
Unesa.ac.id. SURABAYA— Memasuki kehidupan perkuliahan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas di luar kelas. Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 65 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) membuka ruang tersebut melalui Expo UKM dalam rangkaian Pekan Raya Mahasiswa (PRM) 2026.
PRM resmi dibuka di Lapangan Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Rabu (26/8/2026). Sekitar 5.000 mahasiswa dan warga kampus hadir dalam pembukaan yang diramaikan parade UKM, Fun Run, Talkshow UKM, serta berbagai penampilan mahasiswa.
Expo UKM menjadi salah satu bagian utama PRM yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Melalui booth yang disediakan, mahasiswa dapat mengenal berbagai organisasi dan aktivitas yang tersedia sekaligus melihat peluang untuk mengembangkan minat, keterampilan, serta pengalaman selama menjalani perkuliahan.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi mengatakan pengalaman mahasiswa selama kuliah tidak hanya dibentuk melalui capaian akademik. Aktivitas kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk membangun relasi dan keterampilan yang dibutuhkan setelah lulus.

“IPK tinggi bukan jaminan. Hal itu harus dibersamai dengan relasi dan softskill. Pilihlah UKM yang tepat, karena di sinilah kalian bisa menyusun portofolio yang kelak sangat berguna saat kalian lulus nanti,” ujarnya.
Karena itu, mahasiswa baru didorong tidak sekadar memilih UKM berdasarkan nama atau popularitasnya, tetapi mempertimbangkan aktivitas yang sesuai dengan minat dan tujuan pengembangan diri. Pengalaman mengelola kegiatan, bekerja dalam tim, berkomunikasi, maupun mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses membangun kapasitas sekaligus portofolio mahasiswa.
Gambaran tersebut terlihat dari ketertarikan mahasiswa baru yang mulai mencari aktivitas sesuai minatnya. Aura Mutiara, mahasiswa baru Program Studi Sastra Inggris, mengaku tertarik mengeksplorasi UKM yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi.
“Saya sangat bersemangat untuk menjelajahi setiap boothnya, terutama pada UKM bidang public speaking seperti protokoler, broadcasting, dan radio, karena saya sangat berminat di bidang tersebut,” ujarnya.
Selain Expo UKM, pembukaan PRM diawali parade seluruh UKM di panggung utama dan Fun Run. Sebanyak 14 UKM juga menampilkan pertunjukan, di antaranya UKM Reog, Pencak Silat, Jujitsu, dan Karate.

Pembukaan PRM ditandai dengan penabuhan bedug Taiko oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa. Penampilan Taiko mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang turut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan.
Ketua Pelaksana PRM 2026, Adeline Aurel Yafi Septiana, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki ruang untuk mengenali berbagai pilihan aktivitas pengembangan diri di kampus.
“PRM hadir untuk membuktikan bahwa UNESA serius membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan yang kuat,” ungkapnya.
Dengan 65 UKM yang terlibat, PRM menjadi salah satu ruang pertemuan antara mahasiswa dan berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di Unesa. Bagi mahasiswa baru, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menentukan ruang belajar lain di luar perkuliahan yang dapat mereka jalani selama menjadi mahasiswa. ][
***
Reporter: Jessy Nora Sandy (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa






