RSS Feedhttps://www.unesa.ac.id/RSS Feedid-idwww.unesa.ac.idMon, 30 Mar 2020 00:45:51feed_domain (info@unesa.ac.id)3573Unesa: Sterilisasi Kampus dengan Disinfektan dan Deteksi Kesehatan Para Tamu dengan Thermo Gun Unesa.ac.id-Surabaya, Pekan ini, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memfokuskan pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan gencar melakukan penyemprotan disinfektan di semua area gedung kampus untuk sterilisasi. Penyemprotan tersebut dilaksanakan oleh masing-masing fakultas, lembaga, dan unit yang ada di kampus Unesa Ketintang maupun kampus Unesa lidah. Gedung Rektorat menjadi prioritas utama, karena untuk mengantisipasi kedatangan para tamu dari luar Unesa. Kegiatan sterilisasi ini terlaksana dengan lancar karena kondisi kampus memang tengah sepi, menyusul Surat Edaran Rektor tentang sistem penjadwalan piket kerja bagi tenaga kependidikan dan pegawai. Kondisi gedung yang sepi memudahkan petugas disinfektan untuk melaksanakan aktivitas tersebut. Selain itu, Unesa juga memberlakukan pengetatan bagi tamu-tamu yang masuk ke lingkungan kampus. Beberapa hari ini, memang masih terlihat tamu datang karena hal-hal yang urgent. Namun mereka akan diidentifikasi sesuai dengan protokol kedatangan tamu yang sudah dibuat oleh pihak kampus. Sementara itu, pintu gerbang masuk kampus tidak dibuka lebar seperti biasanya untuk mempermudah petugas dalam mengecek keperluan para tamu tersebut. Di area pintu masuk kampus juga sudah dipasang alat pengukur suhu tubuh (Thermo Gun) guna mengidentifikasi kondisi kesehatan pegawai yang piket serta tamu yang masuk. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Suprapto, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa penggunaan alat thermo gun tersebut guna mempermudah pihak kampus mengetahui suhu tubuh pegawai yang masuk dan para tamu yang masih punya kepentingan mendesak. Tamu yang datang juga dihimbau tidak bergerombol untuk menghindari interaksi tatap muka guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. (Humas Unesa)https://www.unesa.ac.id/unesa-sterilisasi-kampus-dengan-disinfektan-dan-deteksi-kesehatan-para-tamu-dengan-thermo-gunWed, 25 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-25-03-2020-06-00-44-4165.pnghttps://www.unesa.ac.id/unesa-sterilisasi-kampus-dengan-disinfektan-dan-deteksi-kesehatan-para-tamu-dengan-thermo-gunBerita Unesa1953572Mari Menjadi Pahlawan Bersama Tuntaskan Covid-19 Unesa.ac.id-Surabaya, Saat ini, penyebaran Covid-19 semakin meluas di Indonesia. Namun, para tenaga medis yang ada seakan tidak pernah pantang menyerah demi menyelamatkan nyawa manusia walau alat yang dimiliki semakin terbatas. Peningkatan harga karena barang yang semakin langka juga mengakibatkan tidak semua orang dapat membeli karena keterbatasan ekonomi. Maka dari itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, saat ini Unesa Crisis Center (UCC) tengah membuka kesempatan secara terbuka untuk masyarakat diluar sana yang memiliki kebulatan tekad berdonasi dan nantinya akan disalurkan dalam bentuk hand sanitizer (Kode: 11), masker (Kode:12), hand soap (Kode:13), alat pelindung diri (Kode: 14), logistik mahasiswa yang terdampak karantina (Kode: 15), serta bantuan kuota internet untuk mahasiswi Bidikmisi dan ADik (Kode: 16). Silahkan menyalurkan donasi Anda ke Nomor Rekening UCC (BNI: 8290000009) dengan mencantumkan kode penyaluran yang dikehendaki di belakang nominal yang akan didonasikan. (contoh: 100.012 jika jumlah donasi adalah 100 ribu rupiah dan ingin mengalokasikan dalam bentuk masker). Setelah itu, bukti transfer dapat dikirim melalui WA ke 08156008815 (Diana), 081332863355 (Tara), atau 085733400052 (Sinta). Semoga niat baik kita demi berbakti untuk Negeri dapat berdampak besar terhadap Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. (Humas Unesa)https://www.unesa.ac.id/mari-menjadi-pahlawan-bersama-tuntaskan-covid-19Wed, 25 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-25-03-2020-01-35-38-1042.pnghttps://www.unesa.ac.id/mari-menjadi-pahlawan-bersama-tuntaskan-covid-19Berita Unesa2153571Dampak Covid-19: Tendik dan Dosen Unesa Bekerja dari Rumah (Sistem Piket) Unesa.ac.id-Surabaya, Cepatnya persebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia membuat orang-orang panik, tidak terkecuali sivitas akademika Unesa. Setelah Surat Edaran Rektor Nomor B/15254/UN38/TU.00.02/2020 terkait Tindakan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Universits Negeri Surabaya keluar, perkuliahan pun dilaksanakan secara daring, kegiatan-kegiatan yang banyak mendatangkan masa pun mulai dikurangi. Namun, kebijakan tersebut agaknya masih menimbulkan polemik, pasalnya persebaran Covid-19 terbilag cukup pesat, sementara tenaga kependidikan (tendik) dan dosen masih diberlakukan jam kerja yang sama seperti sebelumya. Melihat hal tersebut, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., tidak tinggal diam. Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta hasil rapat koordinasi Pimpinan Unesa tanggal 19 Maret 2020, Surat Edaran Rektor Nomor B/16136/UN38/HK.01.01/2020 tentang Pengaturan Jadwal Piket Bagi Tenaga Kependidikan dalam Rangka Tindakan Pencegahan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di Lingkungan Universitas Negeri Surabaya pun dikeluarkan. Keluarnya surat edaran tersebut mendapatkan berbagai macam tanggapan. Hampir dari semua sivitas akademika Unesa menyambut positif kebijakan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Dra. Titin Sumarti, M.Pd., salah satu Kabag Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Titin menyatakan setuju dengan kebijakan yang diambil oleh Rektor. Menurutnya, bekerja dari rumah dengan sistem piket bisa meminimalisasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja, namun tidak mematikan sistem administrasi. Mengenai strategi yang digunakan untuk meninjau capaian kinerja, Titin senantiasa berkoordinasi dengan stafnya melalui jejaring online. “Strategi yang saya gunakan adalah mengatur pekerjaan seefektif dan seefisien mungkin. Selain itu, saya juga senantiasa berkoordinasi dengan atasan dan staf melalui sistem yang ada di Unesa, email, serta whatsapp grup,” ujarya saat diwawancarai reporter Humas secara oline. Pendapat lain juga diungkapkan oleh Afifan Yulfadinata, S.Pd., M.Pd., salah satu dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO). Afifan mengaku jika dirinya merasa dilindungi dengan dikeluarkannya surat edaran rektor tersebut. Sementara itu, untuk menjalankan tugas sebagai dosen, Afifan tetap melaksanakan perkuliahan secara daring dengan menggunakan google class room. “Karena dengan menggunakan metode perkuliahan di google class room bisa mudah dalam mengakses dan berkomunikasi dengan mahasiswa,” ujarnya. Afifan juga mengungkapkan jika melalui aplikasi google class room, perkuliahan tetap bisa berjalan. “Proses perkuliahan tetap saya jalankan dengan memberikan materi dan tugas secara daring dengan google class room dan mengecek tugas-tugas yang sudah dikerjakan mahasiswa,” tambahnya. Harapan ke depan, semoga Covid-19 yang sedag mewabah bisa segera teratasi, dan aktivitas kembali berjalan normal. (ay/dani)https://www.unesa.ac.id/dampak-covid-19-tendik-dan-dosen-unesa-bekerja-dari-rumah-sistem-piketWed, 25 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-25-03-2020-11-57-28-6283.pnghttps://www.unesa.ac.id/dampak-covid-19-tendik-dan-dosen-unesa-bekerja-dari-rumah-sistem-piketBerita Unesa2113570Unesa Waspada Covid 19: Sugesti Positif untuk menjaga Kondisi Psikologis Unesa.ac.id-Surabaya, Bukan hanya kondisi fisik yang harus diperhatikan dalam keadaan panik akibat penyebaran Covid-19 saat ini, kondisi psikologis pun perlu diperhatikan. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Si., Ketua Jurusan Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Diana yang juga merupakan pakar psikologi di Unesa menyebutkan jika Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO bukan lagi menjadi masalah perseorangan atau satu negara saja, tetapi merupakan masalah global dunia, sehinga bisa dikatakan jika kondisi saat ini merupakan ujian kemanusiaan skala global. “Ini merupakan masalah kita semua. Penyebaran virus Corona ini secara tidak langsung sebenarnya menuntut sesama untuk saling bahu membahu, kerja sama dan tanamkan dalam benak mengenai dunia melawan corona,” ungkapnya. Sebagai kejadian luar biasa skala global, kita tahu jika Covid-19 membawa kepanikan di semua negeri, tak terkecuali di Indonesia. Untuk itu, wanita yang diberi tugas sebagai sekretaris Unesa Crisis Centre (UCC) ini berbagi sikap yang perlu diambil guna menghindari tingkat kepanikan yang berlebihan namun tetap waspada. “Virus ini begitu kecil dan cepat sebarannya, tanpa kita sadari pun bisa berpindah dengan mudah pada kita. Maka dari itu hal ini tidak bisa dianggap remeh. Saya lebih suka kata waspada dari pada panik yang berlebihan,” lanjut Diana. Sebagai pengajar dan peneliti, Diana juga menyarankan, selain menjaga kesehatan, kita juga harus memperhatikan kondisi psikologis. Salah satunya adalah dengan tetap mengembangkan sikap berpikir positif. “Untuk kondisi hari ini, kita harus bahagia, tenang, positif, dan optimis. Banyak berpikir bahwa badai akan cepat berlalu,” terangnya. Diana berpesan, untuk membangun sugesti positif harus secara konsisten dilakukan, tidak bisa dilakukan sesekali. “Sugesti kata-kata positif, meditasi, berdoa ibaratkan seperti mengonsumsi obat. Jadi, melakukan itu hanya sekali saja ya tidak akan berhasil, tambahnya. Kendalikan Ego, Tinggal di Rumah Saja Belakangan, imbauan yang sering digaungkan oleh Pemerintah dan pihak-pihak lain ialah soal menjaga jarak atau social distancing. Menurutnya, Social distancing harus dilakukan secara sadar. “Kendalikan ego dan superego dengan baik. Ibaratkan seperti berpuasa. Untuk kids zaman now, kalau memang terbiasa keluar malam untuk ngafe, ngopi, tahan yuk kebiasaan tersebut. Saya rasa anak muda walau tidak bertemu langsung, mereka masih melek akan teknologi sebagai pengganti hubungan jarak jauh yang ada,” jelasnya. Diana mengajak kita semua untuk tak hanya waspada tetapi juga mengedukasi yang lain terkait dengan hoax yang menyebar dengan massif. “Saat ini, bisa saja mungkin kita sudah melakukan social distancing dengan benar. Namun, adakalanya keluarga, saudara masih ingin berada diluar dengan berbagai macam alasan. Nah, untuk itulah kita bisa memposisikan diri menjadi agen perubahan dengan memberikan edukasi serta penghayatan psikologis pada keluarga mengenai bahaya Covid secara nyata,” ucap Diana. (Widya/ay)https://www.unesa.ac.id/unesa-waspada-covid-19-sugesti-positif-untuk-menjaga-kondisi-psikologisWed, 25 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-25-03-2020-10-45-20-8937.pnghttps://www.unesa.ac.id/unesa-waspada-covid-19-sugesti-positif-untuk-menjaga-kondisi-psikologisBerita Unesa2293569Bersaing dengan 41 PTN/PTS, Mahasiswa Unesa Kembali Ukir Prestasi Unesa.ac.id – Surabaya, Mahasiswa Fakultas Ekonomi torehkan prestasi di tingkat provinsi. Kali ini, prestasi tersebut dipersembahkan oleh tiga mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2019, yakni Ervina Novita Sari, Setiani Indah Saputri, dan Putri Hidayah. Tim yang mereka bentuk, Unesa Bisa, berhasil menjadi juara harapan II dalam lomba Accounting competition V di Universitas Widyagama Malang pada tanggal 13-14 Maret 2020. Dalam lomba tersebut, tim Unesa Bisa berkompetisi dengan 41 PTN/PTS di Jawa Timur, seperti Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang,Universitas Widayagama, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Ma Chung, Universitas widyakartika, dan lain-lain. Ervina menjelaskan tentang skema perlombaan yang terbagi menjadi 3 babak, "babak penyisihan, semi final terpilih 9 tim terbaik dan Final hanya diikuti oleh 3 tim terbaik,” ujar Ervina. Dalam babak penyisihan berisi tentang soal siklus Akuntansi dan 100 soal teori yang harus dikerjakan dalam waktu 60 menit. Pada babak semi final terdapat 2 sesi yakni 5 soal pilihan ganda dalam waktu beberapa detik setiap soalnya, serta sesi presentasi 3 soal dalam waktu 3 menit secara langsung. Di babak final terdapat tiga ronde yakni puzzle round, tebak kata dalam Akuntansi Dan cepat tepat. Ervina juga berharap agar tim Unesa Bisa ini dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjadikan almamater Fakultas Ekonomi Unesa unggul dalam perlombaan accounting competition, "menjadi lebih baik dari sebelumnya, dapat mengikuti event akuntansi selanjutnya di berbagai daerah, dan menjadikan kebanggan bagi almamater Unesa terutama Fakultas Ekonomi dalam bidang akuntansi," harap tim Unesa Bisa. (Esti/Suyo)https://www.unesa.ac.id/bersaing-dengan-41-ptnpts-mahasiswa-unesa-kembali-ukir-prestasiTue, 24 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-24-03-2020-01-25-46-2125.pnghttps://www.unesa.ac.id/bersaing-dengan-41-ptnpts-mahasiswa-unesa-kembali-ukir-prestasiBerita Unesa1293568Tanggap Penyebaran Covid-19, Unesa Produksi Hand Sanitizer Berstandar WHO Unesa.ac.id - Surabaya, Upaya tanggap Covid-19 yang dilakukan Universitas Negeri Surabaya dengan memproduksi Hand Sanitizer secara massal, menjadi langkah aktif dalam antisipasi kondisi saat ini. Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes dalam surat edaran yang dikeluarkan tentang Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan Universitas negeri Surabaya, menghimbau untuk berperilaku hidup sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau Hand Sanitizer sesuai anjuran Kemenkes dan WHO (World Health Organization). Selanjutnya Rektor juga menyampaikan siap untuk terus memproduksi Hand Sanitizer sampai kebutuhan internal Unesa tercukupi. Pengadaan produksi Hand Sanitizer dibawah tanggung jawab Pusat Inkubasi Unesa, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si ditunjuk langsung oleh rektor dalam produksi tersebut. Proses pembuatan Hand Sanitizer mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan oleh BPOM yang sesuai pada pedoman WHO dengan formula bahan-bahan yang terdiri dari Etanol 96%, Gliserol 98%, Hidrogen Peroksida 3% dan Air steril atau Aquades. Langkah-langkah prosedur pembuatan dilakukan secara tepat sesuai dengan standar WHO. Tepatnya pada (16/3) kegiatan produksi sudah dilaksanakan oleh Pusat Inkubasi Unesa, yang telah mencapai total produksi 4300 botol. “Saat ini produk Hand Sanitizer Unesa sudah didistribusikan diantaranya terdiri atas 2500 botol 60ml, 1000 botol 500ml dan 800 botol yang akan selanjutnya diproduksi kembali,” ungkap Prof. Titik. Pendistribusian produk Hand Sanitizer Unesa tersebut, mencakup seluruh lingkup Unesa yang disalurkan melalui Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan. Kini pada setiap fakultas telah tersedia fasilitas Hand Sanitizer yang dapat dimanfaatkan dalam upaya antisipasi Covid-19. Bahkan beberapa waktu lalu puluhan Hand Sanitizer telah dibagikan secara gratis kepada para jurnalis media sebagai bentuk kepedulian Unesa terhadap para pekerja media yang bekerja dilapangan untuk update berita terkait Covid-19. Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si sangat menghimbau untuk seluruh warga Unesa dapat meningkatkan kesadaran diri dalam pencegahan Covid-19 agar tidak meluas. Langkah melawan Covid-19 diharapkan tidak berhenti pada penggunaan Hand Sanitizer saja namun langkah-langkah lain dapat dilakukan secara massif dengan menjaga kesehatan tubuh, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, melakukan social distancing dan selalu berpikiran positif.(Yuris/Suryo)https://www.unesa.ac.id/tanggap-penyebaran-covid-19-unesa-produksi-hand-sanitizer-berstandar-whoTue, 24 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-24-03-2020-12-25-15-4161.pnghttps://www.unesa.ac.id/tanggap-penyebaran-covid-19-unesa-produksi-hand-sanitizer-berstandar-whoBerita Unesa2533567Tindakan Antisipasi , Unesa Keluarkan Surat Edaran Pencegahan Penyebaran Covid-19 Unesa.ac.id - Surabaya, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, beberapa waktu lalu mengeluarkan surat edaran tentang Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Universitas Negeri Surabaya pada 20 Maret 2020. Dalam surat edaran tersebut, Prof. Nurhasan menghimbau kepada sivitas akademika Unesa untuk menjalankan alur pemerikasaan kesehatan dan mengikuti arahan protokol tim kesehatan Unesa. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah mencuci tangan dengan air dan sabun atau bisa menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan, mengenakan masker sesuai standar dan pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh petugas terkait. Selain itu, sivitas akademika Unesa jga diwajibkan utuk mengisi formulir online setiap satu minggu sekali atau jika mengalami gejala sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memonitoring kesehatan seluruh sivitas akademika Unesa. Sebelumnya, surat edaran tentang perkuliahan online sudah diberlakukan. Dengan demikian, aktivitas perkuliahan di Kampus Ketintang maupun Kampus Lidah Wetan terhenti sementara. Memanfaatkan kosongnya aktivitas tersebut, tim Unesa Crisis Center mulai melakukan pembersihan fasilitas kampus untuk mencegah penyebaran covid-19. Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Unesa, Suprapto, S.Pd., M.T. selaku penanggung jawab UCC mengungkapkan pembersihan yang dilakukan berupa penyemprotan disinfektan yang sudah dimulai sejak Jum’at (20/3) lalu. Penyemprotan diawali dari gedung Pascasarjana dan beberapa fasilitas lain di Kampus Lidah Wetan. Pada Senin (23/3) dilanjutkan dengan penyemprotan di fakultas-fakultas yang ada di Kampus Ketintang. Mulai dari gedung fakultas, ruang kelas, fasilitas umum, tempat parkir dan lain-lain minimal 3 kali sehari. Menurutnya, perkembangan penyebaran virus corona di Jawa Timur sangat cepat. Dengan aksi pencegahan seperti ini Suprapto berharap bisa mencegah penyebaran virus corona lebih luas lagi. “Surabaya hari ini yang pasien positif corona juga menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, belum lagi persebaran di kota/kabupaten sangat cepat. semua dianjurkan untuk tidak keluar rumah. Unesa juga terus melakukan tindakan-tindakan antisipasi,” jelas Suprapto. (Humas Unesa) https://www.unesa.ac.id/tindakan-antisipasi--unesa-keluarkan-surat-edaran-pencegahan-penyebaran-covid-19Mon, 23 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-23-03-2020-04-34-54-9539.pnghttps://www.unesa.ac.id/tindakan-antisipasi--unesa-keluarkan-surat-edaran-pencegahan-penyebaran-covid-19Berita Unesa2003566Unesa Bentuk Unesa Crisis Center (UCC) Untuk Cegah Penyebaran Covid-19 Unesa.ac.id - Surabaya, Untuk mencegah penyebaran covid-19 di kalangan civitas akademik, Unesa membentuk tim Unesa Crisis Center atau disingkat UCC pada 14 Maret lalu. Latar belakang dibentuknya tim UCC ini adalah sebagai bentuk kepedulian lembaga pada kesehatan civitas akademik Unesa dalam memperkecil penyebaran virus corona. Tim yang diketuai oleh Direktur Pascasarjana Unesa, Dr. Edy Mintarto, M. Kes. ini beranggotakan para doktor dari Unesa, perwakilan setiap fakultas, tim psikolog serta beberapa relawan. Dalam melawan Covid-19 tersebut tim UCC telah melakukan banyak tindakan. Pertama, Membuat SOP kelembagaan yang ada di Unesa untuk dijalankan dan dipatuhi. Kedua, membuat google form yang disebarkan melalui email atau Whatsapp civitas akademika untuk diisi dan dilaporkan kembali, setelah itu tim UCC akan menganalisis kondisi terkini dan menjadi pijakan apabila ada yang perlu ditindaklanjuti dari laporan tersebut. Ketiga, tim UCC center juga membuat akun instagram yang dapat digunakan untuk konsultasi civitas akademika terkait virus covid-19 baik preventif, edukasi penyebaran, psikologi klinis, dan info-info terkait rumah sakit. “Tentunya tim UCC sangat berharap agar civitas akademika ikut membantu melawan virus covid-19 dengan tidak memperpanjang rantai penyebaran virus kepada masyarakat dan lingkungan masing-masing khususnya di kampus sendiri,” pesan Dr. Edy Sebenarnya UCC sudah dibentuk sejak lama. Tepatnya di bulan Januari saat proses kepulangan mahasiswa Unesa dari China. Tetapi ketika saat ini virus corona sudah menyebar ke Indonesia, Keberadaan UCC harus mampu bergerak lebih cepat. Rencananya UCC akan membuka donasi yang akan digunakan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) dan hand sanitizer. Sebagai gambaran saat proses kepulangan mahasiswa dari China, UCC lebih berfungsi untuk komunikasi dan koordinasi kepada pemerintah, keluarga mahasiswa, serta pemberian konseling kepada mahasiswa. “Nah perbedaanya kali ini UCC lebih kepada penangan virus corona untuk keluarga besar Unesa semuanya,” terang Direktur Pascasarjana Unesa tersebut. (Esti/Suryo)https://www.unesa.ac.id/unesa-bentuk-unesa-crisis-center-ucc-untuk-cegah-penyebaran-covid-19Mon, 23 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-23-03-2020-02-47-30-3074.pnghttps://www.unesa.ac.id/unesa-bentuk-unesa-crisis-center-ucc-untuk-cegah-penyebaran-covid-19Berita Unesa2533565Virus Covid-19 Bukan Penghalang untuk Lanjut Melaksanakan Sidang Skripsi Unesa.ac.id - Surabaya, Ancaman wabah virus corona semakin meluas di Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Tekad dua mahasiswa Unesa, Achmad Mustofa dan Andrean Prasetya untuk meraih gelar strata 1 di Universitas Negeri Surabaya tak pernah luntur. Di balik proses kelulusannya, ada kisah menarik yang tak akan pernah dilupakan. Jika pada umumnya sidang skripsi dilakukan di kampus dan bertatap langsung dengan dosen penguji, mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga dan Akuntansi Unesa ini justru mengikuti sidang skripsi secara online. Semua perguruan tinggi di Surabaya memang menerapkan kuliah online untuk mencegah laju penyebaran Covid-19. Achmad Mustofa, S1 Pendidikan Olahraga, asal Lamongan, Jawa Timur melaksanakan sidang skripsi secara online tepatnya pada Kamis, 19 Maret 2020 di inde kosnya kawasan Lidah Kulon Surabaya, pukul 10.00-10.50 WIB. Mustofa menceritakan bahwa awalnya sidang skripsi akan dilakukan secara offline di Unesa. Ia pun telah mengonfirmasi dosen penguji terkait pelaksanaan sidang skripsinya itu. Namun, H-1 sebelum pelaksanaan sidang skripsi digelar, dosen pembimbing Mustofa, Prof. Dr. Ali Maksum, menghubunginya dan menyarankan agar sidang skripsi dilakukan via online. "Jadi H-1 dosen pembimbing menyarankan untuk online lebih bagus. Saya sih ngikutin arahan dosen pembimbing. Memang sebelumnya, arahan rektor untuk mahasiswa sudah libur, jadi kampus sepi dan Saya tanya Ketua Lab bahwa sidang (skripsi) bisa online, menggunakan video call WhatsApp atau Zoom Room, saya pakai WhatsApp,"ujar Mustofa. Ada tiga dosen penguji skripsi Mustofa yang berjudul 'Kebiasaan Belajar dan Berlatih Siswa Kelas Olahraga SMP Negeri 1 Mantup Lamongan', yakni penguji 1 Heryanto Nur Muhammad, S.Pd., M.Pd., penguji 2 Dwi Lorry Juniarisca, S.Pd., M.Ed., dan penguji 3 Prof. Dr. Ali Maksum, S.Pd., M.Si yang juga dosen pembimbing Mustofa. Sedangkan Mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2015, Fakultas Ekonomi Unesa bernama Andrean Prasetya, asal Surabaya Jawa Timur melaksanakan sidang skripsi secara online tepatnya pada Jum’at, 20 Maret 2020 di kampus pada pukul 14.00 WIB. Andrean berpakaian rapi, berbekal laptop dan menyiapkan materi powerpoint untuk sidang skripsinya. Judul skripsi yang diangkat Andrean yakni ‘Pengaruh Usia Dewan Direksi, Besaran Kompensasi Dewan Direksi dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan CSR’ dengan dosen penguji Lintang Venusita, SE., Ak., M.Si., CA, Prof. Dr. Hariyati, AK., M.Si., CA, dan Susi Handayani, SE., Ak. M.Ak., CPA. Andrean menggunakan V-learning SSO Unesa sebagai media sidang skripsi onlinenya. "Lebih rileks, tidak segugup kalau sidang tatap muka langsung. Tinggal nyalain video dan ujian skripsi online dengan tiga dosen dengan koneksi WI-FI mantap," ujar Andrean. Rektor Unesa, Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes.menuturkan, setelah surat edaran turun dari Pak Menteri Kemendikbud tertanggal 18 Maret 2020, maka sidang skripsi dapat dilaksanakan secara online mengingat kondisi saat ini yang kurang mendukung untuk bertatap muka. “Sistem online menarik dan mudah.Harus adaptif dengan perangkat baik hardware maupun aplikasi teknologi. Tim PPTI pun menyiapkan panduan tutorial,” jelas Rektor Unesa.Rektor menegaskan meski ada kasus Covid dan aktivitas akademik dibuat daring, tapi tidak boleh ada mahasiswa yang dirugikan. "Harus lulus tepat waktu. Wisuda saja yang batal digelar, tapi ijazah tetap diproses," tegas Rektor. (Madina)https://www.unesa.ac.id/virus-covid-19-bukan-penghalang-untuk-lanjut-melaksanakan-sidang-skripsiMon, 23 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-23-03-2020-11-30-31-5697.pnghttps://www.unesa.ac.id/virus-covid-19-bukan-penghalang-untuk-lanjut-melaksanakan-sidang-skripsiBerita Unesa4093564Unesa Siagakan Kelas Online Guna Mencegah Penyebaran Virus Covid-19 Unesa.ac.id - Surabaya, Sebagai dampak dari menyebarnya virus corona di Indonesia, Unesa bersama dengan para staff pengembang virtual learning mengikuti seminar online yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 Gedung LP3M Unesa ini dipandu oleh Prof. Dr. Richardus Eko Indarjit melalui live streaming yang telah disediakan, Jum’at (20/03). Momen belajar daring semakin diperluas oleh dikti. Seluruh perguruan tinggi sudah menyiapkan materi pembelajaran via online akan tetapi dengan akses yang terbatas yakni hanya dapat diakses oleh mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Dikarenakan wabah virus yang semakin gencar membuat Dikti ingin mengembangkan belajar online, jadi semua mahasiswa peguruan tinggi manapun bisa akses materi yang telah disediakan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sehingga nantinya materi tersebut akan bersifat open acsess untuk siapa pun tidak terhalang oleh pembatasan akses mahasiswa di perguruan terkait. Dr. H. Bachtiar Syaifu Bachri, M.Pd. menambahkan bahwa Dikti juga mendorong budaya melalui teknologi digital transformation dengan mengadakan seminar online tersebut. Selain itu Dikti juga mendorong kerjasama dengan platform yang menyediakan layanan penyedia E-learning yang lebih luas antara lain yakni google classroom. “Digital transformasi ini terjadi karena terbukanya ruang publik sehingga konten yang yang dimiliki bukan lagi milik pribadi akan tetapi menjadi milik publik, karena pasti akan tersharing dengan sendirinya” tambahnya. Sebagai tanggapan dari hal tersebut, nampaknya Unesa juga akan membuat kuliah online ini untuk mata kuliah umum institusional dalam semester ini. Meskipun nantinya pembelajaran akan kembali normal, Unesa akan terus mengembangkan model pembelajaran online. (Nov/Suryo)https://www.unesa.ac.id/unesa-siagakan-kelas-online-guna-mencegah-penyebaran-virus-covid-19Fri, 20 Mar 2020https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-03-2020-01-23-27-0193.pnghttps://www.unesa.ac.id/unesa-siagakan-kelas-online-guna-mencegah-penyebaran-virus-covid-19Berita Unesa345