
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dalam rangka diskusi mengenai perkembangan pendidikan tinggi dan pola pembelajaran generasi Z (Gen Z), Selasa (2/6/2026) di Gedung Rektorat Kampus II Unesa, Lidah Wetan, Surabaya.
Pertemuan ini menjadi forum pertukaran gagasan antara perguruan tinggi dan legislatif terkait tantangan pendidikan masa kini, khususnya dalam menghadapi perubahan karakter, perilaku, dan gaya belajar mahasiswa generasi muda.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, Teknologi Informasi, dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi A DPRD Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Bagi kami, setiap pihak yang datang dan ingin berkolaborasi harus difasilitasi dengan baik. Kami percaya bahwa hubungan yang baik akan semakin kuat ketika diwujudkan melalui aksi dan kerja sama nyata,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Ia menegaskan bahwa Unesa terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga legislatif, untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa itu menambahkan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar kebijakan dan program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan generasi muda yang terus berkembang.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Erick Komala, menilai pertemuan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan tinggi saat ini, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi.
“Kami ingin mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, serta berbagai kendala yang dihadapi. Dari diskusi ini kami mendapatkan banyak masukan yang nantinya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan aksi nyata,” katanya.

www.unesa.ac.id
Menurut Erick, salah satu isu utama yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah perubahan karakter dan pola belajar mahasiswa dari generasi Z. Perubahan ini menuntut adanya penyesuaian metode pembelajaran agar proses pendidikan tetap efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Tadi yang banyak kami bahas adalah bagaimana karakter generasi Z yang memiliki perilaku, kultur, dan pola belajar yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, diperlukan keseimbangan antara kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dengan penghormatan terhadap peran dosen dan tenaga pendidik. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih sehat, partisipatif, dan produktif.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat bahwa penguatan komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan generasi muda. Unesa dan Komisi A DPRD Jawa Timur berharap diskusi yang telah dilakukan dapat menjadi langkah awal lahirnya program-program kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur. [ ]
***
Reporter: Puput
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: