
Tim delegasi Rektor Unesa berkunjung langsung ke kediaman Moh. Dani As Syarif (kiri) di Gresik, pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Unesa.ac.id., SURABAYA—Di setiap sujudnya, Moh. Dani As Syarif tak pernah absen menyelipkan satu harapan: bisa kuliah di perguruan tinggi. Harapan itu terus ia panjatkan, meski realitas hidupnya tampak enggan berpihak. Keterbatasan ekonomi sempat membuatnya nyaris memendam cita-cita. Namun, keyakinannya tak pernah luruh. Dan akhirnya, harapan itu menemukan jalannya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dani, penghafal atau hafiz Qur’an 11 juz asal Gresik, sempat diterima melalui jalur mandiri reguler di Program Studi S-1 Kimia Unesa. Sayangnya, biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi kendala bagi orang tuanya.
Ayahnya, Zainus Syafi’i, yang sebelumnya bekerja sebagai operator alat berat, sudah tiga tahun terakhir berhenti bekerja karena komplikasi penyakit dan stroke. Sedangkan ibunya, Badriyah, adalah ibu rumah tangga yang kini hanya mengandalkan bantuan dari anak sulung mereka.
“Sampe jual rumah pun gapapa, karena saya tahu anak saya ini mampu akademisnya. Sayang kalau dia tidak lanjut kuliah,” ujar sang ibu dengan mantap, menggambarkan betapa besar dukungannya.
Dani sempat limbung. Setelah tak lolos jalur SNBT, ia mengaku hampir menyerah. Ia mulai mencari jalur mandiri di berbagai kampus dan juga melamar pekerjaan, tetapi belum satu pun yang membuahkan hasil. “Waktu itu saya sempat bingung. Mau kuliah uangnya dari mana, mau kerja juga belum ada panggilan,” kenangnya.
Namun di tengah kebuntuan itu, Dani menyadari satu hal: hafalan Qur’annya bisa menjadi jalan terang. Ia pun mendaftar jalur prestasi tahfidz di Unesa, yang memberikan keringanan biaya kuliah, termasuk pembebasan SPI dan UKT. Usahanya berbuah manis—Dani resmi diterima sebagai mahasiswa baru Unesa.
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali akhirnya bisa masuk Unesa lewat jalur tahfidz ini. Saya janji akan kuliah sungguh-sungguh, supaya bisa membanggakan ayah dan ibu, bisa mengangkat derajat mereka,” tutur lulusan SMA Assa’adah Bungah Gresik itu.
Sejak SMA, Dani memang dikenal sebagai siswa berprestasi, terutama di bidang keagamaan. Ia menyabet berbagai penghargaan seperti Juara 1 Musabaqah Tartilul Qur’an (MTrQ) Ramadhan Sharing 2024 HMPB FEB Unesa tingkat nasional, juara 1 MTrQ Stovit On Thankful Ramadhan 2025 FKG Unair, serta juara 1 Trofeo IKBAL Surabaya tahun 2024.
Ia juga tercatat sebagai Nominasi 1 Pelajar Teladan tingkat SMA/SMK/MA Putra se-Kabupaten Gresik tahun 2025. Bagi Dani, prestasi bukan sekadar soal piala atau piagam, melainkan buah dari disiplin dan kerja keras yang konsisten. Itu adalah pijakan menuju masa depan yang ia impikan.
Kini, Dani bersiap mengawali babak baru di Unesa, membawa harapan dan semangat yang telah ia rajut sejak lama. Ia percaya, setiap tantangan yang datang bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan yang akan membentuk dirinya menjadi insan yang kuat dan bermakna.[]
***
Reporter: Fatimah Najmus Shofa (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: