RSS Feedhttps://www.unesa.ac.id/RSS Feedid-idwww.unesa.ac.idTue, 21 Sep 2021 20:44:31feed_domain (info@unesa.ac.id)4441Direktur Pascasarjana sekaligus Praktisi Olahraga Jawa Timur Tutup Usia, UNESA Adakan Doa Bersama Unesa.ac.id, SURABAYA-Keluarga Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan dunia olahraga Indonesia, khususnya Jawa Timur berduka. Akademisi sekaligus praktisi bidang keolahragaan Dr. Edy Mintarto, M.Kes ‘berpulang’ ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa pada Senin, 20 September 2021. Malamnya, sekitar pukul 19.30, seluruh Keluarga Besar UNESA langsung mengadakan doa bersama secara daring untuk almarhum. Acara tersebut dihadiri seluruh civitas academica UNESA, para akademisi dan praktisi olahraga dari berbagai kampus serta para atlet dan pelatih dari berbagai daerah hingga Papua pun ada. Total yang hadir sekitar 500 orang. Acara dipandu oleh Lutfi Saksono, S.Pd., M.Pd dan doa bersama dipimpin Dr. M. Turhan Yani, M.A., Wakil Dekan Bidang Akademik FISH UNESA. Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan., M.Kes., pada kesempatan itu menyampaikan duka yang amat mendalam atas kepergian sahabatnya. Ia mengatakan, selama mengenal almarhum, ada banyak kesan yang tidak bisa dilupakan dan diungkapkan. Sebagai akademisi, lanjutnya, almarhum sangat tekun, cukup produktif dan peduli terhadap perkembangan bidang ilmu keolahragaan. Sebagai praktisi pun begitu. Ia peduli terhadap para atlet. “Semoga sahabat kita semua (Dr. Edy Mintarto, M.Kes, red) diterima di sisi Allah SWT dan para keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin!,” ucapnya sedih. Prof. Dr. Wasis, M.Si., Wakil Direktur Pascasarjana UNESA sekaligus sehabat dekat almarhum tak kuasa menahan kesedihan tatkala menyampaikan obituari karibnya itu. Dengan suara yang gemetaran, ia mengatakan sangat-sangat merasa kehilangan dan sosok almarhum sangat baik hati, teliti, dan peduli. Dr. Edy Mintarto, M.Kes dilahirkan di Lamongan, 16 Desember 1966. Beliau adalah Direktur Pascasarjana UNESA dan dosen di Fakultas Ilmu Olahraga UNESA, juga mengajar di program Pascasarjana UNESA. Sementara di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Timur beliau menjabat sebagai Ketua Harian Pengprov PASI Jawa Timur sejak 2009-2021. Almarhum mulai mengajar di Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP Surabaya yang sekarang menjadi Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) UNESA sejak 1994-2021. Pernah mengemban amanah sebagai Ketua Laboratorium Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (2003-2005), Sekretaris Program Studi S-2 Pendidikan Olahraga dan S-3 Ilmu Keolahragaan (2013-2018). Beliau, lanjut Prof. Wasis, sangat aktif dalam organisasi keolahragaan. Pernah menjadi Binpres KONI Surabaya (2009-2013), sebagai Komisi Pengembangan KONI (2018-sekarang), dan menjadi Ketua Bidang Pembinaan dan Teknik BAPOMI (2010-2014) serta menjadi Sekretaris Umum pada 2014-2018. “Kemudian sampai beliau wafat, masih menjabat sebagai Ketua Harian Pengprov PASI Jatim,” ujarnya. Latar belakang pendidikan, Edy Mintarto adalah lulusan Sarjana Pendidikan Kepelatihan Olahraga 1994 di FPOK-IKIP Surabaya (UNESA sekarang) dan mendapat beasiswa Tunjangan Ikatan Dinas (TID). Kemudian beliau lanjut studi Magister di Unair bidang kajian Ilmiah Kesehatan Olahraga, lulus tahun 2005. Lalu mengambil program Doktor Ilmu Keolahragaan (IKOR) UNESA, selesai tahun 2010. Edy Mintarto adalah sosok akademisi sekaligus praktisi keolahragaan yang peduli dan rendah hati. Banyak kontribusinya untuk anak negeri, baik lewat peran pentingnya di UNESA maupun di berbagai organisasi keolahragaan Jawa Timur. Karya-karya akademiknya pun menginspirasi dan menjadi bagian penting dalam perkembangan Sport Science di UNESA dan kemajuan dunia olahraga INDONESIA. “Selamat jalan sahabat,” ucap Prof Wasis sembari mengusap air mata. Akhirnya, gugur satu tumbuh seribu. Kiprah, kenangan, dan karyanya abadi untuk kita semua dan bangsa Indonesia. Sugeng tindak Pak Direktur, Selamat berjumpa dengan Yang Maha Kuasa. (Humas UNESA)https://www.unesa.ac.id/direktur-pascasarjana-sekaligus-praktisi-olahraga-jawa-timur-tutup-usia-unesa-adakan-doa-bersamaMon, 20 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-09-2021-10-32-42-5678.pnghttps://www.unesa.ac.id/direktur-pascasarjana-sekaligus-praktisi-olahraga-jawa-timur-tutup-usia-unesa-adakan-doa-bersamaBerita Unesa3244440Diadakan di UNESA, Tes SKD CPNS Kemendikbud Ristek Diikuti 11.460 Peserta dari Berbagai Daerah Unesa.ac.id, SURABAYA-Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) 2021 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI mulai diselenggarakan pada Senin, 20 September 2021 dan akan berakhir pada 30 September 2021. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ditunjuk oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sebagai tempat pelaksanaan tes dan sekaligus sebagai panitia kegiatan. Dr. Sulaksono, S.H., M.H., Kabiro Umum dan Keuangan UNESA mengatakan bahwa sebanyak 11.460 peserta yang mengikuti tes SKD tersebut. Satu hari terdapat empat sesi yang diikuti oleh 1.200 peserta. Sesi satu dimulai pukul 06.30-09.40, sesi dua pukul 09.30-12.10, sesi tiga pukul 12.00-14.40, dan sesi empat mulai pukul 14.30-17.10. Tempat ujian SKD di UNESA Kampus Lidah Wetan yang terbagi dalam tiga lokasi. Lokasi satu di Gedung Pascasarjana (Gedung CPD) UNESA. Lokasi dua di Gedung LP3 UNESA. Lokasi tiga di PPTI Gedung Rektorat UNESA. Ketiga lokasi itu jaraknya cukup dekat. Lokasi satu dan dua tepat berada di sisi utara atau sekitar 50 meter sisi utara Gedung Rektorat. Adapun perlengkapan dan keperluan yang harus diperhatikan dan dibawa peserta yaitu, (1) KTP asli, (2) kartu peserta ujian, (3) form deklarasi sehat, (4) hasil negatif SWAB Antigen 1x24 jam, (5) sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Selain itu, peserta juga wajib (a) membawa dan mengenakan masker, (b) membawa peralatan tulis sendiri, (c) wajib protokol kesehatan. Di lokasi ujian, alur masuk yang perlu diperhatikan peserta adalah, (1) sebelum masuk ke ruangan peserta melewati pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan di tempat yang disediakan atau menggunakan hand sanitizer. (2) peserta menitipkan tas dan semua barang yang tidak diperlukan kepada panitia di lokasi ujian. (3) peserta menuju tempat registrasi dan menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan di atas. (4) Peserta menuju area pemberian PIN. (5) Peserta menuju area pemeriksaan metal detector. (6) peserta menuju area tunggu sebelum masuk ke ruangan tes. Sulaksono menegaskan bahwa ruangan dan skema alur peserta dibuat dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pengaturan jarak antar peserta dan kelayakan ruangan sudah diperiksa oleh tim Satgas Covid-19 dan Satuan Mitigasi dan Crisis Center (SMCC) Unesa. Bahkan sebelum sesi dimulai ruang tunggu dan ruang ujian disterilisasi. Ia mengimbau kepada para peserta agar memperhatikan baik-baik jadwal ujian, termasuk semua syarat, ketentuan dan perlengkapan yang dibutuhkan saat tes. Selain itu, peserta diharuskan datang lebih awal di lokasi ujian. “Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dan ikuti tes dengan semaksimal mungkin. Semoga tes bisa berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan,” harapnya. (Humas UNESA) https://www.unesa.ac.id/diadakan-di-unesa-tes-skd-cpns-kemendikbud-ristek-diikuti-11460-peserta-dari-berbagai-daerahMon, 20 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-09-2021-08-27-05-796.pnghttps://www.unesa.ac.id/diadakan-di-unesa-tes-skd-cpns-kemendikbud-ristek-diikuti-11460-peserta-dari-berbagai-daerahBerita Unesa1904439PTM Hari Pertama, Dosen dan Mahasiswa di UNESA Sampaikan Kesan Kerinduan dan Harapan Unesa.ac.id, SURABAYA-Setelah sekian lama sepi dari aktivitas perkuliahan, akhirnya kampus UNESA mulai tampak ramai pada Senin, 20 September 2021. Sebagian mahasiswa maupun dosen mulai melakukan pembelajaran atau pertemuan tatap muka (PTM) untuk pertama kalinya. Dr. M. Turhan Yani., M.A., Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA mengatakan bahwa sesuai Edaran Rektor UNESA, PTM tersebut diadakan secara terbatas dan bertahap yang diikuti mahasiswa Surabaya Raya dan angkatan 2020-2021. Ia melanjutkan, hari pertama PTM tersebut, kampus terasa kembali hidup. Energi belajar dan mengajar kembali hadir. Motivasi pun kembali tinggi. “Semoga ini awal yang baik dan pandemi bisa berakhir,” harapnya. Nyaris dua tahun pembelajaran dilakukan secara daring, bagaimana kesan mahasiswa dan dosen pada PTM hari pertama? Riyadi, S.Pd., M.A., dosen Prodi Sejarah UNESA mengatakan bahwa pertemuan pertama dengan mahasiswa di dalam kelasnya itu serasa melepas rindu. Ia mengaku banyak mendapat kejutan-kejutan, baik dari sisi mahasiswanya yang tentu banyak berubah, maupun dari sisi interaksi di dalam kelas. Ia melanjutkan, meski belajar dan pembelajaran selama ini sudah dilakukan secara virtual, tetapi kualitas interaksi dan komunikasi akan sangat jauh berbeda dengan pembelajaran langsung atau luring. “Apa yang tidak saya dapatkan di ruang virtual itu, seperti kedalaman interaksi dan emosi akhirnya seperti terbalas dan terjawab lagi lewat PTM ini. Karena mendidik tidak melulu tentang materi, tetapi juga keterlibatan hati dan emosi,” tuturnya usai mengajar di UNESA Kampus Ketintang. Untuk Skema mengajarnya, kata Riyadi, kehadiran mahasiswa hanya setengah dari jumlah dan kapasitas ruangan. Jarak duduk pun diatur minimal 1,5 meter. Semua wajib mengenakan masker. Meski semua sudah menunjukan bukti vaksinasi. Namun, sebelum masuk kelas tetap wajib mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh, serta taat prokes di lingkungan kampus. Bagaimana mahasiswa yang tidak bisa luring? “Mereka mengikuti kuliah secara daring dari rumah,” tukasnya. Riyadi berharap pandemi Covid-19 bisa benar-benar berakhir, vaksinasi juga dilakukan secara masif, dan kehidupan bisa kembali normal. Kehidupan kampus, suasana belajar dan mengajar di kampus pun bisa kembali seperti biasanya. Sementara itu, Syauqi, mahasiswa prodi Sejarah UNESA mengungkapkan hal yang serupa. Ia mengaku senang bisa PTM di kampus. Terlebih, ia adalah angkatan 2020 yang sejak awal tidak merasakan suasana PTM di kampus. “Selama ini saya gak ke kampus kan ya, jadinya bagaimana ya, seperti ada semangat baru dan menjadi mahasiswa baru rasanya,” tukasnya. Meski pembelajaran daring cenderung mudah dilakukan. Namun, tetap saja ia lebih menyukai PTM di kampus. Sebab, menurutnya, kuliah selain mendapatkan materi dan pengetahuan dari para dosen di dalam kelas, juga dari hasil interaksi dengan dosen maupun sesama mahasiswa di luar kelas. “Interaksi semacam itulah yang saya percaya bisa memotivasi dan menghilangkan kebuntuan dalam belajar,” ujarnya. Selain itu, dengan PTM ia juga bisa mendapatkan banyak teman serta bisa memahami satu sama lain. Tuntutan pendidikan abad ini tidak hanya kecerdasan dalam bidang akademik, tetapi juga tentang jejaring, komunikasi dan bagaimana kolaborasi di dalamnya. “Kolaborasi dan inovasi hanya akan didapatkan jika kami bisa sejalan, setongkrongan, seforum dan saling memahami satu sama lain. Itu penting,” tandasnya semangat. “Semoga saja Covid-19 benar-benar berakhir, dan mahasiswa bisa masuk full, sehingga belajar dan pembelajaran bisa berjalan sebagaimana biasanya dan semestinya,” harapnya. (Humas UNESA)https://www.unesa.ac.id/ptm-hari-pertama-dosen-dan-mahasiswa-di-unesa-sampaikan-kesan-kerinduan-dan-harapanMon, 20 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-20-09-2021-06-25-29-9875.pnghttps://www.unesa.ac.id/ptm-hari-pertama-dosen-dan-mahasiswa-di-unesa-sampaikan-kesan-kerinduan-dan-harapanBerita Unesa2104438Ditjen Diktiristek dan Belasan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Matangkan Skema PTM, Berikut Skema dan Syarat PTMTB di UNESA Unesa.ac.id, SURABAYA_Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) bersama belasan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Indonesia membahas persiapan pembelajaran atau pertemuan tatap muka terbatas dalam Focus Group Discussio di UNESA pada Minggu, 19 September 2021. Acara tersebut diinisiasi oleh UNESA dalam rangka menyamakan persepsi serta mematangkan rencana dan skema pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi. Adapun yang hadir yaitu Plt Dirjen Diktiristek Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Reformasi Birokrasi Prof. Drs. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D., Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Aris Junaedi., Dirjen GTK Iwan Syahril, Ph.D., Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri, S.TP., M.Si., dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D. Kemudian juga ada Kabiro SDM Dra. Dya Ismayanti, M.Ed., dan Koordinator Sarpras Dikti Dyah Kartiningdyah S.E., M.M., M.Ed., Sementara pimpinan perguruan tinggi yang terlibat yakni Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D., Rektor Unnes Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin, M.Si., Rektor UNP Prof. Drs. Ganefri, M.Pd., Ph.D., Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Rektor UPN Veteran Surabaya Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT.,Rektor Universitas Nasional Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., dan Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Selain itu juga ada Prof. Ainun Na’im, Ph.D dari UGM, Prof. Dr. rer. Nat. Abdul Haris, M.Sc dari UI, Prof. Ir. Priyo Suprobo, M.S., Ph.D dari ITS., Sutoto Yakobus dari PT Ciputra Nusantara, Daulat Marpaung dari BTN Jatim dan segenap jajaran pimpinan UNESA. PTMTB Harus Memenuhi SOP dan Taat Prokes Pada kesempatan itu, pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng., mengatakan bahwa bagi kampus yang berada di daerah yang level rendah atau yang kasus Covid-19 minim bisa menyelenggarakan pembelajaran atau pertemuan tatap muka asal memenuhi SOP yang dipersyarakatkan dan tentu wajib taat prokes. Ia menegaskan, PTM harus dilakukan secara terbatas dan bertahap. Kampus bisa menggunakan skema perkuliahan model hybrid atau penggabungan antara luring dan daring. “Misalnya fakultas teknik yang berbasis praktek tentu butuh luring dengan pengaturan partisipasi sesuai SOP dan prokes,” ujarnya. Pimpinan perguruan tinggi negeri yang hadir, sebagian besar mengatakan siap melaksanakan PTM dalam waktu dekat dan bahkan beberapa ada yang mulai Senin, 20 September 2021. Masing-masing kampus punya skema yang tidak jauh berbeda. Namun tetap mengacu pada SOP dan kebijakan prokes yang sama. Skema PTMTB Terkait PTMTB di UNESA, Prof. Dr. Nurhasan., M.Kes., selaku Rektor sudah mengeluarkan edaran tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Bertahap semester Gasal 2021/2022 pada Minggu, 19 September 2021. Pria yang biasa disapa Cak Hasan itu menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas dan bertahap (PTMTB) di UNESA dimulai pada Senin, 20 September 2021. PTMTB diselenggarakan oleh Prodi di bawah koordinasi jurusan dan fakultas. PTMTB diadakan dalam bentuk hybrid atau dipadukan dengan pembelajaran daring. Permulaan PTMTB di tiap prodi diserahkan kewenangannya kepada masing-masing fakultas atau program Vokasi dan Pascasarjana. “Nanti mereka (fakultas, red) bisa pertimbangkan sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing,” ujarnya. Untuk pengaturan jadwal perkuliahan, penentuan mahasiswa, kapasitas mahasiswa dalam ruang, dosen pengajar, dan tenaga kependidikan yang bertugas juga diserahkan kepada masing-masing prodi. “Prinsip utama pelaksanaan PTMTB adalah kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta tindakan untuk pencegahan penyebaran Virus Covid-19,” tegas Nurhasan. Syarat PTMTB Bagi mahasiswa UNESA, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, (1) sehat dan tidak memiliki komorbid, (2) sudah mendapatkan vaksin minimal dosis satu, (3) berdomisili di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, (4) mendapat izin dari orang tua melalui surat resmi bagi mahasiswa diploma dan sarjana, dan surat pernyataan bagi mahasiswa program pascasarjana. Sementara syarat bagi dosen dan tenaga kependidikan yaitu, (1) sehat dan tidak memiliki komorbid, (2) sudah mendapatkan vaksinasi minimal dosis satu. “Untuk sarpras utama dan pendukung prokes, serta semua SOP di kampus sudah disiapkan dan dicek oleh Satgas Covid-19,” ujarnya. “Saya harapkan semuanya bisa taat dan wajib prokes, itu tidak bisa ditawar,” tegas Nurhasan. (Humas UNESA)https://www.unesa.ac.id/ditjen-diktiristek-dan-belasan-pimpinan-perguruan-tinggi-negeri-matangkan-skema-ptm-berikut-skema-dan-syarat-ptmtb-di-unesaSun, 19 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-09-2021-09-12-25-5075.pnghttps://www.unesa.ac.id/ditjen-diktiristek-dan-belasan-pimpinan-perguruan-tinggi-negeri-matangkan-skema-ptm-berikut-skema-dan-syarat-ptmtb-di-unesaBerita Unesa6584437Sadaring Nasional Seri Empat, ‘Kupas’ Asesmen dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Unesa.ac.id, SURABAYA-Pusat Studi Literasi, LPPM, UNESA menggelar Sarasehan Daring (Sadaring) Nasional seri empat dengan tema ‘Asesmen dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra” pada Sabtu, 18 September 2021. Acara tersebut dihadiri tiga narasumber, yaitu Dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Tati D Wardi Ph.D., dan dua Dosen FBS UNESA, Dra. Pratiwi Retnaningdyah, H.Hum., MA, Ph.D dan Dr. Syamsul Sodiq M.Pd. Mereka ditemani Hendrik Pandu Paksi, S.Pd., M.Pd. Dosen FIP UNESA sebagai moderator. Ketua LPPM UNESA, Prof. Dr. Darni M.Hum., mengatakan bahwa asesmen sangatlah penting dipahami guru maupun siswa. Pihak yang terlibat dalam belajar dan pembelajaran harus mengenal model-model asesmen AKM. Guru seharusnya dapat membuat soal-soal setara AKM, yang selama ini mungkin belum dilakukan. “Lewat sarasehan ini, semoga dapat semangat dan petunjuk dalam menyusun asesmen yang baik dan benar, khususnya dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra,” harapnya. Pada kesempatan itu, Tati D Wardi Ph.D. mepaparkan materi tentang asesmen dalam pembelajaran literasi baca. Menurutnya, asesmen bukan sekedar proses teknis. Penilaian bersifat representasional dan interpretatif yang melibatkan representasi perkembangan anak. Ada beberapa prinsip utama asesmen literasi baca yang perlu diperhatikan. (1) Kepentingan siswa adalah pertimbangan utama dalam asesmen. (2) Guru adalah pelaksana asesmen yang paling penting. (3) Tujuan utama dari asesmen adalah untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran. (4) Asesmen harus mengenali dan mencerminkan sifat membaca dan menulis yang kompleks secara intelektual dan sosial. (5) Proses asesmen harus melibatkan berbagai prespektif dan sumber data, adil, dan merata. (6) Asesmen harus didasarkan pada komunikasi belajar sekolah setempat. Sementara untuk komponen asesmen literasi baca dasar, di antaranya, (1) konsep tentang tulisan cetak, (2) identifikasi bunyi huruf, (3) kosa kata yang sering digunakan, (4) mengeja, (5) kesadaran fonologis, dan (6) memahami bacaan. “Dari komponen tersebut dapat mendiagnosa dengan cara seperti running records atau merekam literasi baca siswa dengan selembar kertas yang kita catat perkembangannya sesuai dengan tujuan diagnosanya,” terangnya. Dr. Syamsul Sodiq M.Pd., menyampaikan bahwa asesmen nasional memberi gambaran tentang karateristik esensial suatu sekolah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter murid sebagai ciri pengajaran yang baik. “Sehingga yang disorot juga sekolahnya, tidak hanya siswanya,” tukasnya. AKM, lanjutnya, difokuskan pada literasi dan numerasi dikarenakan kompetensi yang sifatnya general dan mendasar. Literasi dan bahasa adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksi berbagai jenis teks untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga indonesia dan warga dunia dan untuk dapat mengambil keputusan berkontribusi secara produktif kepada masyarakat. Untuk mengembangkan asesmen pembelajaran bahasa dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa menggunakan beragam strategi literasi atau strategi belajar, juga bisa lewat pembiasaan mengggunakan pengatur grafis, pun bisa dengan menggunakan teks multi-moda. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, H.Hum., MA, Ph.D., memaparkan tentang fungsi peran pengatur grafis sebagai alat bantu asesmen pembelajaran sastra. Menurutnya, pengatur grafis membantu untuk menerapkan strategi metakognitif, mengorganisasikan pikiran agar terstruktur, sebagai alat asesmen informal untuk mengecek pemahaman siswa, dan memvisualisasikan apa yang ada dalam pikiran. Selain itu, pengatur grafis dapat menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan yang baru, trasfer dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang, serta dapat menyelesaikan pemecahan masalah berbagai mata pelajaran. Menurutnya, AKM adalah satu cara agar dapat memperbaiki proses pembelajaran. Namun, agar anak-anak semakin mencintai membaca dan sastra, dapat menggunakan cara; mengembangkan program membaca di sekolah, mengembangkan asesmen literasi di tingkat sekolah, melatihkan berbagai strategi literasi dalam pembelajaran, dan menggunakan berbagai jenis teks dengan konteks bervariasi sebagai bahan pembelajaran di semua mata pelajaran (mapel). (Aida/zam)https://www.unesa.ac.id/sadaring-nasional-seri-empat-kupas-asesmen-dalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastraSun, 19 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-19-09-2021-04-37-01-0301.pnghttps://www.unesa.ac.id/sadaring-nasional-seri-empat-kupas-asesmen-dalam-pembelajaran-bahasa-dan-sastraBerita Unesa1304436Jurusan Bahasa dan Sastra Jerman UNESA bersama KOTEKA Helat Workshop, Jurnalis Deutsche Welle Jadi Narasumber Unesa.ac.id, SURABAYA-Jurusan Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA bersama Komunitas Traveller Kompasiana (Koteka) menggelar talkshow tentang ‘Sekilas Kota Bonn dan Menjadi Jurnalis di Luar Negeri; Peluang dan Tantangan’ pada Sabtu (18/09/2021). Hendra Pasuhuk, Jurnalis Deutsche Welle, Jerman hadir sebagai pembicara. Deutsche Welle (DW) merupakan media penyiaran publik internasional yang bermarkas di Kota Bonn, Jerman. Kegiatan tersebut diikuti civitas academica FBS, mulai dari para wakil dekan, para dosen hingga mahasiswa selingkung jurusan Pendidikan dan Bahasa Jerman. Selain itu, juga dihadiri para jurnalis dan kalangan umum sekitar 200 peserta yang berasal dari 30 institusi dan 60 kota Indonesia. Bahkan ada juga yang dari Jerman. Dr. Mintowati, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FBS menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang melahirkan diskusi atau talkshow yang sangat luar biasa tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menarik, baik dari sisi tema yang membahas tentang Kota Bonn. Para peserta secara tidak langsung diajak ‘traveling daring’ ke kota tepian Sungai Rhein yang pernah jadi ibu kota sementara Jerman Barat itu. Peserta juga disuguhkan dengan gambaran jadi jurnalis baik peluang dan tantangannya di luar negeri. “Ini akan menjadi pengetahuan dan inspirasi luar biasa bagi kita semua, khususnya bagi mahasiswa, jurnalis atau semacamnya,” ujarnya. Sementara itu, Gana Stegmann dari Koteka menyampaikan bahwa sejak Covid-19 mewabah, Koteka rutin mengadakan kegiatan yang serupa setiap Sabtu. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai kampus, komunitas dan instansi serta KBRI Indonesia di seluruh dunia. “Bersama UNESA ini kita ingin memberikan pengetahuan dan pengalaman yang menarik untuk peserta tentang jadi jurnalis di luar negeri dan bagaimana tantangan serta kompetensi yang dibutuhkan di dalamnnya,” ujarnya. Pada kesempatan itu, narasumber dipandu Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A., selaku Kepala UPT Humas UNESA yang bertindak sebagai moderator. Hendra Pasuhuk mula-mula bercerita tentang perjalanan karirnya hingga bisa jadi jurnalis Deutsche Welle. Ternyata, ia menjadi jurnalis sejak duduk di bangku perkuliahan. Itu ia tekuni hingga ia bisa ‘bermarkas’ di Jerman. Ia menerangkan, jurnalis dan aktivis memiliki peran yang berbeda. Jurnalis tugasnya adalah menyampaikan informasi kepada publik dalam bentuk berita bisa berupa cetak, elektronik, atau online. “Informasi yang disebarkan berdasarkan fakta dan biasanya aktual,” ujarnya. Sementara aktivis cenderung menyoroti kebijakan pemerintah agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kendati sedikit ada perbedaan, kedua-duanya punya peran penting dalam tata kelola pemerintah dan keberlangsungan demokrasi. Hendra membeberkan bahwa menjadi jurnalis cukuplah menantang. Untuk mendapat informasi dan data dari berbagai sumber pun tidak selalu mudah. Karena itu, jadi jurnalis memang harus siap secara mental. Belum lagi mempertahankan independensi, integritas dan kredibilitas jurnalis dan media. Itu cukup menantang dan memang harus terus dipertahankan. “Karena integritas dan kredibilitas adalah jualan media yang tidak bisa dibayar dengan uang,” tukasnya. (QQ/zam) https://www.unesa.ac.id/jurusan-bahasa-dan-sastra-jerman-unesa-bersama-koteka-helat-workshop-jurnalis-deutsche-welle-jadi-narasumberSat, 18 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-09-2021-09-19-43-3269.pnghttps://www.unesa.ac.id/jurusan-bahasa-dan-sastra-jerman-unesa-bersama-koteka-helat-workshop-jurnalis-deutsche-welle-jadi-narasumberBerita Unesa2214435Keren! Berkat Inovasi Smart Footwork Badminton Trainer, Tim Dosen UNESA Dapat Juara dan Apresiasi dari Kemenpora Unesa.ac.id, SURABAYA-Guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, pemerintah baru-baru ini meluncurkan Desain Besar Olahraga Nasional, sementara perguruan tinggi mendukungnya lewat penerapan Sport Science. Seperti UNESA misalnya, baru-baru ini tim dosen UNESA merancang Smart Footwork Badminton Trainer dan mendapat apresiasi dari Kemenpora RI. Smart Footwork Badminton Trainer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan kelincahan perpindahan pemain badminton. Alat ini dilengkapi dengan sistem monitoring untuk membaca kecepatan, dan kelincahan pemain berdasarkan pola dari pelatih yang dibantu dengan sensor lidar untuk mengetahui posisi pemain. Inovasi tersebut lahir dari tangan Dr. Moch. Purnomo, S.Pd., M.Kes Dosen Prodi Kepelatihan Olahraga, Muhammad Syariffuddien Zuhri, S.T., M.T, Dosen Teknik Elektronika, dan Wahyu Dwi Kurniawan,S.Pd, M.Pd., selaku Dosen sekaligus Pakar Rekayasa Mesin Teknologi Tepat Guna. Purnomo mengatakan bahwa Smart Footwork Badminton Trainer dilengkapi dengan sistem penentuan pola gerakan yang dilengkapi 9 titik gerakan pemain dan 9 unit lampu indikator untuk titik perintah arah gerakan. Penggunaan sistem wireless connection memudahkan monitoring dari laptop baik oleh pelatih maupun oleh atlet saat latihan mandiri. Ia melanjutkan, inovasi itu memiliki beberapa manfaat bagi para atlet, (1) dapat melakukan latihan mandiri untuk mengetahui perkembangan performa secara terukur, (2) menjaga kontinuitas latihan atlet untuk mencapai passing grade meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Sementara untuk pelatih yaitu dapat mengetahui perkembangan performa atlet secara terukur, memudahkan dalam strategi pola pelatihan, dan dapat digunakan untuk standar passing grade atlet, sehingga penyeleksian atlet bisa dilakukan secara adil. “Selama ini, latihan badminton para atlet belum diukur secara periodik, sehingga perkembangan atlet sulit diketahui secara maksimal. Dengan inovasi ini semua gerakan dan perkembangan latihan bisa diukur dan diketahui,” tuturnya. Program pembinaan dan latihan adalah kunci dalam meraih prestasi, katanya, ketika latihan jarang dimonitoring dan diukur secara periodik dan akurat, maka bisa berdampak pada perkembangan atlet itu sendiri baik dari sisi ketangkasan, kekuatan, maupun kecepatannya. Smart Footwork Badminton Trainer mendapat sambutan dan apresiasi dari banyak pihak. Bahkan memperoleh juara 2 kategori inovasi produk bidang olahraga prestasi dalam Kompetisi Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan Olahraga oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 7-10 September 2021. Sesuai arahan Presiden dan Menpora, katanya, dari inovasi itu mereka bertiga akan terus berkontribusi dengan mendirikan komunitas Sport Science sebagai wadah kreasi dan inovasi bidang olahraga prestasi ke depannya. “Kami akan terus mengembangkan Sport Science berbasis artificial intellegent dan big data analytics,” pungkasnya. (Humas UNESA)https://www.unesa.ac.id/keren-berkat-inovasi-smart-footwork-badminton-trainer-tim-dosen-unesa-dapat-juara-dan-apresiasi-dari-kemenporaSat, 18 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-18-09-2021-09-17-36-2086.pnghttps://www.unesa.ac.id/keren-berkat-inovasi-smart-footwork-badminton-trainer-tim-dosen-unesa-dapat-juara-dan-apresiasi-dari-kemenporaBerita Unesa1524434Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional, FIO UNESA dan FOPI Bekali Guru PJOK Surabaya dengan Teori dan Praktik Petanque Unesa.ac.id, SURABAYA-Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung Desain Besar Olahraga Nasional yang baru-baru ini diluncukan pemerintah. Salah satunya bisa dengan upaya optimalisasi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehata (PJOK) seperti yang dilakukan Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (FIO UNESA) dengan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Surabaya. Kegiatan tersebut salah satu bentuk Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) itu berjudul ‘Optimalisasi Guru PJOK Sekolah Dasar Kota Surabaya Melalui Modifikasi Permainan Petanque’. Peserta yang terlibat sebanyak 20 guru PJOK tingkat SD di Kota Surabaya. Kegiatan dipusatkan di SDN Tambak Wedi, Surabaya. SDN Tambak Wedi dipilih karena nantinya akan dijadikan sebagai Pilot Project pembinaan cabor Petanque di tingkat Sekolah dasar di Kota Surabaya. Penanggung jawab kegiatan PKM Abdul Hafidz, M.Pd yang juga dosen FIO UNESA mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 11-12 September 2021. Adapun ‘bekal’ yang diberikan kepada guru PJOK meliputi teori dan praktek yang mencakup, (1) teknik dasar Petanque, (2) pelatihan shooting, (3) pelatihan pointing. Selain itu, (4) metodologi pelatihan Petanque, (5) peraturan pertandingan, (6) psikologi olahraga Petanque, dan (7) pelatihan fisik olahraga Petanque. “Materi yang kami sampaikan mengarah pada hal-hal yang bersifat fundamental untuk pengelolaan, pelatihan yang dapat dikembangkan guru pada siswa di sekolah,” ujarnya. Pria yang juga sebagai ketua harian FOPI Kota Surabaya itu menambahkan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk membekali guru PJOK tentang cabang olahraga (cabor) Petanque baik dari sisi teori maupun praktek. Dari para guru tersebut diharapkan lahir bakat-bakat olahraga, khususnya cabor Petanque dari para siswa sekolah-sekolah di Surabaya. “Kami percaya, bakat-bakat itu bisa lahir dari para guru yang profesional dan itu yang kami upayakan bersama,” tutur pria yang juga sebagai Wakil Direktur II Program Vokasi UNESA itu. Ketua FOPI Kota Surabaya Dwi Aprijanto, S.Pd., MM., mengatakan, Petanque merupakan cabor baru dan di Indonesia, federasinya mulai dibentuk pada 2011. Dibandingkan dengan cabor yang lain, olahraga tersebut relatif lebih terjangkau, tidak membutuhkan lahan yang luas, bisa dilakukan segala usia, dan tidak membutuhkan kondisi fisik seperti cabor-cabor lain. “Apresiasi untuk UNESA telah bantu sosialisasi dan membekali para guru PJOK tentang Petanque,” kata pria yang juga Kepala Sekolah di SDN Tambak Wedi 508, Surabayat itu. Ketua Harian Pengprov FOPI Jawa Timur Dr. Nurkholis, M.Pd berharap kegiatan ini menjadi jalan untuk menemukan talenta-talenta atlet Petanque dari kalangan pelajar tingkat dasar. Karena itu, katanya, kegiatan tersebut perlu berkesinambungan dan harus ditindaklanjuti dalam bentuk pendampingan. Juga, harus ada target yang ditetapkan sehingga ke depannya Kota Surabaya bisa menghasilkan bibit atlet yang dapat mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional dan Indonesia di tingkat dunia.[Humas Unesa] https://www.unesa.ac.id/tingkatkan-prestasi-olahraga-nasional-fio-unesa-dan-fopi-bekali-guru-pjok-surabaya-dengan-teori-dan-praktik-petanqueFri, 17 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-17-09-2021-06-37-12-0012.pnghttps://www.unesa.ac.id/tingkatkan-prestasi-olahraga-nasional-fio-unesa-dan-fopi-bekali-guru-pjok-surabaya-dengan-teori-dan-praktik-petanqueBerita Unesa3454433DWP UNESA Gelar Webinar Ketahanan Keluarga, Menaker RI Ida Fauziyah Ajak Perempuan Terus Berdaya dan Berkarya Unesa.ac.id, SURABAYA–Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya menggelar webinar nasional dengan tema “Peran Ibu dalam Menciptakan Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19” pada Kamis (16/09/2021). Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) hadir sebagai Keynote Speaker. Selain itu, juga hadir tiga narasumber yakni Arzeti Bilbina Huzaimi, S.E., M.Ap, selaku Anggota DPR RI Komisi IX., Chusnur Ismiati Hendro Gunawan Ketua Dharma Wanita Kota Surabaya, dan Dr. Diana Rahmasari S.Psi., M. Si., Ketua SMCC UNESA. Acara tersebut dibuka oleh Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. Pria yang biasa disapa Cak Hasan itu mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting di segala lini. Setidaknya terdapat lima peran penting wanita yakni psikologis, ekonomi, sosial, fisik, dan ekologi. “Membahas wanita adalah membahas bangsa. Ketahanan keluarga merupakan bagian dari ketahanan bangsa,” tukasnya. Ida Fauziyah pada kesempatan itu mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian negara dan berpengaruh besar terhadap sektor ketengakerjaan. Ia menuturkan, terjadi peningkatan yang signifikan jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi Covid-19. Data BPS 2020-2021, peningkatan pengangguran terbesar terjadi pada anak muda usia 20-29 tahun. Sementara tingkat pengangguran terbuka pada penduduk usia 20-24 tahun sebesar 17,66 persen pada Februari 2021, meningkat 3,36 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian pengangguran penduduk usia 25-29 tahun sebesar 9,27 persen dan meningkat 2,26 persen dari tahun sebelumnya. Ia melanjutkan, data jumlah pengangguran perempuan memang lebih kecil ketimbang laki-laki. Namun, beberapa studi menunjukan bahwa perempuan justru merasakan dampak yang besar akibat pandemi. “Ini menjadi tantangan pemberdayaan perempuan di dunia kerja,” tukasnya. Kemudian, tantangan lainnya, (1) satgnannya tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, (2) diskriminasi upah, (3) kurangnya pemenuhan hak di tempat kerja, (4) pelecehan dan kekerasan di tempat kerja, dan (5) stigma bahwa perempuan kurang produktif, dan menjadi beban di tempat kerja. Di rumah tangga pun, perempuan memiliki beban, (1) mengurus rumah tangga akibat WFH, (2) beban mengurus dan kontrol anak yang belajar dari rumah, (3) kekerasan dalam rumah tangga, (4) ekonomi yang rentan memunculkan kecematan. Itu semua merupakan indikator kerentanan keluarga yang dapat berakibat pada krisis ketahanan keluarga. “Untuk menunjang ketahanan keluarga, perempuan harus bisa berdaya dan berkarya, serta terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi tigital,” pungkasnya. Ketua DWP UNESA Dra. Hj. Endah Purnomowati Nurhasan, M.Pd., menerangkan bahwa Pandemi Covid-19 ini menciptakan berbagai kecemasan dalam keluarga. Data menunjukkan, kecemasan yang paling utama yaitu kecemasan akan terpapar Covid-19 sebesar 77,7% dan kecemasan akan kondisi ekonomi sebesar 57,7%. Kendati demikian, katanya mengutip hasil survey Euis Sunarti menemukan bahwa sebagian besar keluarga yakin akan kemampuannya untuk bangkit dari segala disrupsi akibat Covid-19. Arzeti Bilbina menerangkan bahwa dalam struktur masyarakat, keluarga mempunyai fungsi pencegahan dan penanganan Covid-19 di rumah dan sekitarnya, seperti menjadi pendidik utama bagi anak, menanamkan pola hidup hemat, peduli kesehatan dan kebersihan di lingkungan masing-masing dan mewaspadai terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. “Disiplin diri merupakan hal utama untuk dapat bertahan di era pandemi ini. dan disiplin ini dapat dimulai dari lingkup kecil, keluarga,” tandasnya. Chusnur Ismiati Hendro Gunawan menerangkan bahwa perempuan memiliki potensi dan punya peran sentral dalam keluarga, baik sebagai ibu, istri maupun pribadi yang mandiri yang berkewajiban memperkuat ketahanan keluarga di masa pandemi covid-19. Perempuan harus terus didorong untuk berkreasi. Itulah salah satu tugas DWP UNESA. Diana Rahmasari mengatakan, ada beberapa tantangan yang dihadapi masyarakat saat pandemi, antara lain tekanan psikis pribadi dan keluarga, penghidupan ekonomi berkurang, ketidakpastian masa depan, keterbatasan ruang psikologis pribadi akibat berbagi tekanan selama diam diri di rumah, kondisi keluarga dan hubungan antar anggota keluarga. Ia mengibaratkan keluarga yang bahagia dan sejahtera ibarat bangunan yang kokoh. Kokohnya bangunan bergantung pada fondasi yang kuat dan dalam. Nah, fondasi dalam keluarga adalah prinsip yang dipegang oleh semua keluarga, yaitu prinsip keadilan, kesalingan atau saling memberi dan menerima, dan prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban. “Ketahanan keluarga merupakan tugas dan tanggung jawab semua anggota keluarga dan tentu perlu didorong seluruh elemen pemerintah, pusat hingga daerah, karena itu amanat undang-undang,” ujarnya. (wulida) https://www.unesa.ac.id/dwp-unesa-gelar-webinar-ketahanan-keluarga-menaker-ri-ida-fauziyah-ajak-perempuan-terus-berdaya-dan-berkaryaThu, 16 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-16-09-2021-06-31-53-2959.pnghttps://www.unesa.ac.id/dwp-unesa-gelar-webinar-ketahanan-keluarga-menaker-ri-ida-fauziyah-ajak-perempuan-terus-berdaya-dan-berkaryaBerita Unesa3644432Wujudkan Peta Jalan Indonesia Digital Nation, UNESA dan Indosat Jalin Kerja Sama Unesa.ac.id, SURABAYA-Digital Nation ramai dibicarakan belakangan ini. Bahkan Pemerintah tengah menyiapkan peta jalan Indonesia Digital Nation yang bertujuan untuk mewujudkan kualitas digital Indonesia yang berkelas dunia dan berdaya saing. Mendukung peta jalan tersebut, UNESA dan PT Indosat Tbk jalin kerja sama dan teken MoU di Lantai 8 Gedung Rektorat UNESA Lidah Wetan pada Rabu (15/09/2021). Rektor UNESA Prof. Nurhasan, M.Kes., pada kesempatan itu mengatakan bahwa kerja sama tersebut mencakup beberapa aspek penting. Pertama, membantu dalam upaya UNESA menuju Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH). Dengan memperluas jejaring dan kolaborasi secara berkelanjutan bisa melahirkan berbagai inovasi dan meningkatkan prestasi. Kedua, sebagai komitmen antara UNESA dan Indosat dalam membantu pemerintah mewujudkan Digital Nation. Menurutnya, pemerintah lewat Kementerian Kominfo tengah menyusun peta jalan yang disebut Indonesia Digital Nation. "Untuk menuju ke sana, perlu infrastruktur digital dan pemahaman serta kesadaran digital yang tinggi di tengah masyarakat. “Itu yang kita upayakan dalam kerja sama ini,” tandasnya. Ketiga, sabagai upaya maksimalisasi implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) di UNESA. Dari kerja sama itu, para praktisi dari Indosat bisa berbagi ilmu dan pengalamannya dengan mahasiswa di kelas perkuliahan UNESA. Kemudian para mahasiswa pun bisa melakukan magang atau praktik kerja lapangan di Indosat. “Mahasiswa selain belajar di kelas, juga terjun langsung ke perusahaan atau industri untuk belajar dan mengembangkan diri bersama praktisi di lapangan,” ujarnya. Chief Bussiness Officer Indosat Tbk, Bayu Hanantasena menerangkan bahwa UNESA memiliki banyak potensi dan peluang untuk terus dikembangkan. “Kami melihat Unesa mampu menerapkan IPTEK dalam bentuk ragam inovasi, seperti Robot Kece yang diluncurkan beberapa bulan lalu misalnya,” ujarnya. Menariknya, UNESA tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi bisa memberikan sentuhan kemanusiaan di dalamnya. Dengan kata lain, inovasi UNESA benar-benar untuk memudahkan masyarakat dan membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. “Bagi kami Ini Inovasi berbasis kontribusi yang bisa terus dikembangkan lewat kerja sama ini,” tandas Bayu. Arief Mustaqim Director and chief strategy & innovation officer Indosat mengibaratkan kampus sebagai dapur yang berhasil mengolah berbagai masakan. Namun, memiliki tantangan dalam memasarkan masakan tersebut. “Sedangkan kami di bidang industri sebagai pihak di pasar yang membutuhkan masakan-masakan baru untuk dipasarkan,” ujarnya. Dia berharap kerja sama itu bisa saling mengisi agar produk inovasi tidak hanya menjadi prototype di laboratorium, tetapi juga dapat diproduksi secara massal dan lebih masif dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Humas UNESA)https://www.unesa.ac.id/wujudkan-peta-jalan-indonesia-digital-nation-unesa-dan-indosat-jalin-kerja-samaWed, 15 Sep 2021https://www.unesa.ac.id/images/foto-15-09-2021-09-14-26-8249.pnghttps://www.unesa.ac.id/wujudkan-peta-jalan-indonesia-digital-nation-unesa-dan-indosat-jalin-kerja-samaBerita Unesa348