Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Tuan Rumah CITSM 2026, Peneliti Delapan Negara Bahas Riset AI dan Pemanfaatannya

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi tuan rumah 14th International Conference on Cyber and IT Service Management (CITSM) 2026 yang mempertemukan peneliti dan akademisi dari delapan negara untuk membahas pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Mengusung tema “Green and Responsible AI-Driven IT Service Management”, konferensi yang digelar Unesa bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut berlangsung pada Kamis–Jumat, 10–11 September 2026 di Gedung Auditorium G6 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Kampus 1 Unesa, Ketintang, Surabaya.

Conference Chair CITSM 2026, Husni Teja Sukmana dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan konferensi tahun ini menerima sekitar 285 paper submissions. Setelah melalui proses reviu, sebanyak 139 paper diterima untuk dipresentasikan dalam 13 parallel session. Tingkat penerimaan paper pada konferensi tersebut mencapai sekitar 49 persen.

“Saya berharap kita dapat meningkatkan penelitian dan memperluas jaringan kerja sama untuk membuat kegiatan ini semakin besar dan lebih baik,” imbuhnya.

Dekan FEB Unesa, Anang Kistyanto, mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan pengembangan teknologi yang berkelanjutan, aman, etis, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan dan pemanfaatannya.

“Perlu adanya kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, serta lembaga penelitian sehingga dapat menyediakan platform untuk meneliti teknologi dan mengembangkan solusi digitalisasi yang lebih berkelanjutan dan aman,” ujar guru besar FEB tersebut.

Sejumlah pembicara dalam konferensi tersebut menghadirkan perspektif penerapan AI di berbagai bidang. Abdul Wahab Abdul Rahman dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Malaysia, membahas pemanfaatan pendekatan neurokomputasional untuk memahami kondisi emosi dan kesejahteraan mental secara lebih presisi.

“Pendekatan ini dapat membantu memahami respons individu terhadap berbagai kondisi emosional, termasuk eustress dan distress,” ungkapnya.

Sementara itu, guru besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mahendrawathi, memaparkan penerapan responsible process intelligence dalam mendukung pengelolaan proses bisnis.

Pendekatan tersebut dapat digunakan untuk melihat efisiensi proses secara lebih transparan, termasuk ketika berbagai aktivitas mulai memanfaatkan otomatisasi berbasis AI. Meski demikian, penerapan teknologi tetap membutuhkan keterlibatan manusia dalam proses pengambilan keputusan.

“Meski demikian, dalam hal ini peran manusia tetap diperlukan dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.

Kehadiran peneliti dan akademisi dari berbagai negara dalam CITSM 2026 memperluas ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi informasi dan penerapan AI. Melalui forum tersebut, pembahasan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknologi, tetapi juga bagaimana pemanfaatannya dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. ][

***

Reporter: Diva Novana (FEB)

Editor: @zam*

Foto: Tim Humas Unesa