
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Labschool Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, kali ini terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan isu kesehatan mental pada siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara Labschool Unesa dengan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa pada Kamis, 3 Juli 2025 di Auditorium Fakultas Psikologi, Unesa Kampus 2 Lidah Wetan.
Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Unesa, Iman Pasu Marganda Purba menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi atau pencegahan dini.
"Kita ingin memastikan bahwa peserta didik berada dalam kondisi yang aman secara fisik dan mental. Unesa hadir sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga perlindungan peserta didik," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya edukasi untuk memitigasi kasus kekerasan dan terkait penanganan kasus secara adil dan proporsional.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu Labschool Unesa, Dimas menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian capacity building yang sebelumnya juga telah mencakup pelatihan teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan atau AI, serta manajemen sekolah dan promosi institusi.
“Ini bukan hanya tentang siswa, tetapi juga peningkatan kualitas SDM di sekolah, khususnya bagaimana guru mampu menangani siswa yang bermasalah dan memitigasi risiko sebelum kasus muncul,” jelasnya.
Materi pelatihan mengacu pada prinsip-prinsip manajemen kasus kekerasan seperti partisipasi anak, sistem pelaporan yang sistematis, rujukan berbasis usia dan jenis kebutuhan, serta pendekatan berbasis hak anak.
Penanganan juga dikembangkan untuk kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, ekspresi gender berbeda, dan minoritas agama atau suku.
Penanganan dilakukan dengan empati, validasi, dan perlindungan atas kerahasiaan identitas korban. Peserta juga dibekali dengan strategi penanganan kasus viral di sekolah, metode perlindungan, dan manajemen komunikasi untuk menghindari stigmatisasi lebih lanjut.
Labschool Unesa berkomitmen menciptakan ruang belajar yang aman dan suportif. Tidak hanya dalam menyelesaikan masalah ketika sudah terjadi, tetapi juga dalam mencegah serta membangun kesadaran kolektif semua elemen sekolah terhadap pentingnya perlindungan anak dan kesehatan mental. []
***
Reporter: Puput Saputra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: