RSS Feedhttps://www.unesa.ac.id/RSS Feedid-idwww.unesa.ac.idSat, 21 Sep 2019 20:03:22feed_domain (info@unesa.ac.id)Mahasiswa PLS Lakukan PKL di 6 Provinsi di Indonesia Unesa.ac.id, Surabaya - Mahasiswa angakatan 2016 Jurusan PLS FIP UNESA lakuka kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL) Nasional di 11 tempat lembaga di Indonesia. Kuliah PKL ini sebagai wujud pengenalan dunia luar kampus yang dapat dijadikan bahan eksplorasi potensi dalam diri mahasiswa. Kegiatan yang sudah delapan tahun berjalan ini terus bereksperimen terkait tempat mana saja yang layak untuk dijadikan kuliah PKL. Mata kuliah PKL ini merupakan mata kuliah praktikum penuh (full practice) sebagai aplikasi dari hasil belajar secara teoritik. Untuk tahun ini terdapat 69 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah PKL. Mahasiswa ini telah menyebar kebeberapa instansi kepemerintahan diantaranya BPPAUD dan DIKMAS Surabaya, Bidang Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Jawa Timur, BPPAUD dan Dikmas Propinsi Bali, SKB Bantul Yogjakarta, SKB Salam Yogjakarta, PPPAUD dan DIKMAS Semarang, LKP Mahesa Kampung Inggris Pare Kediri, LKP Magistra Utama Kediri, PP PAUD dan Dikmas Bandung, serta PPSPA Bima Sakti Batu. Diharapkan dengan dilaksanakan PKL Nasional ini setiap tahun, sebagai tempat promosi untuk jurusan PLS FIP UNESA dan alumni kepada stakeholder. Di samping itu kegiatan ini menjadi sumber wawasan mahasiswa terkait implementasi keilmuan di bidang kerja. (why)https://www.unesa.ac.id/mahasiswa-pls-lakukan-pkl-di-6-provinsi-di-indonesiaFri, 20 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-09-2019-11-13-56-9168.pnghttp://www.unesa.ac.id//mahasiswa-pls-lakukan-pkl-di-6-provinsi-di-indonesiaAsah Kreativitas Melalui Keberagaman Budaya Unesa.ac.id, Surabaya – Berawal dari rasa gelisah yang timbul karena tingginya kebergantungan bangsa Indonesia atas produk-produk impor. Serta ditambah kurangnya respon pemerintah dalam mengsosialisasikan produk karya dalam negeri menjadi salah satu faktor dalam terselenggaranya seminar nasional seni dan desain Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya di Gedung T13, FBS, Kampus Lidah Wetan, (19/09). Acara yang bertemakan “Reinvensi Budaya Visual Nusantara” ini mendatangkan empat pembicara yang ahli dibidangnya diantaranya terdapat Hokky Situngkir , Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn. , Dr. Adhi Nugraha, M.A. dan Ir. Eko Prawoto, M.Arch. Mereka membahas tentang dunia budaya visual Nusantara dari berbagai sudut pemikiran di depan 275 peserta dari berbagai kalangan itu. Dalam forum yang penting ini turut hadir Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Trisakti, M.Si., sebagai pembuka dan sambutan acara. “Keberagaman budaya Nusantara sangatlah beragam, kebergaman ini lah kita junjung tinggi. Serta tidak lupa pula jadikan keberagaman ini sebagai sumber inspirasi yang dapat dituangkan dalam karya seni dan desain kita,” Ujar Dr. Trisakti saat memberi sambutan. Sementara itu menurut pengamat seni, Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., mengatakan bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang penuh ide dan kreatifitas. Namun masih rendah dalam mengeksploitasi mereka untuk berkarya. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam makanan yang diolah oleh orang Indonesia. “Buktinya dengan satu bahan, tapi orang Indonesia mengolahnya dalam berbagai macam makanan serta nama makanannya pun di setiap daerah berbeda, inilah sebagai wujud kreatifitas orang Indonesia,” ujar Dr. Djuli. Ia juga menambahkan bahwa kreatifitas yang dihasilkan merupakan proses dari evolusi fisik serta akal budi manusia. Menurut Hokky Situngkir budaya dan seni di Indonesia memiliki kesamaan pola. Hal ini yang dilakukan oleh Hokky untuk mengelompokkan pola-pola tersebut sehingga dapat terlihat persamaannya. “ Dalam sudut pengetahuan saya seni di Indonesia dapat dikelompokkan dari polanya sehingga dapat dilihat persamaannya, contohnya yang pernah saya lakukan yakni persamaan pola motif dalam seni membatik, ukiran, atau pun juga keberagaman makanan,” ujar Hokky. Hokkya juga menambahkan Indonesia dikenal oleh dunia karena seninya yang khas dan beragam. Untuk itu sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga dan turut serta dalam menjaga warisan yang ada di negara ini. Antusias peserta sangat baik hingga pelakasanaan seminar sesi kedua. Pada sesi berikutnya ini diisi oleh Dr. Adhi Nugraha, M.A., yang membahas terkait perkembangan keilmuan berbasis kenusantaraan dan Ir. Eko Prawoto, M.Arch yang mengangkat topik desain berbasis lingkungan dan nusantara. (Ltng/has/why)https://www.unesa.ac.id/asah-kreativitas-melalui-keberagaman-budayaFri, 20 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-09-2019-08-45-28-6382.pnghttp://www.unesa.ac.id//asah-kreativitas-melalui-keberagaman-budayaUnesa Siapkan 20 Prodi Menuju Akreditasi Internasional ASIC Unesa.ac.id, Surabaya – Bidang akademik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Workshop Accreditation Service for International Colleges (ASIC) di gedung rektorat Lt. 9, Kampus Lidah Wetan Surabaya, Rabu—Kamis (18—19/09/19). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa, Prof. Dr. Bambang Yulianto. Dalam sambutannya, Bambang menyatakan Unesa saat ini sedang mengupayakan akreditasi prodi internasional. Sebagai institusi, Unesa sudah terakreditasi A oleh BANPT, tapi belum memiliki prodi yang terakreditasi internasional. Tugas kita adalah mempertahankan akreditasi BANPT Unesa tetap A, dan menambah prodi yang terakreditasi internasional. Oleh karena itu, Unesa sengaja mengundang Prof. Riswanda Setiadi, M.A., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai narasumber. Dalam paparannya, Prof. Riswanda Setiadi, M.A., Ph.D. memaparkan tentang konsep dan strategi menyusun form akreditasi ASIC (Accreditation for International Schools, Colleges, and Universities). ASIC adalah lembaga penilaian pendidikan internasional independen yang berbasis di Inggris. Beliau berharap, dengan adanya upaya untuk meningkatkan kualitas itu akan semakin baik pelayanan Unesa kepada mahasiswa dan masyarakat secara umum. Materi yang disampaikan mencakup konsep ASIC, dokumen-dokumen yang perlu disiapkan, langkah-langkah persiapan menuju ASIC. Pada hari kedua, tiap prodi diminta menyusun draf form ASIC. Tiap prodi kemudian mempresentasi draf masing-masing, lalu dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Terakreditasi ASIC salah satu strategi untuk meningkatkan rangking Unesa karena salah satu poin penilaiannya adalah jumlah akreditasi prodi yang terakreditasi Internasional. Dr. Lilik Anifah, M. T., sebagai panitia berharap setelah diadakan acara ini Unesa berhasil terakreditasi Internasional baik AUN QA, ASIC, maupun ASIIN. Dengan demikian, Akreditasi Perguruan Tinggi BAN PT Unesa menjadi Perguruan Tinggi unggul dan rangking Unesa menjadi meningkat. (prima)https://www.unesa.ac.id/unesa-siapkan-20-prodi-menuju-akreditasi-internasional-asicThu, 19 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-09-2019-02-35-34-7352.pnghttp://www.unesa.ac.id//unesa-siapkan-20-prodi-menuju-akreditasi-internasional-asicPelaksanaan Workshop Pengelolaan Keuangan BLU Selingkung Unesa Unesa.ac.id, Surabaya – Dalam pengelolaan keuangan dalam suatu instansi atau lembaga seperti Unesa dibutuhkan kecermatan yang serius. Pasalnya keuangan yang dikelola harus dipertanggungjawabkan secara benar. Mengingat pentingnya hal tersebut Universitas Negeri Surabaya menggelar workshop Pengelolaan Keuangan BLU yang dilaksanakan di Royal Trawas Hotel, (19/09). Acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat selingkung universitas ini dilaksanakan selama dua hari 19 dan 20 September 2019. Dalam arahannya Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Suprapto, S.Pd., M.T., mengatakan workshop ini dilaksanakan sebagai wujud peningkatan keefektivan keuangan universitas secara baik. Suprapto dalam akhir arahannya berharap setelah kegiatan ini pejabat selingkung universitas dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dengan baik. “Semoga setelah kegiatan ini pengelolaan keuangan di unit-unit selingkung universitas dapat lebih efisien, efektif dan produktif,” ujar Suprapto. Sementara itu, pemateri yang mendampingi wrokshop ini langsung dihadirkan dari perwakilan Kementrian Keuangan. Materi yang diberikannya pun beragam, diantaranya overview pengelolaan keuangan BLU, Perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pemecahan masalah dengan melihat study kasus yang terjadi di setiap masing-masing fakultas atau unit kerja. (why/tni)https://www.unesa.ac.id/pelaksanaan-workshop-pengelolaan-keuangan-blu-selingkung-unesaThu, 19 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-09-2019-02-26-32-7465.pnghttp://www.unesa.ac.id//pelaksanaan-workshop-pengelolaan-keuangan-blu-selingkung-unesaFDAP dan Unesa Gelar Lokakarya Pengelolaan Dana Pesantren   Unesa.ac.id, Surabaya - Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) bekerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Lokakarya Pengelolaan Dana Pesantren bertempat di Auditorium Lantai 9, Gedung LP3M, Kampus Unesa Lidah Wetan, (18/09). Pada Lokakarya ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari dosen serta pengelola pesantren. Mengingat di Jawa Timur merupakan provinsi yang memilki pesantren terbesar di Indonesia. Serta instruksi dari Bank Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia dalam pengelolan dana pesantren perlu adanya gerakan untuk memahami tata cara penggunaan dana pesantren yang lebih efektif. Menurut Ketua Forum Dosen Akuntansi Publik, Dr. Harnovinsyah, M.Si., Ak., CA., mengatakan Bank Indonesia dapat mengeluarkan istruksi tersebut bukan tanpa alasan. Masih banyak pesantren pengelolaan dananya masih dikelola oleh keluarga, sehingga pertanggungjawabannya masih diragukan. “Bank Indonesia telah bekerjasama dengan IAI untuk membuat pedoman standar akuntansi pengelolaan dana pesantren. Bagi BI ini sangat penting agar pengelolaan dana pesantren dapat dikelola dengan baik. Selain itu, menurut Dekan Fakultas Ekonom dan Bisnis Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta itu menambahkan jika pengelolaan dana pesantren dilakukan dengan benar serta dapat dipertangungjawabkan tentunya banyak pihak ketiga yang berbondong-bondong memberikan bantuan pada pesantren tersebut. “Acara ini sangat perlu agar pengelola pesantren dapat memahami dan membuka wawasan mereka betapa pentingnya pengelolaan akuntansi pesantren jika dilakukan secara benar. Saya yakin banyak pihak ketiga yang banyak membantu jika pertanggungjawaban dana itu dikelola secara baik,” pungkasnya. Ia juga berharap Unesa melalui dosen-dosennya dapat menjadikan kegiatan ini sebagai wadah pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk implementasi pengabdian kepada masyarakat. Dosen Unesa juga dapat membantu mengsyiarkan tata kelola dana di pesantren-pesantren yang telah bekerjasama dengan Unesa. Pada forum yang sangat penting ini menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya diantaranya Prof. Dr. Mohammad NizarulAlim, M.Si., Ak., CA Guru Besar dari Universitas Trunojoyo Madura, dan Dr. Kautsar Riza Salman, SE., M.Si., Ak., dari STIE Perbanas Surabaya (why/tni)https://www.unesa.ac.id/fdap-dan-unesa-gelar-lokakarya-pengelolaan-dana-pesantren-Wed, 18 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-09-2019-03-24-31-6084.pnghttp://www.unesa.ac.id//fdap-dan-unesa-gelar-lokakarya-pengelolaan-dana-pesantren-Persiapkan Generasi Muda Hadapi Revolusi 4.0 Unesa.ac.id, Surabaya - Persaingan di revolusi industri 4.0 sangatlah ketat. Demam revolusi industri 4.0 seakan telah menyebar keseluruh penjuru lini. Gebrakan perubahan ini bahkan merambah persaingan di dunia enterprenuer. Untuk itu BEM FMIPA mengadakan seminar ekonomi nasional dengan mengangkat tema “Young Entrepreneur as a Hero of Industrial Revolution 4.0”, (14/9). Acara ini menghadirkan pemateri dari berbagai bidang diantaranya terdapat Drs. Suratno dari Ketua Himppera Jatim, Akhmad hasan S,Pd. MTRS Pendiri Trainer ESQolbu Indonesia, dan Fay Nabila sebagai seorang artis dan pengusaha muda. Dalam kesempatan itu Drs. Suratno sebagai pemateri pertama menuturkan di era revolusi industri 4.0 tidak bisa hanya dengan mengandalkan gaji sebagai pegawai. Banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi pegawai, namun gaji yang diterima hanya sebatas UMR. Namun jika jeli melihat peluang tidak menutup kemungkinan dapat menciptakan usaha sendiri atau berwirausaha. “Kunci utama adalah jeli melihat peluang, manfaatkanlah kecepatan dan teknologi yang kini sedang berkembang. Era ini tidak dapat dilewati begitu saja tapi harus ada tekad kuat untuk bisa maju salah satunya dengan berwirausaha,” ujar Suratno. Suratno menambahkan wirausaha tidak hanya ada dipikiran atau hanya mempunyai ide tetapi juga dilakukan dengan mencoba dengan hal-hal kecil. “Tidak akan bisa berjalan kalau hanya berpikir saja. Memulai berwirausaha dengan prinsip 5N, yaitu Niat, Niteni, Nirokke, Nambahi, Ndungo,” tambahnya. Sependapat dengan Suratno, Akhmad hasan S,Pd. MTRS berpendapat revolusi industri 4.0 merombak perekonomian dunia. Untuk itu pemuda perlu menyiapkan tantangan tersebut. Keterampilan yang perlu dimiliki dan dikembangkan adalah marketing, IT, dan kewirausahaan. Untuk pemateri yang terakhir dari kalangan aktris yaitu Fay Nabila. Fay sapaan akrabnya kini telah merambah ke dunia usaha. Menurut aktris jebolan ajang pencarian bakat ini motivasi dirinya untuk membuka usaha karena melihat peluang disekitarnya. Bisnis yang sekarang dijalankan adalah sebagai Entrepreneur Part of emmh.snack. “Adanya era industri 4.0 saat ini memudahkan orang sebagai generasi muda untuk memulai menjalankan bisnis. Kalian dapat melihat segala infromasi yang ada dan lihatlah peluang. Saya yakin anda akan berhasil, asalkan mau kerja keras, berusaha, dan berdoa,” ujar Fay. (Aida/why)https://www.unesa.ac.id/persiapkan-generasi-muda-hadapi-revolusi-40Tue, 17 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-17-09-2019-09-39-32-7584.pnghttp://www.unesa.ac.id//persiapkan-generasi-muda-hadapi-revolusi-40Peserta Mathematics Competition Revolution Tahun ini Melonjak Unesa.ac.id, Surabaya - Ramai dan meriah itulah yang dapat digambarkan dalam ajang berskala nasional Mathematics Competition Revolution (MCR) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), (15/09). Total peserta tahun ini melonjak drastis dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk tahun ini total peserta mencapai 2700 orang. Pada babak penyisihan perlombaan MCR peserta akan disuguhi 30 soal yang harus dikerjakan dalam waktu satu jam. Dari babak penyisihan ini bagi peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni semi final yang dilaksanakan pada 28 September 2019. Tidak tanggung-tanggung total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini sebesar 60 juta rupiah. Menurut ketua HIMA Matematika, Priza Tri Setya Wicaksana menuturkan tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan generasi bangsa untuk siap menghadapi ketatnya persaingan global khususnya dalam bidang matematika. “Kami mewadahi perlombaan ini untuk bisa melatih bakat dan kompetitif dalam diri peserta di bidang Matematika,” ujar Priza. Selain itu, Surabaya sebagai rayon pusat dalam perlombaan ini telah menyiapkan fasilitas pendukung untuk memeriahkan acara. Salah satunya yakni stand media pembelajaran. Fasilitas ini banyak diserbu oleh para peserta bahkan pengunjung umum. media pembelajaran yang disuguhkan merupakan hasil mahasiswa Matematika sebagai tugas akhir mata kuliah. Ada beberapa macam media pembelajaran diantaranya Ada Pacamat (Puzzel Pecahan Matematika) untuk jenjang SD, kemudian di jenjang SMP ada Cano (Catur Trigonometri), dan untuk jenjang SMA UNO Trigonometri. (Aida/Dika/why)https://www.unesa.ac.id/peserta-mathematics-competition-revolution-tahun-ini-melonjakTue, 17 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-17-09-2019-08-33-55-0394.pnghttp://www.unesa.ac.id//peserta-mathematics-competition-revolution-tahun-ini-melonjakTim Dewanagari Siap Berlaga di Tubitak UAV Competition 2019Unesa.ac.id, Surabaya - Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., terjun langsung dalam mendampingi mahasiswanya untuk berkiprah di ajang internasional. Rektor di dampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Agus Hariyanto, M.Kes., beserta rombongan Tim Dewanagari telah tiba di Istanbul, Turki untuk mengikuti ajang Tubitak UAV Competition 2019. Dedy Rahman Prehanto, S.Kom., M.Kom selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik yang juga ikut serta dalam rombongan menuturkan Tim Dewanagari untuk berkiprah di kancah internasional perjalanannya tidaklah mudah. Menurutnya, Tim Dewanagari berhak lolos setelah berhasil meraih juara pada Ajang UAV Nasional di Lampung 2018. Sehingga tim mendapat rekomendasi dari dewan juri Kemenristekdikti untuk dapat mengikuti Tubitak UAV Competition 2019 di Turki. “Perjuangan kami untuk lolos dalam kompetisi internasional tidak hanya mendapatkan rekomendasi dari Kemenristekdikti. Namun kami juga harus mengikuti beberapa tahap seleksi, diantaranya seleksi keilmuan, seleksi konsep, dan yang terakhir tahap video perkembangan tim,” terang Dedy. Tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa dan dosen pembimbing M. Syariffuddien Zuhrie, S.Pd., M.T., ini menargetkan untuk dapat memperoleh juara dan mengibarkan nama Unesa di kelas internasional. “Mohon dukungan dan doa restu dari sivitas akademika unesa dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga Tim Dewanagari dapat pulang dengan membawa juara di kompetisi ini dan mampu membawa harum nama Unesa dan Indonesia di kancah International,” tambah Dedy. (why)https://www.unesa.ac.id/tim-dewanagari-siap-berlaga-di-tubitak-uav-competition-2019Mon, 16 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-16-09-2019-08-07-04-5392.pnghttp://www.unesa.ac.id//tim-dewanagari-siap-berlaga-di-tubitak-uav-competition-2019Peran Seni dalam Menghadapi Era 4.0 Unesa.ac.id, Surabaya - Era 4.0 tidak hanya berbicara dengan kecepatan teknologi dan juga informasi namun peran seni pada era ini juga harus dapat perhatian khusus. Oleh karena itu Fakultas Bahasa dan Seni Unesa menggelar seminar nasional yang bertajuk “Pendidikn Pertunjukan Seni Pada Era Revolusi Industri 4.0”. Acara yang digelar di lantai empat gedung T13 tersebut, (14/09), menghadirkan sosok seniman profesional yang dimiliki oleh bangsa ini, diantaranya Nanang Arizona, S.Sn., M.Sn., dari ISI Yogyakarta, Purwatjaraka seorang Musikus dan juga Komposer, dan Eko Supriyanto salah satu koreografer dan penari ternama. Dalam seminar ini Purwatjaraka menceritakan pengalamanan selama berkecimpung dalam industri musik Indonesia. Sejak umur 18 tahun Purwatjaraka mulai mencoba untuk melebarkan sayap dalam dunia musik. Kerja keras serta mampu mengkreasikan sebuah musik yang dapat diterima masyarakat menjadi pedoman utama dirinya dalam menapaki karir. Hingga pada saatnya Purwatjaraka dapat mendirikan sekolah musik pada tahun 1988. “Apa yang saya lakukan adalah berkat konsistensi saya dalam bermusik. Sejak kecil saya berkomitmen untuk bisa mnghasilkan karya musik yang indah dan banyak diterima oleh semua kalangan” ujar Purwatjaraka. Purwatjaraka juga berpendapat bahwa Unesa sudah mencukupi menghadapi Era 4.0 terutama dalam bidang seni. Baginya potensi mahasiswa Unesa dalam bidang seni sudah sangat potensial dan siap berkecimpung dalam seni nasional bahkan internasional. Namun ia juga berpesan sebagai seorang mahasiswa seni harus pandai-pandai melihat peluang serta dapat kreatif dalam menyikapi segala kondisi. Sependapat dengan Purwatjaraka, Eko Supriyanto menambahkan zaman yang serba canggih ini penuh dengan kompetisi dalam bidang apapun salah satunya di bidang seni. Menurut penata koreografi di opening Asian Games 2018 ini mahasiswa perlu beradaptasi dengan cepat pada dunia teknologi dan informasi karena cita-cita dan karir dapat ditempuh pada kedua elemen tersebut. “Berkaryalah dengan memanfaatkan teknologi dan infromasi yang serba canggih ini, jangan pernah menutup diri dengan segala perkembangan yang telah ada, hadapi dan semangat berkreasi dalam dunia seni”, tegas Eko yang pernah juga menjadi penari latar Madonna. Sementara itu Nanang Arizona mengatakan bahwa peluang untuk berkreasi pada dunia seni di Era 4.0 masih terbuka lebar. Peluang tersebut bergantung pada dalam diri seseorang mampu memanfaatkan peluang atau tidak. Dalam acara tersebut juga menampilkan pertunjukan dari Purwatjaraka yang bermain musik dengan diringi kemampuan tari latar yang dibawakan oleh Eko Supriyanto. (fbr/ic/why)https://www.unesa.ac.id/peran-seni-dalam-menghadapi-era-40Sun, 15 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-15-09-2019-05-25-07-8174.pnghttp://www.unesa.ac.id//peran-seni-dalam-menghadapi-era-40Unesa Tingkatkan Kualitas Overview Audit dan Penyusunan Sistem Laporan Unesa.ac.id,Surabaya – Pelatihan Overview Audit dan Review Sistem Pelaporan oleh Satuan Pengawasan Internal Universitas Negeri Surabaya (SPI Unesa) telah digelar. Warkshop yang diadakan sebagai bentuk upaya untuk memahami tata cara melakukan overview audit dan penyusunan sistem laporan keuangan tersebut berlangsung selama dua hari di Meeting Room Lt.7 Best Western Papilio Hotel, Jl. Ahmad Yani No.176-178, Gayungan, Kota Surabaya. Hari pertama diawali dengan materi tentang Overviu Audit, penyusunan Laporan hasil audit, diskusi penyusunan laporan hasil audit, Reviu RKA KL (Sistem Informasi Perencanaan dan Anggaran), dan Diskusi Reviu RKA KL (Sistem Informasi Perencanaan dan Anggaran) oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenristekdikti Wilayah II. Sedangkan, dihari kedua, dilanjutkan materi mengenai Reviu Laporan Keuangan BLU, Reviu Laporan Keuangan SAIBA, Evaluasi LAKIN, dan Evaluasi SAKIP oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenristekdikti Wilayah II. Kegiatan ini diikuti sebanyak 25 orang yang terdiri dari Bagian Umum, Bagian Keuangan, Bagian Perencanaan, dan Satuan Pengawasan Internal. Turut hadir Ketua SPI Prof. Dr. Leny Yuanita, M.Kes., Kabiro BAKPK Dra. Ec. Ratih Pudjiastuti, M.Si., dan Kabiro BUK Drs. Budiarso, M.M. Sementara itu, Gana Haditsurya, SE., M.Ak., QIA., Auditor Madya Inspektor II Inspektorat Jenderal (Itjen) KementristekDikti menjelaskan Review RKA-K/L adalah suatu penelaahan atas penyusunan dokumen rencana keuangan yang bersifat tahunan berupa RKA-K/L oleh auditor APIP yang berkompeten untuk memberikan kenyakinan terbatas. “Tujuan Reviu RKA-K/L ini adalah untuk memberikan keyakinan mengenai akurasi, keandalan dan keabsahan, bahwa informasi dalam RKA-K/L yang harus sesuai dengan RKP, Renja K/L, dan Pagu Anggaran, serta kesesuaian dengan standar biaya dan dilengkapi dokumen pendukung RKA-K/L,” jelas Gana. Gana berharap para Tim RKA-K/L mampu melakukan dan memenuhi kompetensi dalam memahami sistem perencanaan pembangunan nasional, memahami tata cara penyusunan RKA-K/L, memahami perencanaan pengadaan barang/jasa pemerintah dilingkungan RKA-K/L, memahami bagan akun standar, memahami proses bisnis atau tugas dan fungsi unit yang direviu, menguasai teknik komunikasi, memahami analisis data, dan menguasai dasar-dasar reviu. (sh)https://www.unesa.ac.id/unesa-tingkatkan-kualitas-overview-audit-dan-penyusunan-sistem-laporanFri, 13 Sep 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-13-09-2019-04-22-48-4259.pnghttp://www.unesa.ac.id//unesa-tingkatkan-kualitas-overview-audit-dan-penyusunan-sistem-laporan