Universitas Negeri Surabaya

Selamat datang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berdiri sejak 1964, UNESA telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kontak Kami:
Follow Us:

Raih IPK 4,00, Wisudawan Terbaik Unesa Kembangkan E-Gamelan untuk Memudahkan Siswa Mempelajari Materi Sains

bnr-arrow-1-1.png

Unesa.ac.id. SURABAYA— Meraih IPK sempurna 4,00 mengantarkan Weni Rahmawanti menjadi wisudawan terbaik Program Magister Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Namun, bagi guru IPA di SMKN 1 Nganjuk itu, capaian akademik tersebut tidak berhenti pada angka. Melalui tesisnya, ia mengembangkan E-Gamelan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa memahami konsep bunyi sekaligus mengenalkan budaya lokal.

Perempuan kelahiran Nganjuk itu mengembangkan perangkat pembelajaran inkuiri berbasis etnosains berbantuan E-Gamelan untuk meningkatkan literasi sains pada materi bunyi. Inovasi itu memadukan budaya lokal, khususnya gamelan, dengan teknologi digital serta dirancang selaras dengan Kurikulum Merdeka, pendekatan STEAM, dan pembelajaran kontekstual.

Menurutnyai, pembelajaran sains selama ini masih banyak didominasi penyampaian teori sehingga konsep yang dipelajari terkadang terasa jauh dari pengalaman nyata siswa. Padahal, budaya lokal dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.

Melalui pendekatan etnosains, siswa tidak hanya mempelajari konsep ilmiah, tetapi juga diajak mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya bangsa. E-Gamelan digunakan sebagai jembatan untuk membuat materi bunyi yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami secara interaktif.

“Kehadiran E-Gamelan menjadi jembatan untuk menjadikan materi bunyi yang abstrak lebih mudah dipahami secara interaktif dan menyenangkan,” ujar Weni usai jalani proses wisuda ke-121 Unesa, pada 12 Agustus 2026 lalu.

Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran tersebut mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa. Mereka menjadi lebih aktif berdiskusi, bereksplorasi, dan memahami konsep melalui pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak harus meninggalkan budaya lokal. Sebaliknya, budaya dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa.

Di balik capaian akademiknya, perjalanan Weni menyelesaikan studi magister juga diwarnai perjuangan membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan keluarga. Sebagai guru, ia tetap menjalankan tugas mengajar sekaligus menjalankan peran sebagai istri dan ibu.

Ia bahkan terbiasa bangun pukul 01.00 dini hari untuk melaksanakan salat malam sebelum melanjutkan penulisan tesis hingga menjelang subuh. Setelah itu, rutinitas keluarga kembali dijalankan sebelum berangkat mengajar.

Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama Weni selama menyelesaikan studi. Suami dan anak-anaknya memberikan dukungan penuh, sementara kedua anaknya juga menjadi sumber inspirasi melalui prestasi mereka di bidang seni, mulai dari musik tradisional hingga mendongeng.

Di luar aktivitas akademik, Weni aktif sebagai pembina OSIS, Pramuka, dan ekstrakurikuler karawitan di SMKN 1 Nganjuk. Ia juga rutin mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendirikan TPQ Ar Rahman sebagai lembaga pendidikan untuk belajar Alquran.

Setelah menyelesaikan studi magister, Weni ingin terus mengembangkan pembelajaran sains yang inovatif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal. Ia berharap hasil penelitiannya dapat diterapkan lebih luas sehingga memberi manfaat bagi guru dan peserta didik di berbagai daerah. ][

***

Reporter: Sindy Riska Fadillah (Fisipol)

Editor: @zam*

Dokumentasi: Weni Rahmawanti