RSS Feedhttps://www.unesa.ac.id/RSS Feedid-idwww.unesa.ac.idWed, 13 Nov 2019 06:03:36feed_domain (info@unesa.ac.id)3401Mengintip Cerita KKM Teater Sendratasik Sang Juara Umum di Malang Unesa.ac.id, Surabaya - Festival Drama Sepasang Aktor Tingkat Nasional telah digelar beberapa waktu lalu di Universitas Negeri Malang. Dalam gelaran ini KKM Teater Sendratsik Universitas Negeri Surabaya muncul sebagai juara umum. Siapa sangka dalam raihan juara ini terdapat racikan tangan berbakat yang ikut andil dalam mengelola peran aktor. Ia adalah Welly Suryandoko, S.Pd., M.Pd., dosen Sendratasik yang berhasil mengangkat cerita Pita Kaleng di dalam seni Teater yang diperankan oleh Muhammad Arifudin dan Jefri Firmansyah. Welly selaku Sutradara mengaku kebingungan untuk mengangkat jalan Cerita Kaleng karena dirasa kurang menghidupkan cerita. Namun hal tersebut dapat diatasinya. Berkat tangan dinginnya Welly mencoba membuat sebuah bentuk pertunjukan yang bersifat karikatural, satir, dan jalan cerita yang mengkritik. Sehingga tema dramanya condong kepada suasana politik yang dikritik atas kebijakan-kebijakan. Dalam cerita tersebut dua aktor dalam pertunjukkan menggambarkan sosok yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi namun dihalangi oleh kalangan elit politik pada saat itu sehingga terjadi penyekapan selama berpuluh tahun. Pertunjukkan ini dilakukan secara sederhana. Busana serta seting tempat yang pas menghidupkan cerita sehingga informasi yang digambarkan dapat mudah ditangkap oleh penonton. Selain itu Welly mengatakan pemilihan aktor peran tidak semudah menunjuk barang, namun ia harus melakukan seleksi kepada beberapa peserta yang sesuai dengan keinginannya. “Dua aktor yang terpilih ini memiliki psikologi yang tepat dengan persoalan yang ada di dalam cerita yakni kritis dan cenderung suka protes sehingga cocok dengan pendekatan tokoh yang akan dimunculkan,” ungkap Welly. Welly menambahkan dua aktor yang ia pilih memiliki banyak kelebihan. “Mereka aktor berbakat yang bisa menghidupkan cerita dengan dialog yang bagus, akting yang baik, kemudian dengan pola kalikaltural yang tepat,” tambahnya. Oleh karena itu Tim dapat mendapat penghargaan sebanyak lima penghargaan yaitu penyaji terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, pinata panggung terbaik, make up dan kostum terbaik. Dari kemenangan kelima pengahargaan dari tujuh penghargaan yang ada pada perlombaan, Tim Unesa ini menjadi juara umum diperlombaan tersebut. Kedepannya Welly Berharap mahasiswa Unesa dapat lebih berkibar dalam dunia teater baik skala nasional maupun internasional. Menurutnya potensi yang dimilki oleh mahasiswa Unesa khususnya Sendratasik cukup mumpuni dan berkualitas. “intinya untuk fokus ke dalam dunia teater adalah terus berlatih dan berlatih. Saya yakin dengan potensi yang dimilki oleh Unesa ini dapat menghidupakan serta berprestasi dalam bidangs teater baik skala nasional dan internasional,” tutup Welly. (why/ic)https://www.unesa.ac.id/mengintip-cerita-kkm-teater-sendratasik-sang-juara-umum-di-malangTue, 12 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-11-2019-02-14-15-5542.pnghttps://www.unesa.ac.id/mengintip-cerita-kkm-teater-sendratasik-sang-juara-umum-di-malangBerita Unesa533400Langkah Awal Buka Prodi Bahasa Korea, FBS Adakan Kuliah Tamu "Bahasa Dan Budaya Korea" Unesa.ac.id, Surabaya - Fakultas Bahasa dan Seni mendapat amanat yang cukup membanggakan dari rektor. Sebagai fakultas yang mengembangkan potensi kebahasaan, rektor memberi amanat untuk membuka program studi baru yakni prodi Bahasa Korea. Menindaklanjuti hal tersebut FBS mulai bergerak awal dengan mengadakan kuliah tamu yang membahas terkait bahasa dan budaya korea beberapa waktu lalu, (08/11). Untuk itu FBS menghadirkan pemateri yang dapat mencakup segala informasi terkait tentang Korea. Dalam hal ini Mr. Lee Kyeong Young yang merupakan asisten Konsulat Kedutaaan Republik Korea dihadirkan untuk menyukseskan acara yang dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa jurusan di FBS. Wakil Dekan Bidang Akademik FBS, Dr. Mintowati, M.Pd., saat memberikan sambutan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh dosen serta berbagai pihak yang ikut serta menyukseskan kegiatan ini. Dr. Mintowati mengatakan program studi bahasa Korea sudah dalam pengkordinasian. Berbagai rencana kegiatan telah disiapkan. “Kami telah berkordinasi dengan beberapa dosen untuk menyukseskan prodi bahasa Korea. Kami juga melakukan studi banding ke beberapa universitas untuk mengetahui jalannya program stdui bahasa Korea seperti di Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Gajah Mada,” ujar Dr. Mintowati. Sementara itu, Mr. Lee Kyeong Youn dalam pemaparannya mengusung pembahasan “About Korea”. Untuk mengajak peserta mengenal lebih dekat terkait Korea, Mr. Lee menceritakan sejarah awal negara Korea sebelum menjadi negara Maju. Menurutnya ada beberapa faktor membuat negara Korea berkembang dengan cepat. “Korea dapat berkembang dan maju hingga sekarang karena berbagai hal yang pertama Memiliki kepribadian yang rajin, kedua kepemimpinan yang kuat, serta pendidikan yang berkembang cepat,” jelasnya. Selain itu Lee juga mengajarkan bahasa korea kepada para peserta. Untuk memeriahkan acara, Lee mengenalkan budaya Korea seperti pakaian tradisional, rumah adat, makanan hingga kesenian khas Korea. "ini merupakan kabar membanggakan jika FBS sukses melahirkan Prodi Bahasa Korea. Kami siap membantu untuk menyukseskan program tersebut,” Pesan Mr. Lee. Peserta yang mengikuti kuliah tamu tampak antusias, mereka pun sudah bisa memperkenalkan diri dengan bahasa Korea. "Saya sangat senang sekali bisa ikut kuliah tamu ini apalagi narasumbernya orang Korea, biasanya hanya lihat orang Korea di drama tapi ini secara langsung, semoga program studi baru ini mendapat dampak positif dan para kpopers banyak yang minat masuk unesa prodi bahasa korea. "ujar Diana salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. (esti/pai/why)https://www.unesa.ac.id/langkah-awal-buka-prodi-bahasa-korea-fbs-adakan-kuliah-tamu-bahasa-dan-budaya-koreaTue, 12 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-12-11-2019-09-35-16-0231.pnghttps://www.unesa.ac.id/langkah-awal-buka-prodi-bahasa-korea-fbs-adakan-kuliah-tamu-bahasa-dan-budaya-koreaBerita Unesa593399Meriahkan Lomba Pawai Budaya, JBSI Raih JuaraUnesa.ac.id, Surabaya - Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2019, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya mengadakan serangkaian kegiatan di tiap prodi se-lingkung FBS. Puncak acara kegiatan tersebut berupa Pawai Budaya yang digelar pada Senin (4/11). Kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah dengan diikuti oleh hampir 700 orang yang terdiri dari mahasiswa, tendik, dan dosen FBS. Turut berpartisipasi pula mahasiswa asing yang sedang belajar BIPA di Unesa. Dalam sambutan pembukaan pawai tersebut, Dr. Mintowati, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FBS Unesa menyampaikan bahwa ada makna penting di balik peringatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan setiap bulan Oktober ini. “Melalui bahasa, kita bisa memahami nilai luhur budaya suatu bangsa.” ungkapnya. Rombongan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia sangat bersemangat dalam pawai tersebut. Dengan diiringi lagu Mars Unesa dan Hymne Bahasa dan Sastra Indonesia, barisan mahasiswa, tendik dan dosen JBSI antusias melambaikan bendera merah putih pada penonton di sepanjang rute pawai. Iringan lagu berkumandang seolah memberikan motivasi bagi rombongan untuk tetap melangkah penuh semangat di bawah terik matahari yang mulai menyengat. Jerih payah membuahkan hasil. JBSI dinyatakan sebagai Pemenang Juara 2 dalam Kategori Dosen. Adapun Juara 1 diraih oleh oleh jurusan Sendratasik dan Juara 3 diraih oleh Jurusan Bahasa Daerah. Untum Kategori Mahasiswa, berturut-turut juara 1 sampai 3, pemenang diraih oleh Jurusan Bahasa Daerah, Sendratasik, dan Seni Rupa. Menurut salah satu panitia, Andik Yulianto, M.Si., beberapa kriteria penilaian lomba ini antara lain kekompakan, kerapian, keteraturan barisan, dan kedisiplinan sejak awal hingga akhir rute pawai. Penyerahan hadiah diberikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FBS, Syafiul Anam, Ph.D. “Saya berharap di tahun mendatang, partisipasi dosen dan tendik FBS bisa lebih ditingkatkan untuk meramaikan perayaan Bulan Bahasa” demikian tuturnya saat ditanya di sela-sela penampilan musik dari mahasiswa dan mahasiswa FBS. Yang menarik, tak hanya group musik yang beranggotakan mahasiswa dan alumni saja yang memberikan hiburan musik saat penutupan, akantetapi juga para dosen jurusan Sendratasik turut serta menghibur para hadirin yang hadir. Selamat untuk JBSI. (Andik/why) https://www.unesa.ac.id/meriahkan-lomba-pawai-budaya-jbsi-raih-juaraMon, 11 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-11-2019-02-45-45-6857.pnghttps://www.unesa.ac.id/meriahkan-lomba-pawai-budaya-jbsi-raih-juaraBerita Unesa533398Lomba Karnaval FBS Rekatkan Silaturahmi Selingkung Fakultas Unesa.ac.id, Surabaya- Suasana berbeda terlihat di Fakultas Bahasa dan Seni pada Senin(4/11). Dosen dan Mahasiswa tumpah ruah di halaman Gedung T13 dengan mengenakan pakaian ciri khas dari jurusannya masing-masing. Ada 9 jurusan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya, antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Jawa, Bahasa Jerman, Seni Rupa, Desain, dan Sendratasik. Rangkaian kegiatan Pekan Ilmiah Fakultas Bahasa dan Seni, dibuka dengan acara bertajuk Lomba Karnaval FBS sekaligus memperingati bulan bahasa. Acara bertemakan Pembentukan Identitas Melalui Bahasa dan Seni ini digelar agar setiap jurusan di Fakultas Bahasa dan Seni lebih erat lagi ikatan persaudaraannya. Bukan hanya antar sesama mahasiswa tetapi juga para dosen. Dr. Maria Mintowati, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dalam sambutannya mengatakan, Lomba Karnaval FBS di gelar untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan warga FBS dan menumbuhkan rasa saling memiliki antara satu dan yang lainnya. Dr. Mintowati mengharapkan, setelah kegiatan ini antar mahasiswa bisa saling mengenal satu sama lain serta terjalin kekompakan antar jurusan di Fakultas Bahasa dan Seni. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Arif Hidajad, S.Sn., M.Pd., dosen drama di Jurusan Sendratasik selaku seksi acara.“Kita pengin menghilangkan sekat-sekat primordial antar jurusan, jadi biar ada komunikasi. Kita ciptakan komuniksi sebaik mungkin dengan ceria melalui karnaval ini,” ujarnya. acara ini digelar untuk menghilangkan sekat-sekat primordial antar jurusan serta agar terjalin komunikasi sebaik mungkin. Lomba karnaval dipilih karena acara ini tepat, tidak hanya sekadar menonton pertunjukan tetapi mahasiswa dan dosen dapat membaur antara satu dan yang lain Penampilan tari Manggar Mayang oleh Gong Prada Management dari Jurusan Sendratasik menjadi pembuka dari acara karnaval ini, disusul dengan pembagian beberapa doorprize. Lomba Karnaval FBS yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Syafiul Anam Ph.D. Pada barisan pertama terdiri dari jajaran dekanat serta Putra Putri Fakultas Bahasa dan Seni dan barisan selanjutnya terdiri dari jurusan- jurusan yang ada di Fakultas Bahasa dan Seni. Start dan Finish berada di halaman gedung T13 Fakultas Bahasa dan Seni. Rute yang ditempuh Melewati Fakultas Ilmu Pendidikan sisi Selatan, gedung LP3M, gedung Pascasarjana, Masjid Baitul Makmur 2, gedung Rektorat Unesa, gedung Pascasarjana sisi utara, gedung LP3M, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan kembali di Fakultas Bahasa dan Seni. Sesampainya di garis finis, peserta Karnaval dihibur oleh penampilan keroncong persembahan dari mahasiswa jurusan Sendratasik, dilanjutkan dengan orkes dangdut. Tidak mau kalah dengan persembahan dari mahasiswa, dosen jurusan Sendratasik juga ikut memeriahkan panggung hiburan dengan persembahan terbaiknya dengan Membawakan 2 lagu bergenre rock. para dosen tampak antusias memainkan komposisi musik sebagai persembahan spesial. Terdapat dua kategori penilaian pemenang yaitu Mahasiswa dan Dosen yaitu Kategori Mahasiswa dan dosen. Kategori Mahasiswa dimenangkan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Daerah, peringkat kedua oleh Jurusan Sendratasik dan peringkat ketiga Jurusan Seni Rupa.Kategori Dosen dimenangkan oleh Jurusan Sendratasik, peringkat kedua oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Peringkat ketiga diraih oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Daerah. Hadiah hiburan diserahkan langsung oleh jajaran dewan juri dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Syafiul Anam Ph.D. Acara ditutup dengan penampilan grup band SKAMPUS dari mahasiswa Sendratasik yang membawakan lagu bergenre musik Ska. Para mahasiswa membaur berjoget bersama sebelum penutupan resmi Lomba Karnaval FBS 2019. (Mufti/hasna)https://www.unesa.ac.id/lomba-karnaval-fbs-rekatkan-silaturahmi-selingkung-fakultasMon, 11 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-11-2019-02-33-40-1802.pnghttps://www.unesa.ac.id/lomba-karnaval-fbs-rekatkan-silaturahmi-selingkung-fakultasBerita Unesa473397Rektor: Jadilah Pahlawan Masa Kini yang Membanggakan Negeri Unesa.ac.id, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gelar upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November di halaman Gedung Rektorat, Kampus Unesa Lidah Wetan, (11/11). Upacara yang diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga pendidik, dharma wanita, serta perwakilan mahasiswa tiap fakultas ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes. Sesuai dengan amanat Menteri Sosial RI, tema yang diusung pada upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 ini adalah “Aku Pahlawan Masa Kini”. Tema tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi bagi anak-anak bangsa untuk selalu berinovasi mengharumkan nama bangsa di mata internasional, karena untuk menjadi pahlawan di zaman sekarang, kita tidak perlu mengangkat senjata memerangi penjajah, tapi dengan senantiasa melakukan aksi-aksi nyata guna memperkuat NKRI juga termasuk bentuk kepahlawanan. Pada peringatan Hari Pahlawan kali ini, besar harapan agar kesadaran dan rasa kecintaan terhadap negeri semakin meningkat, sehingga kita mampu memerangi segala macam bentuk aksi yang bertujuan untuk menhancurkan negeri tercinta, seperti aksi provokasi, penyebaran berita hoax, berbuat anarkis, dan masih banyak lagi aksi yang yang bisa mengoyak dan menjatuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan menjadikan diri kita sebagai Pahlawan Masa Kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia,” cuplikan amanat Menteri Sosial yang dibacakan oleh Pembina upacara. Semoga peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 ini bukan hanya seremonial semata. Namun juga merupakan momen yang bisa meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama, serta isu-isu yang sedang berkembang, sehingga isu tersebut bisa diselesaikan secara bijak tanpa harus menyakiti individu, maupun golongan-golongan yang bersangkutan. Dengan begitu, diharapkan tema pada peringatan Hari Pahlawan kali ini mampu mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang besar, yang memiliki nama di kancah Internasional karena kearifan dan prestasi-prestasi yang ditorehkan anak bangsa. “Sekali lagi, jadilah Pahlawan Masa Kini yang membanggakan Negeri,” tutup rektor. (ay/why/tni)https://www.unesa.ac.id/rektor-jadilah-pahlawan-masa-kini-yang-membanggakan-negeriMon, 11 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-11-2019-01-56-44-49.pnghttps://www.unesa.ac.id/rektor-jadilah-pahlawan-masa-kini-yang-membanggakan-negeriBerita Unesa503396LP3M Unesa Undang Direktur Pembelajaran untuk Bahas PPG Unesa.ac.id, Surabaya - Setelah dua hari menggelar Workshop Peningkatan Program Profesi Guru (PPG), Ketua LP3M Unesa, Dr. Bachtiar S Bachri, M.Pd resmi menutup kegiatan tersebut. Selanjutnya, para peserta akan diarahkan menuju Kampus Unesa Lidah Wetan untuk berdiskusi dengan Direktur Pembelajaran Dirjen Belmawa Kemenristekditi, Dr. Ir. Paristiyani Nurwardani, MP., Kamis (7/11). Nantinya, peserta bisa mendapatkan informasi terbaru terkait PPG serta bertukar pikiran dan gagasan. Dalam acara yang diselengarakan di Lantai 9 Gedung Rektorat, Kampus Lidah Wetan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama, Dr. Sujarwanto, M.Pd., beserta jajaran petinggi fakultas dan jurusan selingkung Unesa. Ada beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya terkait ketersediaan jumlah guru yang masih kurang yang berlatar belakang pendidikan vokasi. Mengingat besarnya potensi 10 devisa negara yang membutuhkan SDM yang berkualitas untuk menangani hal tersebut, melahirkan 10 kompetensi SMK dan PT. Vokasi-Politeknik, diantaranya di bidang kelapa sawit, pariwisata, tekstil, ekspor, migas, batu bara, TKI, elektronik, kayu hutan, karet, dan sepatu sandal. “Guru guru yang berpotensi untuk mengajar di bidang itu masih kurang. Kita masih membutuhkan guru vokasi sebanyak 187 ribu, untuk itu perlu dorongan untuk instasni terkait lebih memaksimalkan potensi melahirkan guru vokasi,” jelas Paristiyani. Ia juga berpesan kepada Unesa agar berfokus untuk menambah guru vokasi yang dirasa masih kurang. Menurut data yang dipaparkan, dari 422 LPTK, hanya 6 yang punya PPG Vokasi. Selain guru vokasi, Paris juga menyoroti kurangnya kompetensi guru SD yang saat ini mengajar. “Guru SD hanya lulusan D1, bagaimana mereka bisa menyelesaikan soal HOTS, bagaimana mereka mampu melakukan hal yang luar biasa,” imbuhnya. Sama halnya dengan guru vokasi, guru SD juga masih perlu ditambah lagi sekitar 271 ribu guru SD. “Kita benar-benar kekurangan guru SD yang berkompeten. Dari 442 LPTK se Indonesia hanya 18 PPG yang menyelenggarakan PPG program PGSD. Dan dari 3,2 juta guru, yang masih tersertifikasi hanya 1,5 juta. Ini juga menjadi PR kita bersama,” pungkasnya. Mengatasi persoalan kekurangan guru, Paris berharap agar PPG bisa tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia. “Kualitas guru juga berpengaruh dalam kemajuan bangsa, untuk itu persebaran PPG yang merata tiap provinsi diharapkan bisa mengatasi kekurangan dan kualitas guru,” katanya. (Suryo/why)https://www.unesa.ac.id/lp3m-unesa-undang-direktur-pembelajaran-untuk-bahas-ppgMon, 11 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-11-2019-01-45-08-6184.pnghttps://www.unesa.ac.id/lp3m-unesa-undang-direktur-pembelajaran-untuk-bahas-ppgBerita Unesa453395DIALOG ILMIAH, "Relasi Eksekutif dan Legislatif dalam Sistem Konstitusi dan Legislatif Pasca Pemilu Serentak" Unesa.ac.id - Surabaya, Dialog Ilmiah yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya menarik perhatian. Pasalnya, acara tersebut menghadirkan seorang tokoh yang kondang dalam dunia politik Indonesia. Refly Harun, seorang ahli tata negara yang sering mondar-mandir di televisi tersebut menjadi pembicara dalam dialog ilmiah yang bertemakan "Relasi Eksekutif dan Legislatif dalam Sistem Konstitusi Pasca Pemilu Serentak" tersebut. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 300 ysng terdiri dari mahasiswa dan juga dosen. Dr. Bambang Sigit Widodo, M.Pd., selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengatakan hukum di Indonesia sekarang ini menjadi perbincangan yang sangat menarik untuk dibahas. Terutama kepada orang yang mempunyai intelektual, seperti mahasiswa. Oleh karena itu, tema dialog tersebut sangat sinkron untuk dijadikan bahan dialog dalam kegiatan ini. Apalagi, pembicara dalam dialog ilmiah kali ini adalah tokoh politik yang memang paham betul masalah-masalah badan eksekutif dan legislatif. “Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan mahasiswa yang berwawasan tinggi dan juga kritis pada bidang politik,” ujar Dr. Bambang. Dr. Bambang menegaskan bahwasannya mahasiswa haruslah menjadi jembatan yang kokoh dalam perpolitikan di Indonesia. Oleh sebab itu, mahasiswa haruslah menjadi manusia yang berwawasan dan juga mampu berfikir kritis, tidak mudah menerima segala informasi tanpa filter yang jelas. Selain itu, pesan yang disampaikan oleh Bambang Sigit kepada mahasiswa setelah adanya kegiatan dialog ilmiah ini adalah diharapkan mahasiswa tidak lagi menjadi mahasiswa yang hanya sekadar mengikuti isu yang tengah beredar, namun juga sebagai mahasiswa mampu memahami isu-isu dengan baik serta memberikan solusi dari segala macam permasalahan. “Jadi, mahasiswa bukan hanya soal berperang argumen, tapi juga berperang ide yang memberi solusi,” tutup Dr. Bambang. (why)https://www.unesa.ac.id/dialog-ilmiah-relasi-eksekutif-dan-legislatif-dalam-sistem-konstitusi-dan-legislatif-pasca-pemilu-serentakMon, 11 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-11-11-2019-10-40-12-7479.pnghttps://www.unesa.ac.id/dialog-ilmiah-relasi-eksekutif-dan-legislatif-dalam-sistem-konstitusi-dan-legislatif-pasca-pemilu-serentakBerita Unesa563394Civic Education Fair kembali Digelar Unesa.ac.id, Surabaya - Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Surabaya menggelar kembali Civic Education Fair 2019. Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini mengangkat tema Memprogresifkan Semangat Anti Korupsi Sebagai Penguat Self Identity Mahasiswa PPKN Unesa. Acara ini berlangsung selama dua hari 6 s.d 7 November dilaksanakan di Gedung Aula I6 Srikandi, FISH. CEF merupakan kegiatan yang banyak ditunggu di jurusan PPKN. Pasalanya tidak hanya disuguhkan berupa perlombaan namun juga terdapat seminar anti korupsi yang banyak ditunggu oleh para mahasiswa. Seminar anti korupsi kali ini menghadirkan narasumber yang diisi oleh M.Hari Purnomo S.Pd., Guru PPKN SMK 1 Sidoarjo dan Dr. Harmanto S.Pd M.Pd., Dosen PPKN Unesa. Dalam hal ini secara garis besar kedua narasumber memaparkan pencegahan anti korupsi yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa khususnya para mahasiswa. M. Hari Purnomo mengatakan korupsi salah satu penyakit bangsa yang harus dimusnahkan. Bangsa mengalami kerugian cukup parah diakibatkan oleh para koruptor. Menurutnya pendidikan di Indonesia harus diberikan ruang besar untuk diberikan materi khusus berkaitan dengan anti korupsi. “Pendidikan anti korupsi harus dilakukan oleh banyak orang sejak dini. Untuk itu diperlukan suatu ruang khusus untuk mengimplementasikan budaya anti korupsi di dalam bidang pembelajaran,” ujar M. Hari. M.Hari berpesan sebagai insan yang terpelajar dengan dibekali ilmu serta pola pikir yang jernih, generasi muda dapat menjadi satu formula untuk menjadi generasi penerus bangsa yang anti dengan korupsi. Sementara itu Dr. Harmanto menegaskan maraknya korupsi yang melanda bangsa ini dikarenakan integritas serta pola pikir yang rendah. Sehingga upaya yang harus dilakukan adalah membentuk karakter generasi penerus bangsa untuk memutus mata rantai korupsi yang telah menjadi momok bangsa ini. “Mari generasi bangsa Indonesia, para pemuda, para milenial, kita satukan tujuan untuk memutus mata rantai korupsi yang melanda bangsa ini. Saya berharap mahasiswa kelak dapat menjadi pemimpin bangsa yang memiliki kekuatan integritas dan semangat dalam membasi korupsi,” tegas Dr. Harmanto. Selain seminar anti korupsi kegiatan ini juga menyelenggarakan lomba pidato, lomba debat, PPKn Got Talent, Pemilihan Putra dan Putri Civic, Diseminasi Penelitian, dan unjuk karya mahasiswa PPKn. (Hanifa/why)https://www.unesa.ac.id/civic-education-fair-kembali-digelarFri, 08 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-08-11-2019-04-31-32-1716.pnghttps://www.unesa.ac.id/civic-education-fair-kembali-digelarBerita Unesa893393Kali Pertama Emtek Goes to Campus Digelar di Unesa Unesa.ac.id, Surabaya - Kegiatan Emtek Goes to Campus kembali digelar. sebelumnya diselenggarakan di Kota Semarang kini hadir menyapa puluhan ribu pemuda di Surabaya. Tri Rismaharini, Pandji Pragiwaksono, Pevita Pearce, Abimana Aryasatya, Reza Ramadhansyah, dan pembicara handal lainnya tampak hadir di hari kedua EGTC yang diselenggarakan di Graha Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, (07/011). Dalam kegiatan ini, Emtek selaku penyelenggara mengemas acara dengan memadukan nilai edukasi dan entertaimen dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi bagi kaum muda untuk bergerak maju dalam mengembangkan potensi dirinya. EGTC 2019 diselenggarakan selama dua hari. Pada hari pertama digelar Graduate Mentorship Program: Menghadapi Dunia Kerja Di Era Industri 4.0, Digital Business Marketing serta menjaring bakat-bakat muda untuk mengikuti kompetisi audisi presenter. Di luar dugaan peserta yang menghadiri kegiatan di hari pertama membeludak mencapai ratusan peserta. serta dihari kedua narasumber yang hadir menceritakan segala pengalaman inspiratifnya untuk membangun pola pikir generasi muda. EGTC 2019 menjadi tahun pertama Emtek di Unesa. Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes., mengucap rasa terima kasih pada Emtek, SCTV, Indosiar, dan pendukung lainnya, serta para mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia yang ikut serta dalam memeriahkan acara ini. “Mudah mudahan Emtek lebih berjaya lagi. Melalui acara ini dapat memberikan sumbangsih positif untuk menggerakkan kemajuan bangsa dengan penanaman moral yang baik bagi generasi muda. Dalam hal ini Unesa mengucapkan terima kasih kepada Emtek yang mempercayakan Unesa untuk ikut serta menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa ini,” ungkap rektor. Rektor menambahkan revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh yang luar biasa dalam dunia industri media. Teknologi informasi yang cepat dapat mengakses ke segala penjuru dunia berkat inovasi dan kreasi yang telah berkembang maju. Untuk itu rektor menghimbau untuk generasi muda agar terus bergerak dalam kemajuan teknologi serta keterbukaan dalam segala bidang ilmu. “Di era ini teknologi dan informasi dapat menjadi pengaruh penting dalam dunia industri media. Segala informasi dan teknologi menjadi bagian yang erat bagi dunia media. Namun yang perlu diperhatikan adalah mengajak seuluruh elemen masyarakat untuk menikmati informasi dengan bijak,” tambah rektor. (fbr/qq/why)https://www.unesa.ac.id/kali-pertama-emtek-goes-to-campus-digelar-di-unesaFri, 08 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-08-11-2019-08-56-06-6526.pnghttps://www.unesa.ac.id/kali-pertama-emtek-goes-to-campus-digelar-di-unesaBerita Unesa813392LP3M Unesa Diskusi Bahas Peningkatan Kualitas Profesi Pendidikan Guru Unesa.ac.id, Surabaya – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalies Unesa ke-55, Lembaga Penelitian, pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Unesa menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan yang merupakan pengembangan dan tindak lanjut Peningkatan Kualitas Pendidikan Profesi Guru ini diselenggarakan di Hotel Singgasana Surabaya, Rabu (6/11). Turut hadir, Rektor Unesa, Prof. Nurhasan yang berkesempatan untuk membuka jalannya proses diskusi. Sebelum sambutan sekaligus pembukaan oleh Prof. Nurhasan, Ketua LP3M Unesa, Dr. Bachtiar S, Bachri M.Pd., memberikan sambutan kepada para undangan yang berasal dari 12 LPTK ini. Menurut Bachtiar, selain untuk menyemarakan Dies Natalies Unesa, dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan meningkatkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar lebih baik. “PPG merupakan benteng terakhir dari upaya peningkatan kualitas guru sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang. Terlebih tantangan di masa mendatang lebih menantang terkait PPG mandiri yang sudah digulirkan,” tutur Bachtiar. Selaras dengan pernyataan Dr. Bachtiar, Prof. Nurhasan dalam sambutannya juga menyampaikan, PPG menjadi program unggulan dan perhatian dari kementerian. “Diharapkan diskusi ini membuahkan rekomendasi. Harapannya, hasil dari diskusi ini bisa menjawab tantangan di era Industri 4.0,” jelas Prof. Nurhasan. Rektor Unesa tersebut juga berpesan agar diskusi tidak berjalan secara standar-standar saja. “Harapannya perlu ada lompatan untuk berpikir ke depan. Bagaimana kita menyiapkan lulusan PPG yang akan menjadi guru di era yang serba cepat ini serta dapat menerima segala bentuk keilmuan yang baru. Bagaimana mereka mampu bekreasi, dan berinovasi. Menteri juga berpesan tolong tidak hanya fokus ke konten tapi juga perlu meningkatkan skill,” papar rektor. Dua belas LPTK yang turut serta dalam FGD ini adalah Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Makasar, Universitas Negeri Medan, UIN Malik Ibrahim Malang, UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Sananta Darma Yogyakarta, Universitas Islam Bandung, dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. (Suryo/why)https://www.unesa.ac.id/lp3m-unesa-diskusi-bahas-peningkatan-kualitas-profesi-pendidikan-guruFri, 08 Nov 2019https://www.unesa.ac.id/images/foto-08-11-2019-08-05-18-6848.pnghttps://www.unesa.ac.id/lp3m-unesa-diskusi-bahas-peningkatan-kualitas-profesi-pendidikan-guruBerita Unesa77