
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semakin produktif dalam mengasah keterampilan para anggotanya. Terbaru, organisasi para istri pegawai dan dosen ini menggelar pelatihan berbicara di depan umum (public speaking) dalam pertemuan rutin yang diadakan di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan pada Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan yang mengambil tema 'Powerful Public Speaking and Be Confidence' ini bertujuan untuk melatih mental dan keberanian para pengurus serta anggota saat harus berbicara di hadapan banyak orang. Ketua DWP Unesa, Endah Purnomowati Nurhasan, menegaskan bahwa setiap tindakan dan ucapan dari keluarga besar kampus selalu membawa dampak bagi nama baik institusi dan keluarga.
"Karena itu menurut saya, civitas termasuk anggota DWP harus punya kemampuan public speaking yang baik. Selain kita harus terus berbuat dan bertindak baik, kita juga harus harus bisa berbicara dengan baik, memang betul-betul baik dari hati dan tulus," ucapnya.
Melalui pelatihan ini, ia berharap para anggota DWP bisa menjadi perwakilan kampus yang mampu mengkomunikasikan visi, kegiatan, dan program-program Unesa dengan baik di berbagai kesempatan.

www.unesa.ac.id
Agar ilmu yang didapat benar-benar praktis, DWP Unesa mendatangkan ahli dari ARTV School of Public Speaking Surabaya, Ms. Nana, sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari berbicara di depan umum adalah untuk memikat perhatian orang lain, menggerakkan mereka untuk bertindak, memunculkan rasa segan, serta memberikan inspirasi bagi yang mendengarkan.
"Goalsnya adalah empat, yakni MMSI. M yang pertama adalah memikat. M yang kedua menarik. S yang pertama segan, dan I yang terakhir adalah inspiratif," tutur Nana di hadapan peserta.
Ia membocorkan rahasia menarik bahwa keberhasilan berbicara di depan panggung sebenarnya bukan hanya ditentukan oleh teks atau materi yang dihafal. Faktanya, keberhasilan komunikasi justru dipengaruhi oleh penampilan visual atau gerak tubuh sebesar 55 persen, kualitas vokal atau intonasi suara sebesar 38 persen, dan sisanya hanya 7 persen yang berasal dari teks materi.

www.unesa.ac.id
Penampilan visual itu sendiri meliputi cara berpakaian yang rapi, kontak mata dengan pendengar, ekspresi wajah yang ramah, serta posisi cara berdiri yang tegak.
"Ingat, 7%-nya itu adalah teksnya kita yang kita hafal. Kalau kita enggak hafal materi, maka kita bisa tampilkan maksimal dengan kemampuan visual kita 55% dan 38% itu dengan kemampuan vokal kita," jelas Ms. Nana.
Setelah puas mendengarkan penjelasan materi dan tips berharga tersebut, acara tidak berhenti di teori saja. Seluruh ibu-ibu pengurus dan anggota DWP Unesa langsung diajak maju satu per satu untuk mempraktikkan cara melakukan presentasi yang baik.
Mereka belajar secara runtut mulai dari cara membuka acara dengan menarik, mencairkan suasana lewat ice breaking, menyampaikan isi pesan dengan jelas, hingga membuat kesimpulan dan menutup obrolan dengan manis.][
***
Reporter: Meidna Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: