
Unesa.ac.id. MALANG—Sekitar 200 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) melaksanakan Program Bakti Karya Mahasiswa (BKM) ke-37 di Desa Wonosari, Kabupaten Malang. Selama sepuluh hari, mulai 11 hingga 20 Januari 2026, pengabdian difokuskan di empat dusun, yakni Wonosari, Sumbersari, Pijiombo, dan Kampung Baru.
Kehadiran mahasiswa di lereng Gunung Kawi ini bukan sekadar untuk menjalankan program organisasi, melainkan menjadi ruang belajar langsung di tengah dinamika sosial masyarakat.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Muhamad Sholeh, menjelaskan bahwa BKM merupakan instrumen penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, terjun ke lapangan adalah cara paling efektif untuk menumbuhkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
“Mahasiswa hadir untuk belajar sekaligus memberi. Ada proses pertukaran ilmu dan pengalaman antara mahasiswa dan warga. Inilah esensi pengabdian yang berkelanjutan, di mana kehadiran kita memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Kehadiran mahasiswa kampus ‘Rumah Para Juara’ disambut baik dan diapresiasi masyarakat desa. Kepala Seksi Umum Desa Wonosari, Adi, mengapresiasi program pengabdian mahasiswa tersebut, yang membantu penguatan sektor pendidikan, keagamaan, hingga pendampingan UMKM lokal.
“Semoga sinergi ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desanya,” ucapnya.
Ketua Umum UKKI Unesa 2026, Puguh Setya Wibowo, memaparkan bahwa BKM kali ini mengusung pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal. Rutinitas pagi diisi dengan program khatmil Al-Qur’an dan pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
“Selain penguatan sisi religius melalui kajian bersama warga, kami juga memberikan ruang untuk memahami budaya setempat. Mahasiswa mengikuti sarasehan budaya di Padepokan Eyang Djogo dan RM Iman Soedjono guna mendalami sejarah serta tradisi masyarakat Wonosari,” terang Puguh.
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Share It On: