
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi pelaksana Bootcamp Regional Jawa Timur Penguatan Manajemen Talenta dalam rangka penguatan Sekolah Unggul Garuda Transformasi melalui kegiatan Inspiring Edu Talk bertajuk “Penguatan Manajemen Talenta melalui Peningkatan Kapasitas Menuju Perguruan Tinggi Terbaik Dunia”.
Kegiatan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang di SMP Al-Hikmah Surabaya, Senin (7/9/2026) itu dihadiri 224 peserta dari 60 sekolah di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, terdiri atas 142 siswa dan 82 guru dari SMA negeri maupun swasta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Rooselyna Ekawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekolah dalam mengelola dan mengembangkan talenta peserta didik. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam mengidentifikasi, memetakan, membina, dan mendampingi talenta siswa secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta, khususnya para siswa, dapat memperoleh inspirasi, wawasan, serta gambaran nyata mengenai bagaimana potensi dan cita-cita dapat dipersiapkan sejak dini,” ujar Guru Besar FMIPA tersebut.

Penguatan manajemen talenta menjadi penting karena potensi peserta didik tidak hanya ditunjukkan melalui capaian akademik. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pendidikan perlu memberi ruang bagi setiap anak untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Menurut Aries, siswa dengan kemampuan matematika, sains, olahraga, bahasa, seni, keterampilan, kepemimpinan, maupun kewirausahaan perlu mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang. Karena itu, sekolah dan guru perlu mengubah cara pandang dalam mengembangkan peserta didik, dari sekadar mengejar hasil akademik menuju proses mengenali dan mengembangkan potensi.
Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto, menjelaskan bahwa Program SMA Unggul Garuda Transformasi diarahkan untuk memperkuat sekolah yang sebelumnya telah memiliki rekam jejak dalam pembinaan prestasi akademik peserta didik.
“Program SMA Unggul Garuda Transformasi bukanlah program yang diperuntukkan bagi sekolah yang memulai dari nol,” jelasnya.

Menurut Adi, sekolah-sekolah yang terpilih telah memiliki keunggulan yang perlu diperkuat agar mampu berkembang dari prestasi di tingkat nasional menuju kemampuan bersaing di tingkat global.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menyampaikan bahwa pengembangan talenta membutuhkan sinergi antara siswa, sekolah, guru, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga perguruan tinggi.
Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai berbagai kebijakan serta peluang yang tersedia bagi talenta muda Indonesia. Reni Astuti menekankan bahwa semangat belajar, karakter, dan jiwa sosial menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berkembang.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Inspiring Edu Talk. Dekan sekaligus guru besar FMIPA Unesa, Wasis menekankan pentingnya membangun manajemen talenta sejak dini melalui ekosistem pembinaan yang sistematis.

Menurutnya, pengembangan talenta tidak baru dimulai ketika siswa memasuki perguruan tinggi, tetapi perlu dibangun sejak jenjang sekolah melalui identifikasi potensi, penguatan kompetensinya.
Selain itu, narasumber lainnya yaitu Azka Adziman, mahasiswa University of Oxford, membagikan pengalaman dan kiatnya mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Azka menekankan bahwa persiapan perlu dilakukan sejak dini. Siswa dapat memulainya dengan mengeksplorasi bidang yang diminati, memperbanyak membaca, mengikuti kompetisi, mengembangkan proyek personal, serta membangun pemahaman yang kuat mengenai program studi yang dituju. ][
***
Reporter: Mochammad Ja’far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






