
Simulasi kebencanaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh tim BPBD Kota Surabaya
Unesa.ac.id. SURABAYA—Direktorat Pencegahan dan Penanganan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar pelatihan dan simulasi terpadu pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan ini mencakup simulasi kebencanaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penguatan pencegahan kekerasan.
Diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa, tim K3 fakultas, tenaga kependidikan, dosen, hingga personel keamanan.
Direktur PPIS Unesa, Mutimmatul Faidah menegaskan bahwa Bulan K3 bagi lembaga pendidikan bukan sekadar bulan peringatan, melainkan komitmen yang harus dijalankan secara detail dan disiplin sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Apalagi, setiap gedung dan laboratorium di Unesa telah memiliki panduan keselamatan yang baku.
"Ini adalah momentum untuk mengawali tahun 2026. Kami tidak hanya fokus pada mitigasi bencana alam, tetapi juga pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Bencana mungkin tidak bisa diprediksi, tetapi kita harus memiliki kemampuan untuk mencegah, memitigasi, dan tanggap dalam kondisi darurat," ujarnya.

www.unesa.ac.id
Guru besar Unesa itu menambahkan bahwa kampus ‘Rumah Para Juara’ telah berhasil mempertahankan penghargaan Campus Zero Accident selama tiga tahun berturut-turut dengan capaian 1,3 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Pelatihan rutin seperti ini menjadi kunci utama untuk mempertahankan prestasi keselamatan kerja tersebut.
Perwakilan BPBD Kota Surabaya, Sanubari Bharata, mengapresiasi konsistensi Unesa dalam menggelar simulasi kebencanaan. Menurutnya, simulasi sebaiknya dilakukan minimal setiap enam bulan sekali untuk menyegarkan ingatan staf lama serta memberikan pemahaman bagi mahasiswa dan pegawai baru.
Pelatihan kali ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik langsung. Aghus Sifaq selaku Kasi Mitigasi Bencana dan K3, bersama Iman Pasu sebagai Kasubdit Pencegahan Penanganan Kekerasan, menjelaskan bahwa peserta diajak mempraktikkan prosedur evakuasi mandiri maupun menolong orang lain saat terjadi bencana.
Selain aspek fisik, peserta juga dibekali mitigasi terhadap berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, digital, hingga seksual. Unesa menekankan pendekatan penanganan yang komprehensif; tidak hanya berfokus pada pemberian sanksi agar pelaku jera, tetapi juga melalui upaya rehabilitasi dan penyadaran agar tercipta lingkungan kampus yang aman dan nyaman. ][
***
Reporter: Muhammad Azhar Adi Mas’ud
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: