Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf memberikan wejangan tentang pentingnya Pancasila dalam membangun keindonesiaan pada kuliah terbuka mahasiswa baru FE, Jumat (31/8). Gus Iful, begutu biasa dipanggil, berharap para mahasiswa baru (Maba) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dapat mengamalkan Pancasila sebagai pegangan hidup. Menurutnya, para pendahulu bangsa dalam merumuskan pancasila tidaklah mudah dan ini menjadi tugas masyarakat Indonesia, khususnya bagi mahasiswa untuk mempertahankan dan menjalankannya.
"Banyak orang Indonesia yang hafal tentang isi Pancasila tetapi tidak bisa melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam isi Pancasila," tambah wakil Gubernur Jatim yang suka humor itu. Untuk itu, penerapan dan pengamalan pancasila harus terus ditanamkan sejak dini oleh pemuda sebagai pegangan hidup Bangsa Indonesia yang mengandung makna luas. Bentuknya yakni membangun hubungan baik dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Pancasila sila yang pertama. Memerkokoh kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sesuai makna yang terkandung dalam undang-undang dan persatuan nilai makna bhineka tunggal ika dengan falsafah berbeda dari berbagai suku adat, ras dan golongan namun tetap satu teguh menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar bangsa dan negara Indonesia.
Mahasiswa baru tampak senang dengan acara penyegaran tersebut. Mereka juga mendapatkan kuliah terbuka dari Adam Rusydi, ketua Masika ICMI (Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) korwil Jatim tentang peran generasi muda dalam pengamalan nilai Pancasila. "Keberadaan mahasiswa yang notabene adalah pemuda mempunyai peran yang sangat penting dan harus menjadi garda depan dalam pengalaman nilai-nilai pancasila," ujar Adam.
Acara yang diselenggarakan Bidang Kemahasiswaan FE bersama BEM FE Unesa tersebut mengambil tema Refleksi Butir-Butir Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara," Prof. Dr. Warsono, MS., yang juga PR III Unesa juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. (syt)
"Banyak orang Indonesia yang hafal tentang isi Pancasila tetapi tidak bisa melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam isi Pancasila," tambah wakil Gubernur Jatim yang suka humor itu. Untuk itu, penerapan dan pengamalan pancasila harus terus ditanamkan sejak dini oleh pemuda sebagai pegangan hidup Bangsa Indonesia yang mengandung makna luas. Bentuknya yakni membangun hubungan baik dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Pancasila sila yang pertama. Memerkokoh kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sesuai makna yang terkandung dalam undang-undang dan persatuan nilai makna bhineka tunggal ika dengan falsafah berbeda dari berbagai suku adat, ras dan golongan namun tetap satu teguh menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar bangsa dan negara Indonesia.
Mahasiswa baru tampak senang dengan acara penyegaran tersebut. Mereka juga mendapatkan kuliah terbuka dari Adam Rusydi, ketua Masika ICMI (Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) korwil Jatim tentang peran generasi muda dalam pengamalan nilai Pancasila. "Keberadaan mahasiswa yang notabene adalah pemuda mempunyai peran yang sangat penting dan harus menjadi garda depan dalam pengalaman nilai-nilai pancasila," ujar Adam.
Acara yang diselenggarakan Bidang Kemahasiswaan FE bersama BEM FE Unesa tersebut mengambil tema Refleksi Butir-Butir Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara," Prof. Dr. Warsono, MS., yang juga PR III Unesa juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. (syt)
Share It On: