
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, Confucius Institute (CI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan perayaan yang melibatkan berbagai mitra pendidikan dan program studi Mandarin di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pergantian tahun, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan kerja sama serta memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah mitra yang selama ini telah bersinergi dengan CI Unesa.
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dwi Cahyo Kartiko. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa semangat Naga Kayu yang melambangkan kekuatan dan pertumbuhan sangat sejalan dengan visi Unesa dalam mendorong sivitas akademika untuk terus berprestasi, berinovasi, dan berdaya saing di kancah nasional maupun global.

www.unesa.ac.id
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada CI Unesa atas kontribusinya dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Mandarin serta mempererat pertukaran budaya lintas negara. Perayaan ini turut dihadiri oleh berbagai mitra strategis, termasuk perwakilan dari Lab School Unesa, sekolah Petra, hingga Stella Maris.
Kemeriahan acara diisi dengan berbagai penampilan artistik yang melibatkan mitra dan sivitas akademika. Panggung seni dibuka dengan aksi memukau Wushu dari siswi Lab School Unesa, disusul dengan alunan instrumen tradisional Guzheng dan tambur yang dibawakan dengan apik oleh mitra dari sekolah Petra.
Tidak ketinggalan, mahasiswa dan dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa turut mempersembahkan tarian serta paduan suara yang menambah hangat suasana kebersamaan.
Selain penampilan di panggung utama, CI Unesa menghadirkan sejumlah booth interaktif yang bertujuan mengenalkan kebudayaan Tiongkok secara lebih dekat kepada mahasiswa dan tamu undangan.

www.unesa.ac.id
Para pengunjung dapat mencoba berbagai aktivitas seni tradisional, seperti pembuatan tali simpul, dekorasi gunting kertas, hingga seni menulis karakter Mandarin (Hanzi) dan menghias kipas.
Salah satu daya tarik utama adalah kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba pakaian tradisional Tiongkok, Hanfu, serta mencoba permainan tradisional melempar anak panah ke dalam guci.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Cahyo Kartiko mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap bisa dipertahankan dan dikembangkan pada tahun 2027 nanti. Ia berharap identitas visual merah khas Imlek dapat lebih mendominasi lingkungan kampus Unesa sebagai simbol keberagaman dan semangat perayaan yang lebih hidup di masa mendatang.][
***
Reporter: Azam (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: