Dalam suasana santai, peserta duduk lesehan di perpustakaan Yayasan Pendidikan Al Islah Gunung Anyar Surabaya sambil mendengarkan sepintas isi buku, sungguh mengasyikkan. Apalagi, yang menyampaikan isi buku adalah penulisnya langsung, suasana tambah hangat dan akrab. Muhamad NUH, Mendikbud, di lokasi belajar beliau saat kecil meluncurkan buku Menyemai Kreator Peradaban, Renungan tentang Pendidikan, Agama, dan Budaya. Bedah buku dihadiri oleh para rektor, direktur jenderal, direktur, siswa SD s.d. SMK, guru, dan para teman sang menteri saat kecil pada Minggu, 13 Oktober 2013.
Buku setebal 300 halaman itu berisi tentang pikiran pendidikan untuk meneropong Indonesia di 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Wagub Jawa Timur, Syaifullah Yusuf memberikan komentar pertama tentang isi buku setelah Muhamad NUH menyajikan singkat isi buku itu. Sambutan disusul oleh dirjen dimen dan rektor Unair. Semua hadirin mendapatkan buku.
Bagian pertama buku dibuka dengan bab Pendidikan dan Generasi 2045. Disampaikan bahwa pendidikan itu sejatinya memanusiawikan manusia. Untuk itu, permasalahannya sangat kompleks. Pendidikan harus dikelola dengan baik agar Indonesia dapat menuju ulang tahun yang ke-100 kelak. (yy/syt)
Buku setebal 300 halaman itu berisi tentang pikiran pendidikan untuk meneropong Indonesia di 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Wagub Jawa Timur, Syaifullah Yusuf memberikan komentar pertama tentang isi buku setelah Muhamad NUH menyajikan singkat isi buku itu. Sambutan disusul oleh dirjen dimen dan rektor Unair. Semua hadirin mendapatkan buku.
Bagian pertama buku dibuka dengan bab Pendidikan dan Generasi 2045. Disampaikan bahwa pendidikan itu sejatinya memanusiawikan manusia. Untuk itu, permasalahannya sangat kompleks. Pendidikan harus dikelola dengan baik agar Indonesia dapat menuju ulang tahun yang ke-100 kelak. (yy/syt)
Share It On: