Dialog_peningkatan kualitas guru terus diupayakan oleh pemerintah, salah satunya dengan adanya sertifikat pendidik. Bertolak dari itu, maka guru sebagai tenaga pendidik harus dilindungi agar mereka mendapatkan advokasi. Untuk melindungi guru, maka perlu adanya wadah yang menaungi para guru, "Kedepannya harus ada dewan kehormatan, khusus guru", jelas Prof. Dr. Kisyani, M. Hum, selaku Pembantu Rektor I (PR I) Unesa dalam acara dialog di MHTV, Selasa (14/06).
Selaras dengan pernyataan tersebut, disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Drs. Sahudi., M.Pd. Guru merupakan suatu profesi bukan sebagai tenaga teknik, maka harus dilindungi dan kesejahteraannya harus diperhatikan. Di lain sisi peran seorang pendidik seharusnya mengajarkan kebaikan kepada muridnya. Tapi, berdasarkan fakta yang telah terjadi di salah satu sekolah dasar di Surabaya, demi mencapai kelulusan yang murni dalam Ujian Nasional (UN). Guru megimbau muridnya untuk mencontek pada saat UN.
Kisyani menyatakan bahwa kejadian ini merupakan koreksi bagi kita semua. Persepsi kelulusan UN merupakan segala-galanya harus dihilangkan"Mari kita kumandangkan bersama gerakan kejujuran dan anti nyontek," jelas PR I Unesa dengan nada harap. Pada akhir dialog, Sahudi menyampaikan bahwa pada intinya pendidikan itu tidak hanya meliputi otak saja.Tapi, akhlak dan keterampilan juga. "Kelulusan bukan menjadi patokan utama kesuksesan seseorang, mari kita wujudkan pendidikan yang berkarakter," imbaunya. [Zaen & Sigit_Humas]
Selaras dengan pernyataan tersebut, disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Drs. Sahudi., M.Pd. Guru merupakan suatu profesi bukan sebagai tenaga teknik, maka harus dilindungi dan kesejahteraannya harus diperhatikan. Di lain sisi peran seorang pendidik seharusnya mengajarkan kebaikan kepada muridnya. Tapi, berdasarkan fakta yang telah terjadi di salah satu sekolah dasar di Surabaya, demi mencapai kelulusan yang murni dalam Ujian Nasional (UN). Guru megimbau muridnya untuk mencontek pada saat UN.
Kisyani menyatakan bahwa kejadian ini merupakan koreksi bagi kita semua. Persepsi kelulusan UN merupakan segala-galanya harus dihilangkan"Mari kita kumandangkan bersama gerakan kejujuran dan anti nyontek," jelas PR I Unesa dengan nada harap. Pada akhir dialog, Sahudi menyampaikan bahwa pada intinya pendidikan itu tidak hanya meliputi otak saja.Tapi, akhlak dan keterampilan juga. "Kelulusan bukan menjadi patokan utama kesuksesan seseorang, mari kita wujudkan pendidikan yang berkarakter," imbaunya. [Zaen & Sigit_Humas]
Share It On: