
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Menjadi mahasiswa di usia 15 tahun 5 bulan bukanlah sebuah tujuan akhir bagi Kasiati, melainkan babak baru dalam perjalanan panjang menuntut ilmu. Pelajar asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini resmi dinyatakan lolos pada Program Studi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui jalur SNBP 2026.
Latar belakang pendidikannya tergolong unik namun sederhana. Tanpa melalui jenjang taman kanak-kanak, Kasiati mulai mengenal huruf dan angka justru saat menemani orang tuanya bekerja di sawah.
Sembari dibimbing orang tua, di sanalah, ia belajar membaca secara mandiri hingga kemampuannya dinilai cukup untuk langsung memulai sekolah dasar pada usia 4,5 tahun. Sejak saat itu, ia menempuh pendidikan secara reguler tanpa pernah mengikuti program akselerasi.
"Bagi saya, yang terpenting adalah konsistensi belajar. Saya terbiasa merangkum materi dan banyak mengerjakan latihan soal untuk menjaga pemahaman," ujar siswi SMAS KAE WOHA itu. Ketekunan itu jugalah yang membawanya menjadi juara pertama LCC 4 Pilar tingkat Provinsi NTB pada 2025 lalu.
Pilihannya untuk menekuni Pendidikan Luar Biasa (PLB) merupakan keputusan yang ia ambil berdasarkan panggilan nurani. Kasiati ingin mendalami bidang yang fokus pada pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus.
Baginya, Unesa adalah pelabuhan tunggal yang ia tuju sejak awal tanpa mempertimbangkan kampus lain. "Saya ingin belajar di bidang yang saya yakini bisa memberikan manfaat nyata. Keputusan memilih PLB ini murni keinginan saya sendiri sejak awal," ungkapnya.
Perjalanan Kasiati menuju bangku perkuliahan tidak selalu dibarengi rasa percaya diri. Di balik usianya yang jauh lebih muda dari rekan seangkatannya, ia sempat merasa minder dan diliputi kegelisahan saat menunggu hasil seleksi.
Terlebih, sejak kepergian sang Ibu, sosok ayah menjadi kekuatan tunggal yang terus memotivasi dirinya untuk tegar menghadapi tantangan di depan mata.
Bagi Kasiati, kelulusan ini adalah hasil dari persiapan panjang, bukan sekadar keberuntungan usia. Ia menekankan bahwa kunci untuk menembus jalur SNBP adalah memaksimalkan nilai rapor dan sertifikat pendukung sejak semester awal secara realistis. ][
***
Reporter: Puput
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: