
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memacu langkah menuju panggung dunia dengan memperkuat ekosistem Kelas Internasional, International Undergraduate Program (IUP), dan program Double Degree. Langkah strategis ini dibahas tuntas dalam evaluasi bertajuk “Global Class Readiness” yang digelar Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran (DPTP) di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Selasa, 7 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur DPTP Unesa, Rooselyna Ekawati menegaskan instruksi rektor bahwa setiap fakultas ditargetkan memiliki minimal satu kelas internasional dan satu program double degree. Mitra yang digandeng pun tidak main-main, yakni perguruan tinggi luar negeri dengan peringkat QS yang berada di atas Unesa.
"Saat ini Unesa telah membuka jalur admisi khusus IUP untuk 19 program studi. Syarat kemampuan bahasa Inggris melalui TOEFL adalah 'harga mati' untuk menjamin kapabilitas mahasiswa kita di kancah global," tegasnya.
MOOC sebagai "Etalase" Reputasi Kampus
Guna memantapkan pembelajaran digital berstandar internasional, Unesa menghadirkan pakar pembelajaran dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dian Nugroho. Ia menyoroti perbedaan mendasar antara e-learning konvensional dengan Massive Open Online Course(MOOC).
Menurut Dian, e-learning internal bersifat tertutup untuk mahasiswa terdaftar, sementara MOOC harus didesain sebagai "etalase" publik. "Melalui MOOC, masyarakat dunia hingga calon mahasiswa asing bisa merasakan langsung pengalaman diajar oleh dosen-dosen Unesa. Ini adalah alat branding dan pemasaran yang sangat kuat," jelasnya.

www.unesa.ac.id
Ia menyarankan agar Unesa memisahkan infrastruktur antara platform pembelajaran internal dengan MOOC publik. Hal ini bertujuan agar platform publik bisa fokus pada kebutuhan pre-university, micro-credential, hingga open course yang dapat diakses secara global, sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025.
Kesiapan Dosen dan Penjaminan Mutu
Penguatan kelas internasional ini menuntut kesiapan total dari tenaga pendidik. Dosen yang mengajar di kelas internasional diwajibkan mampu menyampaikan materi secara bilingual, bahkan full English jika terdapat mahasiswa asing.
"Tantangan terberat seringkali ada pada kelengkapan modul daring. Di sinilah peran Badan Penjaminan Mutu melalui Audit Mutu Internal (AMI) menjadi sangat krusial untuk memastikan standar kualitas kita tetap terjaga," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Unesa tengah merumuskan kebijakan teknis yang mencakup modalitas pembelajaran daring, pengakuan kredit (credit transfer), hingga kurikulum fleksibel untuk mendukung keberhasilan program double degree. Kolaborasi lintas unit ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama bagi Unesa untuk bertransformasi menjadi World Class Universityyang memberikan dampak nyata bagi pendidikan global. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: