Unesa kembali berkibar di kanca ASEAN. Hal itu berkat prestasi dua mahasiswa teknik mesin yang dibantu dosen pembimbingnya. M. Alfi Zahwanul Farich dan Tajudin Baihaki mahasiswa teknik mesin Unesa berhasil membawa pulang piala juara 1 pada Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional :Extraordinary Project of New and Renewable Energy 2013 From Competition to Expedition yang diadakan Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Universitas Teknologi Malaysia.
Dalam kegiatan itu diperlombakan hasil karya riset inovatif bertemakan New and Renewable Energy oleh mahasiswa seluruh Indonesia. Tidak hanya itu saja, mereka juga bersama tim Extraordinay Project of New and Renewable Energy 2013 mewakili dalam rangkaian ekspedisi Mekong Valley Biodiesel Expedition 2013″ bersama Universitas partner UTM (Universiti Teknologi Malaysia) dengan negara tujuan Malaysia. Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan China. Karya mereka akan dipamerkan dan dipresentasikan pada rangkaian kegiatan ekspedisi lintas negara tersebut. Berawal dari ide membuat biogas, mereka melakukan penelitian yang dibantu dosen pembimbing Ir. H. Dwi Heru Sutjahjo, M.T. Lalu tercetus sebuah pemikiran tentang banyaknya limbah pabrik tepung yang hanya digunakan sebagai pakan ternak. Seperti halnya biogas yang pembuatannya melalui fermentasi. Dalam tabung fermentasi yang di dalamnya terdapat limbah ditambahkan bakteri lalu didiamkan selama 5-10 hari. Kemudian, disalurkan melalui tabung purivikasi yang terdapat soda api (NaOH) untuk mengikat CO2 yang sifatnya dapat mematikan api.
Mereka berharap nantinya alat ini dapat diproduksi masal karena selama ini pembuatan biogas hanya dapat dirasakan oleh masyarakat yang dekat dengan tempat tabung fermentasi saja setelah dimasukan ke tabung dapat didistribusikan ke berbagai tempat. (Ari/syt)
Dalam kegiatan itu diperlombakan hasil karya riset inovatif bertemakan New and Renewable Energy oleh mahasiswa seluruh Indonesia. Tidak hanya itu saja, mereka juga bersama tim Extraordinay Project of New and Renewable Energy 2013 mewakili dalam rangkaian ekspedisi Mekong Valley Biodiesel Expedition 2013″ bersama Universitas partner UTM (Universiti Teknologi Malaysia) dengan negara tujuan Malaysia. Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan China. Karya mereka akan dipamerkan dan dipresentasikan pada rangkaian kegiatan ekspedisi lintas negara tersebut. Berawal dari ide membuat biogas, mereka melakukan penelitian yang dibantu dosen pembimbing Ir. H. Dwi Heru Sutjahjo, M.T. Lalu tercetus sebuah pemikiran tentang banyaknya limbah pabrik tepung yang hanya digunakan sebagai pakan ternak. Seperti halnya biogas yang pembuatannya melalui fermentasi. Dalam tabung fermentasi yang di dalamnya terdapat limbah ditambahkan bakteri lalu didiamkan selama 5-10 hari. Kemudian, disalurkan melalui tabung purivikasi yang terdapat soda api (NaOH) untuk mengikat CO2 yang sifatnya dapat mematikan api.
Mereka berharap nantinya alat ini dapat diproduksi masal karena selama ini pembuatan biogas hanya dapat dirasakan oleh masyarakat yang dekat dengan tempat tabung fermentasi saja setelah dimasukan ke tabung dapat didistribusikan ke berbagai tempat. (Ari/syt)
Share It On: