
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA— Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Jatim Satu News menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Merajut Nalar dan Nurani Mahasiswa untuk Bangsa: Kritis Dialogis No Anarkis” pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Auditorium Fakultas Hukum (FH) Kampus Unesa I Ketintang.
Kegiatan ini diikuti oleh BEM fakultas selingkung Unesa, BEM perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM Nusantara Jawa Timur, serta aliansi BEM Surabaya.
Kasubdit Pengembangan Ormawa Unesa, Tutur Jatmiko, dalam agenda ini menegaskan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton atas berbagai dinamika sosial yang terjadi, tetapi juga perlu memahami persoalan secara utuh, mengkajinya secara ilmiah, dan menghadirkan solusi yang konstruktif bagi masyarakat maupun negara.
Ketua BEM Unesa 2026, Birbik Arya Fairuzzamani mengatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial dan demokrasi yang menghadirkan berbagai dinamika di tengah masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa.
Menurutnya, sikap kritis mahasiswa idealnya harus berbasis data, argumentatif, solutif, serta tetap menjunjung etika. Kritik mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya keras dalam suara, tetapi juga harus kuat dalam substansi dan mampu menghadirkan alternatif solusi terhadap persoalan publik.
“Gerakan mahasiswa harus tetap tegas dalam menyuarakan kebenaran, tetapi dilakukan melalui cara-cara intelektual, komunikatif, dan beradab,” imbuhnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Moh. Dhani Firdause menjelaskan bahwa FGD dirancang melalui beberapa tahapan diskusi. Mulai dari pemaparan materi oleh narasumber, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan atau policy brief.
“Hasil diskusi kelompok nantinya akan menghasilkan output berupa policy brief yang akan dikodifikasikan dan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap kebijakan publik,” jelas mahasiswa S1 PPKn angkatan 2024 tersebut.

www.unesa.ac.id
Selaras dengan hal tersebut, Staf Menko Polkam RI, Rizal Wahid memaparkan materi seputar dinamika geopolitik global, perkembangan perang modern, serta posisi mahasiswa dalam menghadapi arus informasi digital.
Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini mengalami pergeseran kekuatan geopolitik yang memengaruhi stabilitas dan kebijakan berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i membahas peran mahasiswa dalam demokrasi dan advokasi kebijakan publik. Ia menilai generasi milenial dan Gen Z akan menjadi mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 sehingga mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi objek politik, tetapi juga pengawal demokrasi.
Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti sejumlah isu publik di Surabaya, seperti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengurangan transfer pusat ke daerah, bantuan sosial, hingga persoalan pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa perlu aktif melakukan advokasi berbasis data dengan tetap menjaga kredibilitas moral, sosial, dan profesional.
Adapun Dosen FH Unesa, Hikam Hulwanullah menekankan pentingnya demokrasi, kebebasan berpendapat, dan penyusunan policy brief berbasis data. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu aktif melakukan kajian akademik, judicial review, serta advokasi kebijakan sebagai bentuk partisipasi dalam mengawal demokrasi.
“Policy brief harus memiliki hubungan yang jelas antara data, analisis, dan rekomendasi kebijakan agar mampu menghasilkan solusi yang implementatif,” ungkapnya. [ ]
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @rach*
Foto: Tim BEM Unesa
Share It On: