan bahwa limbah dapur yang sering dianggap tidak berguna justru bisa menjadi solusi menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini disambut dengan penuh antusias. Vina Amprilia, mahasiswa baru dari Prodi Fisika Murni, mengaku mendapat pengalaman berharga.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa mengenal banyak tanaman baru yang sebelumnya belum pernah ditemui. Semakin banyak tanaman ditanam, semakin sehat dan sejuk lingkungan kampus,” katanya penuh semangat.
Gerakan ini berkelanjutan, perawatan ekositem di bozem melibatkan organisasi kemahasiswaan Eco-Campus. Ekosistem busem yang terdiri atas ikan, biawak, dan komponen lain merupakan rantai kehidupan yang harus dijaga agar tetap seimbang.
Penuangan eco enzim menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan ekosistem itu, sejalan dengan semangat Unesa sebagai kampus konservasi.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat optimisme bahwa mahasiswa baru tidak hanya siap menghadapi dunia akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan lingkungan sejak hari pertama mereka mengenakan almamater Unesa. Ini menjadi semangat Unesa mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. []
***
Reporter: Diva Novana Widia Putri (FEB)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: