
Unesa.ac.id, SURABAYA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR) mulai mendorong perubahan dalam berbagai sektor industri. Pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan kajian matang agar penerapannya sesuai kebutuhan, efisien dari sisi biaya, serta mampu meningkatkan kualitas operasional.
Melihat kebutuhan itu, Unesa bersama PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi melakukan kajian implementasi AI dan VR untuk mendukung transformasi digital di lingkungan kerja PLN.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program Riset Nasional (PRN) yang telah diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan Unesa pada Februari 2026. Tahapan awal proyek ditandai dengan kegiatan take-off meeting pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang berlangsung secara hybrid.
Dosen S1 Teknik Elektro Unesa, Widi Ari Wibowo menjelaskan, proyek tersebut berfokus pada kajian penerapan AI dalam bidang operasional dan manajemen PLN. Tim Unesa bertugas menyusun analisis mengenai peluang, tantangan, kebutuhan perangkat, hingga estimasi biaya apabila teknologi tersebut diterapkan di lingkungan kerja PLN.
“Teman-teman PLN meminta kami membuat kajian bagaimana penerapan AI di operating dan manajemen di UIP3B Sulawesi. Kami juga diminta mengkaji penerapan virtual reality untuk operator,” ujar Widi.
Menurutnya, kajian ini menjadi tahap awal sebelum teknologi diterapkan secara langsung. Tim akan menganalisis berbagai aspek, mulai dari manfaat yang dapat diperoleh, risiko penerapan, kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak, hingga biaya pemeliharaan teknologi.
Widi menuturkan, proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga bulan setelah pelaksanaan take-off meeting. Hasil kajian akan dipaparkan kepada jajaran dan pengambil keputusan di PLN UIP3B Sulawesi sebagai bahan evaluasi lanjutan.
Selain mendukung kebutuhan industri, kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan tridharma perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam proyek berbasis kebutuhan industri juga membuka peluang pengembangan riset aplikatif serta peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital.
“Harapannya kolaborasi ini dapat terus berjalan dan berkembang sehingga mendukung tridharma perguruan tinggi, mulai dari penelitian hingga keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan teknologi,” kata Widi.
Melalui kajian ini, PLN diharapkan memperoleh gambaran komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melakukan investasi teknologi. Hasil kajian nantinya dapat menjadi acuan terkait kesiapan infrastruktur, sumber daya, serta strategi implementasi AI dan VR dalam mendukung efektivitas operasional. []
***
Penulis: Puput
Editor: @zam*
Dokumentasi: Tim Unesa






