
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar sosialisasi Indikator Kinerja Tenaga Kependidikan (IKT) 2026 yang digelar secara hibrida di Auditorium Lantai 11 Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Sosialisasi itu dilakukan menyusul diterapkannya sistem baru bernama Sistem Apresiasi Kinerja Unesa (SAKU) yang ditujukan untuk memacu produktivitas pegawai seiring transisi Unesa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Sebagai bentuk komitmen nyata pimpinan, anggaran SAKU atau tunjangan pegawai akan didistribusikan secara bertahap mulai dari SAKU ke-13 untuk biaya sekolah, SAKU ke-14 (tunjangan hari raya), SAKU ke-15, hingga bonus akhir tahun berupa SAKU ke-16.
Wakil Rektor II Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Bachtiar Syaiful Bachri menekankan bahwa kenaikan anggaran ini merupakan tantangan sekaligus bentuk pertanggungjawaban bagi seluruh pegawai untuk memberikan kinerja terbaik.

www.unesa.ac.id
Peningkatan pendapatan dan bonus ini sangat bergantung pada pencapaian bersama. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemotongan insentif akibat kelalaian presensi, melainkan karena kinerja individu tersebut belum mencapai target maksimal.
“SAKU dirancang agar kesejahteraan pegawai berbanding lurus dengan kedisiplinan dan kontribusi mereka terhadap universitas," tuturnya.
Senada dengan hal itu, staf ahli rektor, Bambang Yulianto menegaskan komitmen pimpinan universitas untuk memastikan bahwa lompatan anggaran kelembagaan Unesa dapat dirasakan dampaknya secara merata oleh seluruh staf.
"Berdasarkan instruksi tegas rektor, tidak boleh ada lagi pegawai yang mendapatkan insentif SAKU nol rupiah di akhir semester,” ucap guru besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) itu.
Ke depan, skema IKT akan menitikberatkan 50 persen penilaian pada capaian kinerja spesifik tiap unit kerja, sementara porsi kedisiplinan presensi dan pelaporan melalui aplikasi seperti Si Bugar berada di angka 20 hingga 30 persen. Ini adalah upaya menciptakan ekosistem kerja yang positif.

www.unesa.ac.id
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Mohamad Sulton Arifin mensosialisasikan penggunaan aplikasi LogBook Pegawai serta pentingnya ketertiban administratif, termasuk pelaporan pajak dan kepatuhan disiplin kerja sebagai variabel penentu besaran insentif.
“Tujuan utamanya kita ingin mendorong produktivitas dan dampak kinerja pegawai Unesa melalui pemberian insentif yang adil bagi seluruh pegawai selingkung Unesa,” ucapnya.
Teknis penerapan SAKU dipaparkan secara rinci dua narasumber utama. Direktur Evaluasi Kinerja, Eko Wahyudi menjelaskan bahwa skema evaluasi kini berbasis pada target indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) yang lebih adil untuk menggantikan sistem lama yang hanya bertumpu pada jumlah surat tugas. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: