Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mengadakan seminar nasional bertema "Optimalkan IQ, EQ, dan SQ Menuju Kecerdasan Holistik " pada Minggu (4/12). Seminar nasional yang bertempat di Gedung Pertunjukan Sawunggaling Unesa Kampus Lidah ini bertujuan mengabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara menyeluruh. Seminar itu menghadirkan dua pemateri, yakni Erbe Sentanu (Katahati Institute, penulis buku Quantum Ikhlas, dan Zona Ikhlas) dan Dr. Dewi Retno S., M.Si. (Unair).
Erbe Sentanu memberikan materi tentang otak, hati, dan keikhlasan yang harus saling berpadu. Acara berlangsung disisipi sesi relaksasi, peserta diminta duduk rileks dengan membuka tangan di atas paha sambil mata dipejamkan, kemudian peserta diputarkan musik yang menenangkan mulai suara-suara burung, ombak, angin, dan suara kodok seperti di alam bebas, lebih kurang 15 menit releaksasi ini diberikan, setelah itu peserta disuruh mengerakan kaki, kemudian tangan, pundak, leher, dan terakhir mata.
Kemudian sesi kedua dilanjutkan pemateri kedua dari Dosen Psikologi Unair, yakni Dr. Dewi Retno Suminar S., M.Si. yang menjelaskan tentang Life Class (Kelas Kehidupan). Retno menjelaskan bahwa kita jangan hanya fokus pada perkembangan kognitif, tapi juga merujuk kepada perkembangan theory of mind. Penyampaian materinya aktraktif dengan beberapa ice bereaking di sela-sela materi.
Menurut Annisa, ketua pelaksana kegiatan ini, dia berharap dengan adanya seminar ini para peserta dapat menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ menuju kecerdasan holistik yang mengarah pada keseimbangan untuk mengoptimalkan diri. (Tirta Sari_Humas Unesa)
Erbe Sentanu memberikan materi tentang otak, hati, dan keikhlasan yang harus saling berpadu. Acara berlangsung disisipi sesi relaksasi, peserta diminta duduk rileks dengan membuka tangan di atas paha sambil mata dipejamkan, kemudian peserta diputarkan musik yang menenangkan mulai suara-suara burung, ombak, angin, dan suara kodok seperti di alam bebas, lebih kurang 15 menit releaksasi ini diberikan, setelah itu peserta disuruh mengerakan kaki, kemudian tangan, pundak, leher, dan terakhir mata.
Kemudian sesi kedua dilanjutkan pemateri kedua dari Dosen Psikologi Unair, yakni Dr. Dewi Retno Suminar S., M.Si. yang menjelaskan tentang Life Class (Kelas Kehidupan). Retno menjelaskan bahwa kita jangan hanya fokus pada perkembangan kognitif, tapi juga merujuk kepada perkembangan theory of mind. Penyampaian materinya aktraktif dengan beberapa ice bereaking di sela-sela materi.
Menurut Annisa, ketua pelaksana kegiatan ini, dia berharap dengan adanya seminar ini para peserta dapat menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ menuju kecerdasan holistik yang mengarah pada keseimbangan untuk mengoptimalkan diri. (Tirta Sari_Humas Unesa)
Share It On: