
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap program Surabaya Zero Waste City, para peserta Program Access Microscholarship Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Cabang Surabaya melaksanakan kegiatan Layanan Masyarakat bertema “Trash to Treasure (TxT): Mengubah Sampah Menjadi Berharga”.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 2 November 2025 di Taman Bungkul Surabaya, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD). Sejak pukul 05.00 hingga 12.00 WIB, sebanyak 37 siswa Program Access terlibat aktif di bawah koordinasi dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, Arik Susanti selaku Koordinator Access Unesa Site Surabaya.
Arik Susanti menjelaskan bahwa kegiatan yang didukung 10 anggota tim site dan 4 guru pendamping itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan FBS Unesa sebagai site partner program dari International Indonesia Education Foundation (IIEF), yang disponsori oleh Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Kegiatan ini, lanjutnya, bagian dari pembelajaran berbasis aksi sosial yang bertujuan menanamkan kesadaran ekologis kepada siswa sejak dini.
“Bukan sekadar donasi, tetapi ini merupakan bentuk pendidikan karakter yang menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui konsep Trash to Treasure, siswa belajar bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak positif bila dikelola dengan kreatif dan bijak,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Ia membeberkan bahwa kegiatan Trash to Treasure mengusung konsep edukatif dan inovatif dalam mengelola sampah menjadi bernilai. Melalui kegiatan ini, para siswa membuka stan donasi untuk mengumpulkan barang layak pakai seperti baju, tas, dan sepatu, yang kemudian dijual kembali kepada masyarakat di area Car Free Day.
“Menariknya, transaksi tidak menggunakan uang, melainkan botol plastik bekas sebagai alat tukar,” jelasnya
Sementara itu, Elsa, selaku ketua pelaksana merasa bangga atas antusiasme masyarakat yang berpartisipasi. “Kami sangat senang melihat banyak pengunjung Car Free Day yang datang dan ikut menukarkan botol bekas dengan barang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menyadari pentingnya kontribusi kecil untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elsa menambahkan, botol-botol yang terkumpul dijual ke Bank Sampah Surabaya, dan hasilnya kami gunakan untuk membeli bibit tanaman obat keluarga (TOGA) yang akan disumbangkan ke Eco-Campus Unesa.

www.unesa.ac.id
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli terhadap lingkungan. “Lewat kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal kecil,” pungkasnya
Kegiatan Trash to Treasure juga mendapat apresiasi Dekan FBS, Syafi’ul Anam. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk konkret pengabdian dan penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan kepedulian siswa Access Unesa Site Surabaya yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mendukung gerakan zero waste. Kegiatan ini sejalan dengan visi FBS sebagai kampus kreatif yang berkomitmen mencetak generasi berdaya cipta, peduli lingkungan, dan berkarakter global,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pendidikan, aksi sosial, dan pelestarian lingkungan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis berkelanjutan di kalangan generasi muda. ][
***
Penulis: Tim Access Unesa Site Surabaya
Kurator: Lina Lubabatul Karimah (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: