
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan komitmen nyata dalam membangun bangsa melalui program pendampingan Kampung Pancasila. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan “Diskusi Kampung Pancasila dengan Pendamping Unesa” yang diselenggarakan di Ruang Auditorium Lantai 6, Gedung Rektorat Kampus Unesa II Lidah Wetan, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi antara kalangan akademisi dan jajaran Pemerintah Kota Surabaya, termasuk para camat dan lurah, guna memastikan implementasi nilai-nilai Pancasila berjalan maksimal di tengah masyarakat.
Wakil Rektor III Unesa Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada ketahanan kampungnya.
Menurutnya, pembangunan bangsa harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yaitu kampung, karena dari sanalah nilai toleransi, gotong royong, dan solidaritas sosial tumbuh secara nyata.
“Membangun Indonesia itu berawal dari kampung. Jika kampungnya toleran dan gotong royongnya kuat, maka Indonesia pasti kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Dalam program pendampingan ini, Unesa hadir sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pemberi bantuan fisik.
Fokus utama pendampingan meliputi pelatihan teknologi informasi, pemberdayaan ekonomi, hingga literasi media sosial bagi warga dan perangkat kelurahan agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

www.unesa.ac.id
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Unesa dalam menjalankan kerja sama tersebut.
Dari 104 perguruan tinggi yang diajak berkolaborasi oleh Pemerintah Kota Surabaya, Unesa menjadi kampus pertama yang bergerak cepat melakukan koordinasi teknis di lapangan.
“Harapan Bapak Wali Kota, kehadiran kampus dapat membantu mendefinisikan masalah dan potensi di tiap RW secara saintifik agar solusi yang dirancang benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Kepala LPPM Unesa, M. Turhan Yani, melaporkan bahwa Unesa mendapatkan mandat untuk mendampingi 22 kelurahan yang mencakup 123 RW di tujuh kecamatan, yaitu Gayungan, Tandes, Wonocolo, Lakarsantri, Asemrowo, Genteng, dan Sambikerep.
Program ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ideologi Pancasila di tingkat akar rumput. Sebagai tindak lanjut, Unesa akan menerjunkan dosen dari 12 fakultas serta mahasiswa untuk berkolaborasi langsung dengan warga dan aparatur sipil negara (ASN) pendamping di setiap wilayah.
Melalui pendampingan intensif ini, Unesa berharap akselerasi pembangunan Kampung Pancasila dapat segera terwujud, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di tingkat kampung agar kesejahteraan dan keadilan sosial semakin merata.
Program Kampung Pancasila di Surabaya ini juga ditargetkan menjadi role model bagi pengembangan kampung serupa di berbagai daerah di Indonesia. [ ]
***
Reporter: Azam Mudzaky (Internship)
Editor: @rach*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: