Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Unesa Kirim Relawan ke NTT, Fokus Pulihkan Mental dan Semangat Belajar Siswa Terdampak Gempa

bnr-arrow-1-1.png

 

Unesa.ac.id, SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Tim Unesa Peduli memberikan pendampingan psikososial kepada ratusan siswa terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Langke Rembong, Manggarai, pada Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Tim Unesa Peduli yang berlangsung pada 3–7 September 2026.

Program tersebut dilakukan untuk membantu siswa memulihkan kondisi emosional, membangun kembali rasa aman, serta menyiapkan mereka kembali mengikuti proses pembelajaran setelah bencana.

Sebanyak 16 relawan Unesa diterjunkan ke wilayah tersebut untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas pendidikan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah. Situasi itu membuat kebutuhan pendampingan psikososial bagi siswa menjadi perhatian, terutama untuk membantu mereka menghadapi tekanan emosional setelah mengalami peristiwa bencana.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Langke Rembong mengikuti sesi psikoedukasi yang dikemas secara interaktif. Pendampingan ini bertujuan mengenalkan berbagai respons emosi yang dapat muncul setelah bencana sekaligus memberikan cara sederhana bagi siswa dalam mengelola rasa cemas dan ketakutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan permainan kelompok dan ice breaking untuk menciptakan suasana nyaman bagi para siswa. Melalui aktivitas tersebut, tim pendamping berupaya membangun kembali kepercayaan diri siswa serta menciptakan ruang aman agar mereka dapat berinteraksi setelah melewati pengalaman traumatis akibat gempa.

Setelah itu, siswa diajak berbagi cerita dan pengalaman dalam kelompok kecil. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan perasaan yang muncul setelah bencana tanpa rasa takut mendapat penilaian.

Tim Unesa Peduli kemudian memberikan pelatihan teknik relaksasi dan pernapasan sederhana yang dapat digunakan siswa ketika menghadapi rasa panik, termasuk saat terjadi gempa susulan.

Selain pendekatan emosional, pesan mengenai ketangguhan dan optimisme juga disampaikan melalui permainan serta kuis edukatif. Metode tersebut dipilih agar siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan memiliki kemampuan beradaptasi dalam menghadapi situasi sulit.

Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Mutimmatul Faidah, menyampaikan bahwa kehadiran Tim Unesa Peduli merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan pendampingan, terutama anak-anak yang terdampak bencana.

“Unesa ingin memastikan hadir tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan, khususnya anak-anak korban bencana di daerah,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Unesa berharap pendampingan psikososial dapat membantu siswa di Manggarai mengurangi dampak emosional pasca gempa serta menumbuhkan kembali semangat belajar. [ ]

***

Penulis: Puput

Foto: Tim PPIS Unesa